TRAINING ASSET RECOVERY MANAGEMENT

TRAINING ASSET RECOVERY MANAGEMENT

TRAINING ASSET RECOVERY MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING ASSET RECOVERY MANAGEMENT Pelatihan Asset Recovery Management sangat penting untuk meningkatkan kemampuan individu atau tim dalam mengelola pemulihan aset yang hilang atau terdistribusi secara tidak sah. Dalam dunia bisnis, organisasi sering menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi dan memulihkan aset yang terancam hilang, baik itu berupa uang, barang berharga, maupun properti. Dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat memahami proses pemulihan aset secara efektif, serta menguasai teknik dan strategi yang tepat untuk mengidentifikasi aset yang dapat dipulihkan. Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, meminimalkan kerugian finansial, dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Melalui pelatihan yang tepat, organisasi dapat melindungi aset berharga mereka, memperkuat sistem keamanan, dan memperbaiki manajemen risiko yang ada. TUJUAN PELATIHAN ASSET RECOVERY MANAGEMENT Meningkatkan Pemahaman tentang Manajemen Aset: Peserta dilatih untuk memahami konsep dasar manajemen aset, serta pentingnya melindungi dan memulihkan aset perusahaan yang mungkin hilang atau terancam hilang. Mengidentifikasi dan Menganalisis Aset yang Hilang: Peserta akan mempelajari cara untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai aset yang dapat dipulihkan dengan cara yang efisien dan tepat. Meningkatkan Keterampilan dalam Pemulihan Aset: Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik dan strategi untuk memulihkan aset yang hilang atau tersembunyi, baik melalui jalur hukum maupun proses non-hukum. Memahami Regulasi dan Kepatuhan: Peserta diberikan pemahaman tentang peraturan dan regulasi yang terkait dengan pemulihan aset, termasuk hukum yang mengatur proses pemulihan agar dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengurangi Risiko Kerugian Finansial: Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi potensi kerugian finansial yang mungkin timbul akibat kehilangan aset perusahaan dengan memperkuat sistem pemulihan yang lebih efektif. Meningkatkan Keamanan dan Proteksi Aset Perusahaan: Peserta dilatih untuk meningkatkan sistem keamanan perusahaan dalam melindungi aset, sekaligus mengembangkan strategi untuk pemulihan yang lebih aman dan efisien. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ASSET RECOVERY MANAGEMENT 1. Pendahuluan dan Konsep Dasar Asset Recovery Pengertian Asset Recovery Pentingnya Asset Recovery dalam Bisnis Jenis-jenis Aset yang Dapat Dipulihkan Proses dan Tahapan Asset Recovery 2. Manajemen Aset dan Pengelolaannya Definisi dan Tujuan Manajemen Aset Sistem Inventarisasi Aset Pemantauan dan Pengawasan Aset Pemeliharaan dan Perlindungan Aset 3. Identifikasi Aset yang Dapat Dipulihkan Teknik Identifikasi Aset yang Hilang atau Tersembunyi Alat dan Metode Analisis Aset Menilai Aset yang Terancam Kehilangan 4. Strategi dan Teknik Pemulihan Aset Pemulihan Aset Secara Hukum (litigasi dan arbitrase) Pemulihan Aset secara Non-Hukum (negosiasi, mediasi) Penyusunan Rencana Pemulihan Aset Penggunaan Teknologi dalam Pemulihan Aset 5. Peran Investigasi dalam Asset Recovery Teknik Investigasi Aset Penggunaan Data dan Forensik dalam Pemulihan Aset Kolaborasi dengan Pihak Berwenang dan Penegak Hukum 6. Regulasi dan Kepatuhan Hukum dalam Asset Recovery Pemahaman Tentang Hukum yang Mengatur Pemulihan Aset Kepatuhan terhadap Peraturan dan Standar Internasional Peran Regulasi dalam Menjamin Keamanan Proses Pemulihan 7. Mengelola Risiko dalam Asset Recovery Identifikasi Risiko dalam Pemulihan Aset Strategi Pengelolaan Risiko Prosedur Mitigasi Risiko dalam Proses Pemulihan 8. Penggunaan Teknologi dalam Asset Recovery Alat dan Sistem Teknologi yang Membantu Pemulihan Aset Peran Big Data, Blockchain, dan AI dalam Manajemen Aset Keamanan Cyber dan Perlindungan Data Aset 9. Studi Kasus dan Praktik Terbaik Analisis Studi Kasus Pemulihan Aset yang Sukses Diskusi Praktik Terbaik dalam Asset Recovery Pembelajaran dari Pengalaman Nyata 10. Evaluasi dan Tindak Lanjut Menilai Efektivitas Proses Pemulihan Aset Penyusunan Laporan Hasil Pemulihan Aset Perencanaan Tindak Lanjut untuk Pengelolaan Aset yang Lebih Baik 11. Penutupan dan Diskusi Keterampilan yang Diperoleh dalam Pelatihan Diskusi Interaktif dan Tanya Jawab Rencana Aksi Pasca Pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ASSET RECOVERY MANAGEMENT Manajer Keuangan dan Akuntansi Manajer keuangan dan akuntansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemeliharaan aset perusahaan perlu memiliki keterampilan dalam pemulihan aset yang hilang atau tidak tercatat dengan baik. Tim Legal dan Pengacara Perusahaan Pengacara dan tim hukum yang bekerja dalam perusahaan perlu memahami aspek hukum dari pemulihan aset, baik yang melibatkan litigasi maupun non-litigasi. Pelatihan ini membantu mereka dalam mengambil tindakan hukum yang tepat. Auditor Internal dan Eksternal Auditor yang memeriksa laporan keuangan dan aset perusahaan perlu mengenali potensi aset yang hilang atau tersembunyi, serta cara untuk memulihkannya. Manajer Risiko Manajer risiko yang bertugas untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko dalam perusahaan akan sangat diuntungkan dari pelatihan ini untuk memperkuat strategi pemulihan aset dan mengurangi potensi kerugian. Tim Investigasi dan Forensik Profesional yang bekerja di bidang investigasi, baik yang berfokus pada audit forensik atau pemulihan aset terkait tindak pidana, akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mendalami teknik-teknik penyelidikan dan pemulihan aset. Pemilik dan Pengelola Perusahaan Pemilik atau pengelola perusahaan kecil hingga besar yang ingin memahami lebih dalam tentang pentingnya melindungi dan memulihkan aset berharga perusahaan mereka. Pihak Berwenang dan Penegak Hukum Anggota kepolisian, jaksa, atau petugas penegak hukum lainnya yang terlibat dalam investigasi kriminal terkait aset curian atau yang disalahgunakan. Konsultan Manajemen dan Keuangan Konsultan yang memberikan layanan manajemen aset dan pengelolaan risiko akan sangat terbantu untuk memberikan saran dan solusi yang lebih tepat mengenai pemulihan aset kepada klien mereka. Pengusaha atau Investor Pengusaha dan investor yang memiliki portofolio aset yang besar dan ingin melindungi dan memulihkan aset mereka dari potensi kerugian atau penyelewengan. Tim IT dan Keamanan Siber Dengan meningkatnya ancaman digital, tim IT dan keamanan siber yang terlibat dalam perlindungan aset digital dan informasi perusahaan perlu memahami strategi untuk melindungi serta memulihkan data atau aset digital yang terancam hilang atau dicuri. Pemateri/ Trainer Pelatihan Asset Recovery Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Aset Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Strategi Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan…
Read more


June 25, 2025 0
TRAINING SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN

TRAINING SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN

TRAINING SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN   DESKRIPSI TRAINING SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN Pelatihan sistem informasi pengelolaan alat tulis kantor (ATK) di era modern sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional di suatu perusahaan atau organisasi. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan sistem informasi yang tepat dapat memudahkan pengelolaan stok, pemesanan, serta distribusi alat tulis kantor secara lebih terorganisir dan transparan. Tanpa pelatihan yang memadai, pegawai atau staf akan kesulitan dalam memanfaatkan teknologi ini dengan optimal, yang dapat menyebabkan pemborosan sumber daya, kesalahan dalam pencatatan, atau bahkan kekurangan persediaan. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat diperlukan untuk memastikan sistem informasi digunakan dengan maksimal, meningkatkan produktivitas, dan mendukung keberlanjutan operasional perusahaan dalam menghadapi tantangan era digital. TUJUAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Stok: Pelatihan ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan persediaan alat tulis kantor dengan sistem yang otomatis, sehingga dapat mengurangi risiko kehabisan atau kelebihan stok. Mempercepat Proses Pemesanan dan Distribusi: Peserta pelatihan diharapkan dapat memahami cara menggunakan sistem untuk pemesanan dan distribusi alat tulis kantor secara cepat dan tepat, yang mendukung kelancaran operasional perusahaan. Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi: Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan staf atau karyawan dapat memanfaatkan sistem informasi secara maksimal, mengurangi kesalahan manusia, dan meningkatkan produktivitas. Meningkatkan Transparansi dan Akurasi Data: Dengan sistem yang terintegrasi, pelatihan ini membantu menciptakan sistem pengelolaan alat tulis kantor yang lebih transparan dan akurat dalam pencatatan serta pelaporan. Mendukung Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Sistem informasi yang terlatih dapat menyediakan data yang tepat dan real-time, yang memungkinkan manajemen untuk mengambil keputusan yang lebih tepat terkait dengan pengelolaan persediaan ATK. Mengurangi Pemborosan dan Biaya Operasional: Dengan memanfaatkan sistem yang efisien, perusahaan dapat mengurangi pemborosan barang dan biaya operasional yang tidak perlu. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN 1. Pendahuluan Pengenalan tujuan dan manfaat pelatihan Pentingnya pengelolaan alat tulis kantor yang efisien di era digital Peran teknologi dalam meningkatkan kinerja organisasi 2. Dasar-Dasar Sistem Informasi Pengelolaan ATK Pengertian dan komponen sistem informasi pengelolaan ATK Jenis-jenis sistem informasi yang digunakan dalam pengelolaan ATK Keuntungan penggunaan sistem informasi untuk pengelolaan persediaan 3. Mengenal Fitur Utama dalam Sistem Pengelolaan ATK Manajemen stok dan inventaris Sistem pemesanan dan pembelian alat tulis kantor Proses distribusi dan penggunaan barang Pencatatan dan pelaporan data secara otomatis Monitoring dan evaluasi penggunaan ATK 4. Implementasi Sistem Pengelolaan ATK Langkah-langkah implementasi sistem informasi pengelolaan ATK di organisasi Pengaturan dan konfigurasi sistem (user roles, pengaturan akses) Integrasi sistem dengan departemen lain (misalnya: keuangan, pengadaan) Pemeliharaan dan update sistem secara berkala 5. Keamanan dan Keandalan Sistem Informasi Perlindungan data dan keamanan informasi Backup data dan sistem pemulihan bencana Pencegahan dan penanggulangan masalah teknis 6. Penggunaan Sistem untuk Pengambilan Keputusan Analisis laporan penggunaan ATK Pengambilan keputusan berbasis data real-time Perencanaan pembelian dan pengelolaan stok yang lebih efektif 7. Studi Kasus dan Simulasi Penggunaan Sistem Penerapan sistem dalam pengelolaan ATK di organisasi nyata Simulasi penggunaan sistem untuk pengelolaan inventaris ATK Diskusi kelompok dan tanya jawab 8. Evaluasi dan Umpan Balik Evaluasi hasil pelatihan Penyampaian umpan balik dari peserta Rencana tindak lanjut untuk implementasi di tempat kerja 9. Penutupan Ringkasan materi pelatihan Sesi tanya jawab terakhir Pembagian sertifikat atau tanda penghargaan kepada peserta PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ALAT TULIS KANTOR DI ERA MODERN Staf Administrasi dan Pengelola Stok Mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan persediaan alat tulis kantor dan inventaris di perusahaan atau organisasi. Pelatihan ini akan membantu mereka dalam menggunakan sistem untuk memantau dan mengelola stok ATK secara efisien. Manajer Pengadaan Manajer yang terlibat dalam proses pembelian dan pengadaan alat tulis kantor perlu memahami bagaimana menggunakan sistem untuk merencanakan pembelian dan mengelola anggaran secara lebih efektif. Tim IT/Support Sistem Tim yang bertanggung jawab atas implementasi, pemeliharaan, dan pemecahan masalah sistem informasi di organisasi. Pelatihan ini akan membantu mereka dalam memahami bagaimana sistem informasi pengelolaan ATK bekerja, serta cara mendukung pengguna lain. Karyawan yang Menggunakan ATK Secara Rutin Setiap karyawan yang terlibat dalam penggunaan alat tulis kantor secara rutin perlu memahami cara melaporkan penggunaan ATK dan menggunakan sistem untuk mencatat atau memesan alat tulis kantor yang dibutuhkan. Manajer Operasional Mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan operasional sehari-hari di perusahaan. Pelatihan ini penting untuk membantu manajer dalam memantau penggunaan dan pengelolaan alat tulis kantor secara keseluruhan dan membuat keputusan berbasis data yang lebih baik. Pihak Keuangan dan Akuntansi Staf yang terlibat dalam pelaporan dan pengelolaan anggaran terkait dengan pengadaan alat tulis kantor. Dengan pelatihan ini, mereka dapat memantau pengeluaran dan memastikan anggaran digunakan secara efektif. Pimpinan atau Manajemen Tingkat Atas Manajer atau pemimpin perusahaan yang ingin memahami bagaimana sistem informasi dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan ATK di organisasi mereka. Pelatihan ini akan memberikan wawasan tentang manfaat jangka panjang penggunaan teknologi dalam pengelolaan sumber daya. Pemateri/ Trainer Pelatihan Sistem Informasi Pengelolaan Alat Tulis Kantor Di Era Modern Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Sistem Pengelolaan Atk Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Keamanan Informasi Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September…
Read more


June 11, 2025 0
TRAINING SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN

TRAINING SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN

TRAINING SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN   DESKRIPSI TRAINING SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN Pelatihan Systems Analysis and Design sangat penting dalam pengembangan sistem informasi yang efektif dan efisien. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan bagaimana menganalisis kebutuhan pengguna dan merancang solusi yang tepat untuk memecahkan masalah bisnis. Proses analisis yang matang membantu mengidentifikasi kelemahan dan peluang dalam sistem yang ada, sementara desain sistem yang baik memastikan integrasi yang mulus dan keberlanjutan dalam operasional organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait, seperti pengembang dan pemangku kepentingan, sehingga memastikan solusi yang dikembangkan benar-benar memenuhi kebutuhan dan tujuan bisnis yang telah ditetapkan. TUJUAN PELATIHAN SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN Tujuan pelatihan Systems Analysis and Design adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang teknik dan metodologi yang digunakan dalam menganalisis dan merancang sistem informasi. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengidentifikasi masalah yang ada dalam sistem saat ini, mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan pengguna, serta merancang solusi yang tepat dan efisien. Selain itu, tujuan lain dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dalam mendokumentasikan spesifikasi sistem, mengelola proyek pengembangan sistem, dan memastikan bahwa solusi yang dirancang dapat diimplementasikan dengan sukses dan memenuhi kebutuhan bisnis. Pelatihan ini juga bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis yang terus berkembang. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN Pengenalan Sistem Informasi dan Pengembangan Sistem Definisi dan komponen sistem informasi Jenis-jenis sistem informasi dalam organisasi Siklus hidup pengembangan sistem (SDLC) Proses Sistem Analisis Pengumpulan data dan informasi (Wawancara, survei, observasi, studi dokumen) Identifikasi masalah dan peluang dalam sistem Analisis kebutuhan pengguna Pemetaan alur proses bisnis Model dan Metode Analisis Sistem Diagram alur data (Data Flow Diagram/DFD) Entity Relationship Diagram (ERD) Use Case Diagram Diagram alir proses (Flowchart) Perancangan Sistem Desain arsitektur sistem Desain basis data dan struktur data Desain antarmuka pengguna (User Interface) Desain alur kontrol dan proses sistem Pengujian dan Evaluasi Sistem Teknik pengujian sistem (Unit Testing, Integration Testing, User Acceptance Testing) Evaluasi sistem terhadap kebutuhan dan tujuan bisnis Dokumentasi hasil pengujian dan umpan balik pengguna Manajemen Proyek Pengembangan Sistem Perencanaan dan pengorganisasian proyek Penjadwalan dan anggaran Pengelolaan risiko dalam pengembangan sistem Pengelolaan tim pengembang Perkenalan dengan Metodologi Pengembangan Sistem Waterfall Model Prototype Model Spiral Model Agile Methodology (Scrum, Kanban) Implementasi dan Pemeliharaan Sistem Proses implementasi dan migrasi sistem Pelatihan pengguna dan dokumentasi sistem Pemeliharaan dan pembaruan sistem Manajemen perubahan dan pengelolaan versi sistem Tantangan dan Tren Terkini dalam Sistem Analisis dan Desain Big Data dan Sistem Informasi Pengembangan sistem berbasis Cloud Kecerdasan buatan dan sistem berbasis AI Keamanan sistem informasi Studi Kasus dan Latihan Praktis Menganalisis kasus nyata dalam pengembangan sistem Menerapkan teknik analisis dan desain pada proyek simulasi PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN Analis Sistem Analis sistem yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan merancang solusi teknologi yang efektif, akan sangat diuntungkan dengan pelatihan ini. Mereka perlu memiliki keterampilan dalam mengumpulkan data, menganalisis masalah, dan merancang sistem yang sesuai. Pengembang Perangkat Lunak (Software Developers) Pengembang perangkat lunak yang terlibat dalam proses desain dan implementasi sistem akan mendapat manfaat dari pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana merancang sistem yang efektif sesuai dengan analisis kebutuhan yang telah dilakukan. Manajer Proyek IT Manajer proyek yang mengawasi pengembangan dan implementasi sistem informasi perlu memahami metodologi analisis dan desain untuk memastikan proyek berjalan lancar, sesuai anggaran, dan dalam batas waktu yang ditentukan. Arsitek Sistem Arsitek sistem yang bertanggung jawab untuk merancang struktur teknis dan infrastruktur dari sebuah sistem juga membutuhkan pelatihan ini untuk memastikan desain sistem yang efektif dan dapat diskalakan. Pemangku Kepentingan Bisnis Pemangku kepentingan atau perwakilan bisnis yang terlibat dalam perencanaan dan pembuatan keputusan terkait sistem informasi juga dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana sistem dirancang dan bagaimana teknologi dapat mendukung tujuan bisnis mereka. Administrator Sistem Administrator sistem yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan operasional sistem akan mendapat manfaat dari pemahaman mendalam tentang desain dan analisis sistem untuk memastikan bahwa sistem yang ada berfungsi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan yang berkembang. Konsultan IT Konsultan IT yang memberikan nasihat kepada organisasi tentang pengembangan dan penerapan sistem informasi perlu memahami teknik analisis dan desain sistem untuk memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis klien. Mahasiswa dan Pendidik di Bidang Teknologi Informasi Mahasiswa yang mengambil jurusan teknologi informasi atau bidang terkait, serta pendidik yang mengajarkan topik ini, membutuhkan pelatihan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang proses pengembangan sistem yang baik dan benar. Pemateri/ Trainer Pelatihan Systems Analysis And Design Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Perancangan Sistem Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengembangan Sistem Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengembangan Sistem Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung…
Read more


June 1, 2025 0
TRAINING SOFTWARE TESTING FOUNDATION

TRAINING SOFTWARE TESTING FOUNDATION

TRAINING SOFTWARE TESTING FOUNDATION   DESKRIPSI TRAINING SOFTWARE TESTING FOUNDATION Pelatihan Software Testing Foundation sangat penting dalam memastikan kualitas perangkat lunak yang dihasilkan. Dengan pelatihan ini, peserta akan memahami konsep dasar pengujian perangkat lunak, termasuk teknik-teknik pengujian manual dan otomatis, serta cara mengidentifikasi dan menangani bug atau masalah dalam aplikasi. Selain itu, pelatihan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya dokumentasi pengujian, manajemen risiko, serta berbagai metodologi pengujian yang digunakan di industri. Dengan memiliki pengetahuan dasar yang kuat dalam software testing, individu dan tim pengembangan perangkat lunak dapat mengurangi kesalahan, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan produk yang lebih handal serta memenuhi harapan pengguna. TUJUAN PELATIHAN SOFTWARE TESTING FOUNDATION Meningkatkan Pemahaman Tentang Pengujian: Membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang berbagai teknik dan metodologi pengujian perangkat lunak, seperti pengujian fungsional, pengujian regresi, dan pengujian keamanan. Mengidentifikasi Bug dan Masalah pada Perangkat Lunak: Melatih peserta untuk mampu mendeteksi dan menganalisis bug serta masalah pada perangkat lunak sejak awal pengembangan, untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi: Mengajarkan peserta cara mendokumentasikan dan mengkomunikasikan hasil pengujian secara efektif kepada tim pengembang, manajer proyek, dan pemangku kepentingan lainnya. Meningkatkan Kualitas Produk: Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam memastikan perangkat lunak yang dihasilkan bebas dari kesalahan dan memiliki performa yang optimal, sehingga meningkatkan kepuasan pengguna akhir. Mempersiapkan Sertifikasi: Mempersiapkan peserta untuk sertifikasi internasional dalam bidang pengujian perangkat lunak, seperti ISTQB Foundation Level, yang dapat meningkatkan kredibilitas dan peluang karier di industri TI. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SOFTWARE TESTING FOUNDATION 1. Pengenalan Pengujian Perangkat Lunak (Software Testing) Definisi dan tujuan pengujian perangkat lunak Pentingnya pengujian dalam siklus hidup perangkat lunak Jenis-jenis pengujian: manual vs otomatis Peran pengujian dalam memastikan kualitas perangkat lunak 2. Dasar-Dasar Pengujian Perangkat Lunak Prinsip dasar pengujian perangkat lunak Pengujian tidak dapat sepenuhnya mengidentifikasi semua bug Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kesalahan, bukan untuk membuktikan aplikasi bebas kesalahan Proses pengujian: perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan 3. Tahapan Pengujian Perangkat Lunak Pengujian pada tahap pengembangan: Unit testing, Integration testing Pengujian pada tahap sistem: System testing, Acceptance testing Pengujian non-fungsional: Performance testing, Security testing Pengujian regresi dan pengujian ulang 4. Teknik Pengujian Pengujian fungsional vs pengujian non-fungsional Teknik pengujian: Black-box testing, White-box testing, Grey-box testing Teknik pengujian berbasis risiko dan berbasis spesifikasi Exploratory testing dan ad-hoc testing 5. Metodologi Pengujian Waterfall, Agile, dan DevOps: pendekatan pengujian dalam berbagai metodologi pengembangan perangkat lunak Pengujian dalam konteks pengembangan Agile (Scrum, Kanban) Continuous Testing dalam DevOps 6. Perencanaan Pengujian Menyusun rencana pengujian (Test Plan) Menyusun desain kasus uji (Test Case Design) Penentuan kriteria keberhasilan dan kegagalan pengujian Estimasi waktu dan sumber daya untuk pengujian 7. Alat dan Teknologi Pengujian Pengujian manual vs otomatis Penggunaan alat otomatisasi pengujian (misalnya Selenium, JUnit) Alat untuk manajemen pengujian dan pelaporan (misalnya TestRail, Jira) 8. Pelaporan Hasil Pengujian Menyusun laporan pengujian yang efektif Melaporkan temuan, bug, dan isu selama pengujian Cara mengkomunikasikan hasil pengujian kepada pemangku kepentingan 9. Pengujian di Lingkungan Agile dan DevOps Pengujian berkelanjutan dalam lingkungan Agile dan DevOps Kolaborasi antara penguji, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya Praktik pengujian dalam Continuous Integration dan Continuous Deployment (CI/CD) 10. Kualitas Perangkat Lunak dan Manajemen Risiko Hubungan antara pengujian dan kualitas perangkat lunak Identifikasi dan mitigasi risiko dalam pengujian Pengujian berbasis risiko dan pentingnya penentuan prioritas 11. Persiapan Sertifikasi ISTQB Foundation Level Persyaratan dan struktur ujian ISTQB Foundation Level Tips dan teknik untuk mempersiapkan ujian sertifikasi Materi penting yang perlu dipelajari untuk sertifikasi ISTQB 12. Penutupan dan Tinjauan Review keseluruhan materi pelatihan Diskusi dan tanya jawab Langkah-langkah berikutnya dalam pengembangan karier pengujian perangkat lunak PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SOFTWARE TESTING FOUNDATION Software Tester (Penguji Perangkat Lunak) Deskripsi: Individu yang bertanggung jawab untuk melakukan pengujian perangkat lunak guna memastikan kualitasnya. Pelatihan ini akan membantu mereka memahami teknik pengujian, perencanaan, dan pelaporan yang efektif. Software Developer (Pengembang Perangkat Lunak) Deskripsi: Meskipun pengembang fokus pada pengkodean, mereka perlu memahami pengujian untuk menulis kode yang lebih berkualitas dan dapat diuji. Pelatihan ini membantu mereka memahami pengujian dari perspektif penguji dan mengintegrasikan pengujian ke dalam siklus pengembangan. Quality Assurance (QA) Engineer Deskripsi: QA Engineer yang bertanggung jawab untuk menjaga standar kualitas perangkat lunak dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pengujian dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas produk. Project Manager atau Team Lead Deskripsi: Manajer proyek atau pemimpin tim yang perlu memahami pengujian untuk merencanakan dan mengelola proyek perangkat lunak dengan lebih baik. Pelatihan ini memberi mereka pemahaman tentang pengujian, estimasi sumber daya, dan pengelolaan risiko yang terkait dengan kualitas perangkat lunak. Business Analyst (Analis Bisnis) Deskripsi: Analis bisnis yang bekerja dengan pengembang untuk mendefinisikan persyaratan perangkat lunak akan memperoleh manfaat dari pelatihan ini untuk memahami bagaimana persyaratan mereka diuji dan dipastikan sesuai dengan harapan klien atau pengguna. System Administrator atau DevOps Engineer Deskripsi: Mereka yang terlibat dalam pengelolaan infrastruktur dan pengujian integrasi perangkat lunak dapat memanfaatkan pengetahuan dari pelatihan ini untuk memastikan bahwa pengujian dilakukan secara efektif dalam lingkungan produksi atau pengembangan berkelanjutan. Fresh Graduates atau Pemula di Industri TI Deskripsi: Lulusan baru atau mereka yang baru memasuki dunia pengujian perangkat lunak akan mendapatkan dasar yang kuat dalam pengujian perangkat lunak, yang bisa membantu mereka memahami peran mereka dan beradaptasi dengan cepat di tempat kerja. Profesional yang Ingin Beralih Karier ke Software Testing Deskripsi: Individu yang ingin beralih karier dari bidang lain ke dunia pengujian perangkat lunak dapat memperoleh pemahaman dasar dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai karier baru di bidang ini. Stakeholders atau Pemangku Kepentingan dalam Proyek Perangkat Lunak Deskripsi: Pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek pengembangan perangkat lunak (misalnya, manajer produk, klien, atau pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan) juga akan mendapat manfaat untuk memahami pentingnya pengujian dan kualitas perangkat lunak. Pemateri/ Trainer Pelatihan Software Testing Foundation Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Teknik Pengujian Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari…
Read more


May 29, 2025 0
TRAINING SOFTWARE QUALITY ASSURANCE

TRAINING SOFTWARE QUALITY ASSURANCE

TRAINING SOFTWARE QUALITY ASSURANCE   DESKRIPSI TRAINING SOFTWARE QUALITY ASSURANCE Pelatihan Software Quality Assurance (QA) sangat penting untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan memiliki kualitas yang tinggi, aman, dan bebas dari bug atau kesalahan yang dapat merugikan pengguna. Dengan pelatihan QA, para profesional dapat memahami berbagai teknik pengujian perangkat lunak, mulai dari pengujian fungsional hingga pengujian performa dan keamanan. Ini membantu mereka untuk mendeteksi masalah sejak dini dalam siklus pengembangan, yang mengurangi biaya perbaikan di tahap akhir. Selain itu, pelatihan QA juga meningkatkan efisiensi tim pengembang dengan memastikan bahwa perangkat lunak yang dirilis memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan meningkatkan reputasi perusahaan. TUJUAN PELATIHAN SOFTWARE QUALITY ASSURANCE Meningkatkan Keterampilan Pengujian: Peserta akan belajar berbagai jenis pengujian, termasuk pengujian fungsional, pengujian keamanan, dan pengujian kinerja, untuk memastikan perangkat lunak bebas dari cacat. Meningkatkan Efisiensi Proses Pengembangan: Dengan memahami prinsip QA, peserta dapat membantu tim pengembang mendeteksi masalah lebih awal, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk perbaikan. Menjamin Kepuasan Pengguna: Pelatihan QA membantu dalam menciptakan perangkat lunak yang lebih stabil dan mudah digunakan, yang pada gilirannya meningkatkan pengalaman pengguna. Meningkatkan Kolaborasi Tim: Pelatihan ini mendorong kolaborasi yang lebih baik antara tim pengembang dan penguji, memastikan kualitas perangkat lunak lebih mudah dicapai melalui kerja sama yang efektif. Meningkatkan Reputasi Perusahaan: Dengan menghasilkan produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi, perusahaan dapat membangun reputasi yang baik di mata pengguna dan klien. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SOFTWARE QUALITY ASSURANCE Pengenalan Software Quality Assurance (QA) Definisi dan tujuan QA Pentingnya QA dalam pengembangan perangkat lunak Peran QA dalam siklus hidup perangkat lunak Proses dan Metodologi QA Model pengembangan perangkat lunak (Waterfall, Agile, DevOps) Pengujian berbasis risiko dan pengujian berbasis spesifikasi Siklus hidup pengujian perangkat lunak (Software Testing Life Cycle) Jenis-Jenis Pengujian Perangkat Lunak Pengujian fungsional (Functional Testing) Pengujian non-fungsional (Non-Functional Testing) Pengujian kinerja (Performance Testing) Pengujian keamanan (Security Testing) Pengujian regresi dan pengujian integrasi Pengujian sistem dan pengujian penerimaan pengguna (User Acceptance Testing – UAT) Teknik Pengujian Pengujian manual vs. pengujian otomatis Pengujian berbasis skenario dan pengujian berbasis data Teknik-teknik pengujian (Boundary Value Analysis, Equivalence Partitioning, dan lainnya) Alat Pengujian (Testing Tools) Pengenalan alat pengujian manual dan otomatis (misalnya Selenium, JUnit, TestComplete) Alat untuk pengujian kinerja (misalnya LoadRunner, JMeter) Alat untuk pengujian keamanan (misalnya OWASP ZAP, Burp Suite) Pengujian di Lingkungan Agile dan DevOps Peran QA dalam metodologi Agile (Scrum, Kanban) Integrasi pengujian dalam pipeline DevOps Continuous Testing dan Continuous Integration (CI/CD) Manajemen Defek dan Pelaporan Hasil Pengujian Proses pelaporan defek (bug tracking) Sistem manajemen pengujian (misalnya JIRA, TestRail) Pengukuran kualitas perangkat lunak (metric dan KPI dalam QA) Automasi Pengujian Pengertian dan manfaat otomatisasi pengujian Proses dan strategi otomatisasi pengujian Penentuan kriteria untuk pengujian otomatis vs. manual Kualitas dan Standar QA Standar internasional untuk QA (ISO 9001, IEEE) Kepatuhan terhadap standar dan regulasi industri (GDPR, HIPAA, dll.) Best practices dalam QA Tantangan dan Tren Terbaru dalam QA QA dalam era teknologi baru (AI, Machine Learning, IoT) Pengujian untuk aplikasi mobile dan cloud Tantangan pengujian dalam tim yang terdistribusi Studi Kasus dan Praktikum Simulasi pengujian perangkat lunak nyata Diskusi studi kasus QA dari industri Praktek langsung menggunakan alat pengujian Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Evaluasi hasil pelatihan Diskusi dan sesi tanya jawab Sertifikat kelulusan dan tindak lanjut pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SOFTWARE QUALITY ASSURANCE Pengembang Perangkat Lunak (Software Developers) Pengembang perangkat lunak perlu memahami praktik QA untuk menulis kode yang lebih bersih, efisien, dan dapat diuji dengan mudah. Pelatihan QA membantu mereka bekerja lebih erat dengan tim pengujian dan memahami pentingnya kualitas dalam pengembangan. Quality Assurance Engineers QA engineers adalah pihak yang langsung bertanggung jawab untuk menguji perangkat lunak. Mereka membutuhkan pelatihan untuk menguasai teknik pengujian terbaru, alat pengujian otomatis, serta metodologi yang digunakan untuk memastikan kualitas perangkat lunak. Manajer Proyek IT (IT Project Managers) Manajer proyek perlu memahami proses QA untuk mengelola tim pengembangan dengan efektif dan memastikan kualitas perangkat lunak selama siklus pengembangan. Pelatihan QA membantu mereka memanage risiko dan jadwal pengujian dengan lebih baik. Business Analysts (BA) Business analysts bertugas untuk memahami kebutuhan pengguna dan mendefinisikan spesifikasi perangkat lunak. Pelatihan QA memberi mereka wawasan tentang bagaimana spesifikasi yang baik dapat mempengaruhi kualitas perangkat lunak dan bagaimana memastikan bahwa persyaratan fungsional diuji dengan benar. Product Managers Product managers perlu memahami bagaimana kualitas perangkat lunak memengaruhi kepuasan pengguna dan kesuksesan produk. Pelatihan QA membantu mereka memahami pengujian pengguna dan pengujian penerimaan pengguna (UAT) untuk memastikan produk yang mereka rencanakan memenuhi harapan pasar. DevOps Engineers DevOps engineers berperan dalam mengotomatisasi pengujian dan integrasi dalam pipeline CI/CD (Continuous Integration/Continuous Delivery). Pelatihan QA membantu mereka memahami cara mengintegrasikan pengujian otomatis ke dalam siklus pengembangan perangkat lunak dengan lebih efektif. Tester dan Automation Testers Pengujian perangkat lunak (manual dan otomatis) adalah tugas utama mereka. Pelatihan QA memberikan keterampilan yang diperlukan untuk menguji perangkat lunak secara efektif, baik secara manual maupun dengan alat otomatis. Tim Support dan Customer Service Tim ini harus memiliki pemahaman dasar tentang kualitas perangkat lunak untuk menangani keluhan pengguna dengan lebih baik, serta memberikan umpan balik yang berguna untuk tim pengembangan. Perusahaan yang Mengadopsi Agile dan DevOps Organisasi yang mengimplementasikan metodologi Agile dan DevOps membutuhkan pelatihan QA untuk memastikan pengujian dilakukan secara berkelanjutan dan efektif sepanjang siklus pengembangan perangkat lunak. Pemateri/ Trainer Pelatihan Software Quality Assurance Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Quality Assurance Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Standar Qa Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok…
Read more


May 29, 2025 0
TRAINING SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT

TRAINING SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT

TRAINING SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT   DESKRIPSI TRAINING SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT Pelatihan Security Vulnerability Assessment sangat penting untuk meningkatkan kemampuan para profesional keamanan dalam mengidentifikasi dan mengatasi kerentanannya sistem. Dengan pelatihan ini, peserta akan dibekali keterampilan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mengingat ancaman siber yang terus berkembang, pemahaman mendalam mengenai teknik-teknik analisis kerentanannya menjadi sangat krusial untuk melindungi aset dan data sensitif organisasi. Selain itu, pelatihan ini membantu memperkuat budaya keamanan siber dalam perusahaan, mencegah potensi serangan, serta memastikan bahwa langkah mitigasi yang tepat dapat diterapkan untuk meminimalisir risiko dan dampak yang mungkin terjadi. TUJUAN PELATIHAN SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT Tujuan pelatihan Security Vulnerability Assessment adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengatasi kerentanannya pada sistem dan infrastruktur teknologi informasi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap potensi celah keamanan yang ada, memahami alat dan teknik yang digunakan dalam proses assessment, serta dapat menyusun rencana mitigasi yang efektif untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kerentanan tersebut. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber dan memberi kemampuan praktis bagi individu atau tim untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data organisasi. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT Pendahuluan tentang Keamanan Siber Definisi dan pentingnya keamanan siber Jenis-jenis ancaman dan serangan siber Peran Security Vulnerability Assessment dalam menjaga keamanan Pengenalan Vulnerability Assessment Apa itu Vulnerability Assessment? Tujuan dan manfaat dari Vulnerability Assessment Perbedaan antara Vulnerability Assessment dan Penetration Testing Proses Vulnerability Assessment Langkah-langkah dasar dalam melakukan Vulnerability Assessment Identifikasi dan pemetaan aset yang akan dievaluasi Menentukan cakupan dan skala penilaian Alat dan Teknik dalam Vulnerability Assessment Penggunaan alat otomasi (Nessus, OpenVAS, Nexpose, dll.) Teknik pemindaian dan analisis kerentanannya Pemanfaatan vulnerability database (CVE, NVD) Kategori Kerentanannya dan Dampaknya Jenis-jenis kerentanannya: misalnya, kerentanannya aplikasi web, sistem operasi, jaringan Klasifikasi tingkat keparahan (CVSS Score) Dampak dari kerentanannya terhadap bisnis dan data organisasi Penilaian dan Analisis Kerentanannya Menilai temuan hasil pemindaian Menganalisis potensi risiko dan dampaknya Mengidentifikasi false positives dan false negatives Manajemen Risiko dan Mitigasi Kerentanannya Strategi mitigasi dan perbaikan kerentanannya Penyusunan laporan dan rekomendasi perbaikan Pengelolaan patching dan update untuk mengurangi kerentanannya Best Practices dalam Vulnerability Assessment Rekomendasi dan praktik terbaik dalam melakukan evaluasi kerentanannya Pengintegrasian Vulnerability Assessment dalam kebijakan keamanan Menjaga keberlanjutan evaluasi dan perbaikan kerentanannya Studi Kasus dan Simulasi Simulasi langsung penilaian kerentanannya menggunakan alat tertentu Pembahasan studi kasus dari dunia nyata mengenai kerentanannya Diskusi kelompok untuk menganalisis temuan dan solusi Tantangan dan Tren Terbaru dalam Keamanan Ancaman dan kerentanannya yang sedang berkembang Tren terbaru dalam teknologi dan serangan siber Persiapan untuk menghadapi ancaman di masa depan Ujian dan Evaluasi Akhir Penilaian pemahaman peserta tentang materi yang telah diajarkan Evaluasi praktik dan penguasaan alat analisis kerentanannya PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SECURITY VULNERABILITY ASSESSMENT Profesional Keamanan Siber (Cyber Security Professionals) Untuk meningkatkan keterampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menangani kerentanannya di sistem dan aplikasi yang ada. Tim IT dan Sistem Administrator Untuk memahami cara melakukan penilaian kerentanannya di infrastruktur jaringan, server, dan sistem yang dikelola, serta mengetahui bagaimana cara memperbaikinya. Pengembang Aplikasi (Software Developers) Agar dapat memahami potensi kerentanannya pada aplikasi yang mereka buat, serta mengetahui cara mencegahnya melalui kode yang aman dan proses pengujian yang tepat. Manajer Keamanan TI (IT Security Managers) Untuk memahami gambaran umum dan strategi yang lebih baik dalam pengelolaan risiko serta menyusun kebijakan keamanan berbasis penilaian kerentanannya. Auditor Keamanan dan Compliance Officer Untuk memastikan bahwa organisasi telah melaksanakan penilaian kerentanannya secara rutin dan sesuai dengan standar serta peraturan yang berlaku. Peneliti Keamanan (Security Researchers) Untuk memperdalam teknik dan metodologi dalam menemukan dan mengatasi kerentanannya, serta mengikuti tren terbaru dalam dunia keamanan siber. CISO (Chief Information Security Officer) dan Tim Manajemen Risiko Agar dapat menyusun strategi keamanan yang lebih komprehensif dan melakukan penilaian risiko yang berbasis pada kerentanannya di seluruh infrastruktur organisasi. Konsultan Keamanan TI Untuk memperluas kemampuan mereka dalam membantu organisasi lain melakukan audit dan evaluasi keamanan secara menyeluruh. Tim Respon Insiden (Incident Response Teams) Agar dapat lebih siap dalam menghadapi dan mengatasi ancaman dengan pemahaman yang lebih baik tentang titik-titik kerentanannya yang mungkin dieksploitasi oleh pelaku ancaman. Pihak yang Terlibat dalam Transformasi Digital dan Cloud Computing Agar dapat mengenali potensi kerentanannya dalam adopsi teknologi baru seperti cloud, IoT (Internet of Things), dan aplikasi berbasis web. Pemateri/ Trainer Pelatihan Security Vulnerability Assessment Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Vulnerability Assessment Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Manajemen Risiko Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Manajemen Risiko Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam :…
Read more


May 26, 2025 0
TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS

TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS

TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS   DESKRIPSI TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS Pelatihan Security Risk Assessment for Leaders sangat penting untuk meningkatkan kemampuan para pemimpin dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko keamanan di organisasi. Dalam dunia yang semakin terhubung dan kompleks, ancaman terhadap keamanan fisik maupun siber semakin beragam. Pelatihan ini membantu para pemimpin memahami berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi operasi bisnis, serta mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Dengan memiliki pemahaman yang mendalam tentang penilaian risiko, para pemimpin dapat membuat keputusan yang lebih tepat, mengurangi kerugian akibat insiden keamanan, serta memastikan kelangsungan operasional organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat kepemimpinan dalam menghadapi situasi darurat dan mendorong budaya kesadaran keamanan di seluruh tim. TUJUAN PELATIHAN SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS Meningkatkan Kemampuan Pengambilan Keputusan: Membantu pemimpin dalam membuat keputusan yang lebih informasional dan tepat terkait dengan risiko yang dapat memengaruhi kelangsungan organisasi. Mengidentifikasi Potensi Ancaman: Memberikan wawasan tentang cara mengidentifikasi dan menganalisis berbagai ancaman yang mungkin terjadi, baik yang bersifat fisik, teknis, maupun operasional. Mengembangkan Strategi Mitigasi: Menyusun rencana mitigasi untuk mengurangi dampak risiko dan ancaman yang terdeteksi, serta menciptakan kebijakan keamanan yang lebih proaktif. Memperkuat Kepemimpinan Keamanan: Meningkatkan peran pemimpin dalam menciptakan budaya kesadaran keamanan di dalam organisasi dan memastikan keterlibatan semua pihak dalam upaya pengelolaan risiko. Meningkatkan Respons terhadap Insiden Keamanan: Memberikan pemahaman tentang cara merespons secara efektif terhadap insiden yang terjadi, guna meminimalisir kerugian dan mengembalikan keadaan normal dengan cepat. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS Pendahuluan tentang Keamanan dan Risiko Definisi dan konsep dasar keamanan. Pentingnya penilaian risiko dalam organisasi. Peran pemimpin dalam manajemen risiko keamanan. Jenis-jenis Risiko Keamanan Risiko fisik: ancaman terhadap fasilitas dan infrastruktur. Risiko siber: ancaman terhadap data dan sistem digital. Risiko operasional: gangguan dalam proses bisnis. Risiko reputasi: dampak ancaman terhadap citra organisasi. Proses Penilaian Risiko Identifikasi risiko: mengenali potensi ancaman dan kerentanannya. Penilaian dampak dan probabilitas risiko. Klasifikasi dan prioritas risiko. Alat dan teknik untuk penilaian risiko (misalnya, matriks risiko, analisis SWOT). Strategi Mitigasi Risiko Pengembangan kebijakan keamanan. Pembentukan prosedur mitigasi dan kontinjensi. Penerapan kontrol pencegahan (preventive) dan deteksi (detective). Perencanaan pemulihan bencana (disaster recovery). Manajemen Krisis dan Respons Insiden Menyusun rencana tanggap darurat. Protokol komunikasi dalam situasi darurat. Peran pemimpin dalam pengambilan keputusan cepat. Evaluasi dan pembelajaran setelah insiden keamanan. Peran Kepemimpinan dalam Membangun Budaya Keamanan Kepemimpinan yang mengutamakan kesadaran keamanan. Pelibatan seluruh karyawan dalam pengelolaan risiko. Pengembangan pelatihan dan edukasi berkelanjutan tentang keamanan. Studi Kasus dan Diskusi Analisis kasus nyata dari organisasi yang menghadapi ancaman atau insiden. Diskusi kelompok untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. Evaluasi dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Penilaian pemahaman peserta terhadap materi. Penyusunan rencana tindak lanjut implementasi manajemen risiko di organisasi masing-masing. PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SECURITY RISK ASSESSMENT FOR LEADERS Eksekutif dan Manajemen Puncak CEO, Direktur Utama, dan para eksekutif senior lainnya yang bertanggung jawab atas kebijakan strategis dan pengambilan keputusan terkait risiko organisasi secara keseluruhan. Manajer Keamanan dan Risiko Kepala Departemen Keamanan, Manajer Risiko, atau mereka yang bertanggung jawab untuk menilai dan mengelola risiko di tingkat operasional dan strategis. Pemimpin Tim dan Departemen Manajer atau kepala departemen yang memiliki peran dalam memimpin tim dan menangani aspek keamanan di area seperti TI, infrastruktur, atau operasional. Profesional TI dan Keamanan Siber Profesional yang bertanggung jawab dalam melindungi data, sistem informasi, dan infrastruktur TI dari ancaman siber dan risiko teknologi lainnya. Manajer Keuangan dan Audit Manajer atau eksekutif yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya organisasi, anggaran, serta pemantauan dan pelaporan terkait risiko finansial dan keamanan aset. Tim Krisis dan Manajemen Bencana Anggota tim yang bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan strategi pemulihan bencana, baik dalam konteks keamanan fisik maupun siber. Staf Hukum dan Kepatuhan Pengacara, staf hukum, dan tim kepatuhan yang menangani aspek hukum dan peraturan terkait dengan pengelolaan risiko keamanan, termasuk perlindungan data dan kepatuhan terhadap regulasi. Pejabat Pemerintahan dan Organisasi Publik Pemimpin di lembaga pemerintah atau organisasi publik yang perlu memahami dan mengelola risiko keamanan dalam konteks layanan publik dan perlindungan warga. Konsultan Keamanan dan Profesional Independen Konsultan yang memberikan nasihat atau layanan terkait manajemen risiko dan keamanan, baik di sektor publik maupun swasta. Pemateri/ Trainer Pelatihan Security Risk Assessment For Leaders Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Proses Penilaian Risiko Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Strategi Mitigasi Risiko Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Strategi Mitigasi Risiko Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan…
Read more


May 26, 2025 0
TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT

TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT

TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT   DESKRIPSI TRAINING SECURITY RISK ASSESSMENT Pelatihan Security Risk Assessment sangat penting untuk memastikan organisasi dapat mengidentifikasi, menilai, dan mengelola potensi ancaman terhadap sistem dan data yang dimilikinya. Dengan pelatihan ini, karyawan atau profesional keamanan dapat memahami berbagai jenis risiko yang dapat mempengaruhi operasi perusahaan, mulai dari ancaman siber hingga risiko fisik. Pengetahuan ini memungkinkan mereka untuk membuat strategi mitigasi yang tepat guna mengurangi kerugian yang mungkin terjadi. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kemampuan untuk merancang kebijakan keamanan yang lebih efektif, memperkuat pertahanan sistem, dan menjaga keberlanjutan operasional organisasi. Oleh karena itu, Security Risk Assessment menjadi kunci dalam membangun budaya keamanan yang proaktif dan responsif. TUJUAN PELATIHAN SECURITY RISK ASSESSMENT Tujuan pelatihan Security Risk Assessment adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko keamanan yang dapat mengancam aset dan operasional organisasi. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat melakukan penilaian risiko secara sistematis, menentukan potensi ancaman dan kerentanannya, serta merancang strategi mitigasi yang efektif untuk meminimalkan dampak dari risiko yang teridentifikasi. Selain itu, tujuan lainnya adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya perlindungan data dan informasi, serta membekali peserta dengan alat dan teknik yang diperlukan untuk mengimplementasikan kebijakan dan prosedur keamanan yang lebih baik di lingkungan organisasi. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SECURITY RISK ASSESSMENT Pendahuluan tentang Keamanan dan Risiko Definisi keamanan informasi Pentingnya manajemen risiko dalam keamanan Jenis-jenis ancaman dan kerentanannya Prinsip Dasar Security Risk Assessment Tujuan dan manfaat dari Security Risk Assessment Proses dan metodologi Risk Assessment Keterkaitan antara keamanan fisik dan siber Identifikasi Aset dan Sumber Daya Mengidentifikasi aset kritis organisasi Menilai nilai dan pentingnya aset Klasifikasi informasi dan data sensitif Identifikasi dan Penilaian Ancaman Jenis-jenis ancaman (internal, eksternal, alam, manusia) Analisis ancaman dan dampaknya terhadap organisasi Studi kasus ancaman keamanan yang umum Analisis Kerentanannya Menilai kerentanan sistem dan infrastruktur Proses penilaian kerentanannya (misalnya, audit keamanan) Teknik untuk mendeteksi dan mengurangi kerentanannya Penilaian Dampak dan Kemungkinan Risiko Mengukur dampak potensial dari ancaman Menghitung kemungkinan terjadinya risiko Menentukan level risiko (low, medium, high) Penyusunan Rencana Mitigasi Risiko Strategi mitigasi risiko (menghindar, mengurangi, menerima, atau mentransfer) Pengelolaan kontrol keamanan Prioritas mitigasi berdasarkan hasil penilaian risiko Implementasi dan Pengawasan Keamanan Implementasi langkah mitigasi dan kontrol keamanan Pengawasan dan pemantauan risiko secara berkelanjutan Evaluasi dan pembaruan kebijakan keamanan Penyusunan Laporan Risiko Menyusun laporan hasil penilaian risiko Menyajikan rekomendasi mitigasi dan tindakan yang diambil Pemangku kepentingan dan pelaporan risiko Studi Kasus dan Simulasi Praktik Diskusi studi kasus terkait security risk assessment Simulasi identifikasi dan penilaian risiko Evaluasi hasil simulasi dan pembelajaran dari praktik Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Ringkasan materi yang telah dipelajari Evaluasi efektivitas pelatihan Tanya jawab dan diskusi penutupan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SECURITY RISK ASSESSMENT Profesional Keamanan Informasi Para ahli yang bertanggung jawab untuk mengelola kebijakan dan prosedur keamanan di organisasi, seperti Chief Information Security Officer (CISO), Security Analysts, dan Security Engineers. Manajer IT dan Sistem Manajer yang mengelola infrastruktur teknologi dan sistem informasi yang rentan terhadap ancaman, termasuk manajer jaringan, manajer aplikasi, dan manajer sistem. Tim Audit Keamanan dan Kepatuhan Auditor internal dan eksternal yang perlu mengevaluasi dan mengaudit risiko keamanan dalam organisasi serta memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi terkait. Pengelola Risiko Profesional yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko dalam organisasi, baik itu risiko teknis, operasional, maupun reputasional. Tim Manajemen Keamanan Fisik Mereka yang bertanggung jawab atas pengamanan fisik terhadap fasilitas dan aset organisasi, termasuk keamanan gedung dan akses kontrol. Pengelola Proyek TI Manajer proyek teknologi yang perlu memastikan bahwa risiko keamanan dipertimbangkan dalam pengembangan dan pelaksanaan proyek baru atau perubahan sistem. Pengembang Perangkat Lunak dan Aplikasi Developer yang bekerja dengan aplikasi dan sistem yang mungkin rentan terhadap serangan, yang perlu memahami bagaimana risiko dapat mempengaruhi aplikasi yang mereka kembangkan. Kepala Departemen atau Manajer Operasional Pemimpin departemen yang perlu mengelola dan mengurangi risiko yang dapat mempengaruhi operasi sehari-hari dan keberlanjutan bisnis. Pengguna Umum dengan Akses ke Sistem Sensitif Karyawan yang bekerja dengan data atau sistem yang sensitif dan perlu memahami risiko serta cara mengelola potensi ancaman di tempat kerja mereka. Konsultan dan Penyedia Layanan Keamanan Konsultan keamanan dan perusahaan penyedia layanan keamanan yang bekerja dengan berbagai organisasi untuk membantu menilai dan mengelola risiko. Pemateri/ Trainer Pelatihan Security Risk Assessment Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Analisis Kerentanannya Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Mitigasi Risiko Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Mitigasi Risiko Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan…
Read more


May 26, 2025 0
TRAINING SECURITY INCIDENT REPORT WRITING

TRAINING SECURITY INCIDENT REPORT WRITING

TRAINING SECURITY INCIDENT REPORT WRITING   DESKRIPSI TRAINING SECURITY INCIDENT REPORT WRITING Pelatihan Security Incident Report Writing sangat penting untuk meningkatkan kemampuan tim keamanan dalam mencatat dan melaporkan insiden dengan cara yang sistematis dan akurat. Laporan insiden yang ditulis dengan baik memungkinkan tim untuk menganalisis kejadian tersebut secara menyeluruh, mengidentifikasi penyebabnya, serta menentukan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Selain itu, laporan yang jelas dan terstruktur juga menjadi bukti penting dalam proses investigasi, audit, dan evaluasi. Dengan pelatihan ini, staf keamanan akan lebih siap dalam mendokumentasikan setiap detail insiden, yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan serta mencegah kejadian serupa di masa depan. TUJUAN PELATIHAN SECURITY INCIDENT REPORT WRITING Tujuan pelatihan Security Incident Report Writing adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam menyusun laporan insiden keamanan yang jelas, akurat, dan terstruktur. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu mendokumentasikan setiap kejadian secara detail, mulai dari identifikasi masalah hingga langkah-langkah penanganannya. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengkomunikasikan informasi teknis dengan cara yang mudah dipahami oleh berbagai pihak, termasuk manajemen dan pihak terkait lainnya. Dengan kemampuan tersebut, organisasi dapat meningkatkan respons terhadap insiden, mempercepat pemulihan, dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SECURITY INCIDENT REPORT WRITING Pengenalan Keamanan Informasi Definisi dan pentingnya keamanan informasi Jenis-jenis insiden keamanan yang umum terjadi Dampak insiden keamanan terhadap organisasi Pentingnya Laporan Insiden Keamanan Fungsi dan tujuan laporan insiden Peran laporan dalam proses mitigasi dan pemulihan Keterkaitan laporan insiden dengan audit dan investigasi Proses Penanganan Insiden Keamanan Identifikasi dan verifikasi insiden Langkah-langkah penanganan insiden Dokumentasi setiap langkah dalam proses penanganan Komponen Laporan Insiden Keamanan Judul laporan Deskripsi insiden (waktu, lokasi, tipe insiden) Dampak yang ditimbulkan Langkah-langkah yang diambil (penanggulangan dan pemulihan) Bukti pendukung (log, gambar, dll) Rekomendasi untuk pencegahan di masa depan Standar Penulisan Laporan Insiden Struktur laporan yang jelas dan terorganisir Penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami Pentingnya objektivitas dan akurasi dalam penulisan Studi Kasus dan Praktik Menganalisis laporan insiden dari kasus nyata Latihan menulis laporan insiden berdasarkan skenario yang diberikan Diskusi dan feedback atas laporan yang telah dibuat Etika dan Keamanan dalam Penulisan Laporan Menjaga kerahasiaan dan privasi data Perlunya keakuratan dan tidak menyembunyikan informasi penting Keamanan laporan dan akses yang terbatas Evaluasi dan Tindak Lanjut Cara mengevaluasi efektivitas laporan insiden Penggunaan laporan dalam pembelajaran dan peningkatan sistem keamanan Perbaikan berkelanjutan dalam proses pelaporan insiden Penutupan Kesimpulan pelatihan Tanya jawab dan diskusi terbuka Pembagian materi pelatihan dan sumber daya tambahan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SECURITY INCIDENT REPORT WRITING Tim Keamanan IT (IT Security Team) Anggota tim yang bertanggung jawab atas deteksi, pemantauan, dan penanggulangan insiden keamanan siber di dalam organisasi. Administrator Jaringan dan Sistem Mereka yang mengelola dan memelihara infrastruktur jaringan serta sistem yang rawan terhadap ancaman dan serangan siber. Analisis Keamanan (Security Analysts) Profesional yang mengawasi dan menganalisis potensi ancaman serta kejadian-kejadian yang dapat mengancam keamanan data dan sistem. Tim Respons Insiden (Incident Response Team) Anggota tim yang bertugas untuk merespons dan menangani insiden yang terjadi, serta memastikan bahwa laporan insiden ditulis dengan benar dan lengkap. Manajer Keamanan Informasi Pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kebijakan keamanan dan perlindungan data, serta supervisi terhadap penanganan insiden. Tim Forensik Digital (Digital Forensics Team) Profesional yang melakukan analisis forensik terhadap data untuk mengidentifikasi akar penyebab insiden keamanan dan mendukung investigasi lebih lanjut. Pengelola Risiko (Risk Managers) Mereka yang bertugas menilai dan mengelola risiko terhadap keamanan informasi dan insiden yang mungkin terjadi, serta menganalisis dampaknya. Tim Hukum dan Kepatuhan (Legal and Compliance Teams) Profesional yang memastikan bahwa laporan insiden memenuhi standar hukum dan kepatuhan yang berlaku, serta menjadi referensi dalam proses investigasi lebih lanjut. Tim Manajemen Manajer dan eksekutif yang perlu memahami laporan insiden untuk mengambil keputusan strategis mengenai tindakan yang harus diambil setelah insiden. Staf Pendukung (Support Staff) Karyawan yang mungkin terlibat langsung atau tidak langsung dalam penanganan insiden dan perlu dilatih untuk menulis laporan dengan baik dan akurat. Pemateri/ Trainer Pelatihan Security Incident Report Writing Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Laporan Insiden Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Struktur Laporan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Struktur Laporan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput…
Read more


May 25, 2025 0
TRAINING RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS)

TRAINING RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS)

TRAINING RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS)   DESKRIPSI TRAINING RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS) Pelatihan Records Management System (RMS) sangat penting untuk memastikan pengelolaan arsip dan dokumen perusahaan atau organisasi berjalan secara efisien dan terstruktur. Dengan adanya pelatihan RMS, para pegawai akan memahami cara yang tepat dalam menyimpan, mengakses, dan mengamankan data serta informasi penting yang berkaitan dengan operasional organisasi. Sistem ini membantu dalam mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan dokumen serta meminimalkan kesalahan manusia dalam pengelolaan informasi. Selain itu, pelatihan RMS juga meningkatkan produktivitas dan transparansi, memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta mempermudah pencarian informasi yang dibutuhkan dalam waktu singkat. Dengan demikian, pelatihan ini berperan besar dalam menjaga keberlanjutan operasional organisasi dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. TUJUAN PELATIHAN RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS) Tujuan pelatihan Records Management System (RMS) adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai cara yang tepat dalam mengelola, menyimpan, dan mengakses dokumen serta informasi penting dalam suatu organisasi. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua records dikelola dengan efisien, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, pelatihan RMS juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan sistem untuk meminimalkan risiko kehilangan data, mempercepat pencarian informasi, dan mengurangi kesalahan dalam pengelolaan arsip. Dengan tujuan tersebut, pelatihan ini juga bertujuan untuk mendukung transparansi, meningkatkan produktivitas organisasi, serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan standar pengelolaan arsip yang berlaku. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS) Pendahuluan Pengertian Records Management System (RMS) Pentingnya manajemen arsip dan dokumen dalam organisasi Tujuan dan manfaat pelatihan RMS Konsep Dasar Records Management Pengertian dan jenis-jenis records (fisik dan elektronik) Siklus hidup dokumen: pembuatan, penyimpanan, pengaksesan, dan penghancuran Klasifikasi dan pengkodean dokumen Prinsip Dasar Records Management Akurasi dan integritas data Kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan Keamanan informasi dan perlindungan data Implementasi Records Management System (RMS) Pemilihan dan penerapan RMS yang tepat Integrasi RMS dengan sistem lain dalam organisasi Proses dan prosedur pengelolaan arsip Teknologi dalam RMS Sistem digital vs sistem manual Penggunaan perangkat lunak RMS Keuntungan dan tantangan dalam penggunaan teknologi untuk manajemen arsip Proses Pengelolaan Dokumen Pengarsipan dan penyimpanan dokumen Pengamanan dan backup data Proses pemusnahan atau penghancuran arsip Kepatuhan dan Regulasi dalam RMS Regulasi yang berlaku dalam manajemen arsip (misalnya UU ITE, UU Kearsipan) Standar pengelolaan arsip internasional (ISO, DoD) Penanganan dokumen sensitif dan bernilai tinggi Praktik Terbaik dalam Records Management Best practices dalam pengelolaan dokumen fisik dan elektronik Pengendalian akses dan otorisasi pengguna Audit dan evaluasi sistem pengelolaan arsip Studi Kasus dan Diskusi Analisis kasus nyata terkait kesalahan pengelolaan arsip Pembelajaran dari kegagalan dan keberhasilan implementasi RMS Diskusi tentang tantangan dan solusi dalam manajemen arsip Penutupan dan Evaluasi Review materi pelatihan Tanya jawab dan klarifikasi Evaluasi dan umpan balik dari peserta pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN RECORDS MANAGEMENT SYSTEM (RMS) Manajer dan Staf Administrasi Mereka bertanggung jawab dalam pengelolaan arsip dan dokumen, baik fisik maupun digital. Pelatihan RMS membantu mereka dalam memahami cara yang tepat untuk menyimpan, mengorganisir, dan mengakses informasi dengan efisien. Tim IT dan Pengelola Sistem Tim ini berperan dalam implementasi, pemeliharaan, dan pengembangan sistem RMS. Pelatihan RMS penting untuk memastikan mereka dapat mengelola dan mendukung infrastruktur teknologi yang digunakan untuk pengelolaan arsip. Staf Legal dan Kepatuhan (Compliance) Mengingat dokumen dan arsip sering kali memiliki nilai hukum dan regulasi tertentu, staf di departemen ini perlu memahami cara mengelola records sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk menghindari masalah hukum. Manajer Keuangan dan Akuntansi Mereka mengelola dokumen finansial dan laporan yang perlu diarsipkan dengan benar. Pelatihan RMS akan membantu mereka menjaga keakuratan, keamanan, dan aksesibilitas data keuangan. Pimpinan dan Manajer Proyek Pimpinan proyek sering menangani berbagai jenis dokumen penting dan perlu mengelolanya dengan baik agar proyek berjalan lancar dan semua dokumen terkait mudah diakses. Tim Human Resources (HR) HR menyimpan banyak data penting terkait karyawan, seperti kontrak, riwayat pekerjaan, dan dokumen pribadi lainnya. Pelatihan RMS akan membantu mereka memastikan data karyawan dikelola dengan aman dan sesuai regulasi. Staf Pengelola Arsip (Records Manager) Mereka yang secara khusus menangani pengelolaan arsip di perusahaan. Pelatihan ini memberikan keterampilan yang lebih mendalam dalam mengelola berbagai jenis arsip baik fisik maupun digital. Staf Operasional Staf yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari yang memerlukan pengelolaan dokumen atau data operasional perlu memiliki pemahaman tentang sistem pengelolaan arsip yang efektif. Auditor Internal dan Eksternal Auditor membutuhkan pemahaman tentang bagaimana arsip dikelola dan disimpan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar dan peraturan yang berlaku. Semua Pegawai di Organisasi Meskipun beberapa departemen lebih terlibat langsung, semua pegawai yang sering berinteraksi dengan dokumen atau data organisasi dapat memperoleh manfaat dari pelatihan RMS, khususnya dalam hal pengelolaan dan pencarian informasi yang lebih efisien. Pemateri/ Trainer Pelatihan Records Management System (Rms) Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Proses Pengelolaan Dokumen Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Backup Data Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada…
Read more


May 23, 2025 0
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Company

About Us

Contact Us

Products

Services

Blog

Features

Analytics

Engagement

Builder

Publisher

Help

Privacy Policy

Terms

Conditions

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created with Royal Elementor Addons