TRAINING ASET MANAJEMEN TERPADU

TRAINING ASET MANAJEMEN TERPADU

TRAINING ASET MANAJEMEN TERPADU   DESKRIPSI TRAINING ASET MANAJEMEN TERPADU Pelatihan aset manajemen terintegrasi sangat penting bagi organisasi untuk memastikan pengelolaan sumber daya yang optimal dan berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan ini, individu dan tim akan lebih memahami cara mengelola aset secara efektif, mulai dari pemeliharaan hingga pengoptimalan penggunaan. Hal ini membantu organisasi untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan aset. Selain itu, pelatihan ini juga memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi terkini dalam manajemen aset, sehingga mendukung keputusan berbasis data yang lebih tepat. Dengan manajemen aset yang terintegrasi, organisasi dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan mencapai tujuan jangka panjang. TUJUAN PELATIHAN ASET MANAJEMEN TERPADU Meningkatkan Keterampilan Pengelolaan Aset: Membekali peserta dengan pengetahuan dan teknik terbaru dalam pengelolaan aset, mulai dari perencanaan, pemeliharaan, hingga penghapusan aset. Mengurangi Risiko dan Biaya: Dengan pengelolaan aset yang tepat, organisasi dapat meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan aset serta mengurangi biaya pemeliharaan dan operasional. Meningkatkan Efisiensi Operasional: Peserta dapat mengoptimalkan penggunaan aset sehingga memberikan hasil yang maksimal dengan biaya yang lebih rendah. Pemanfaatan Teknologi Terkini: Memperkenalkan alat dan sistem teknologi terbaru dalam manajemen aset untuk memudahkan pencatatan, pelacakan, dan pengendalian aset secara lebih efektif. Mendukung Keputusan Bisnis: Membantu organisasi membuat keputusan berbasis data yang lebih akurat dalam pengelolaan aset, yang mendukung pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ASET MANAJEMEN TERPADU Pendahuluan tentang Aset Manajemen Terintegrasi Pengertian Aset dan Manajemen Aset Pentingnya manajemen aset bagi organisasi Tujuan dan manfaat manajemen aset terintegrasi Dasar-dasar Aset Manajemen Jenis-jenis aset: aset tetap, aset lancar, dan aset tak berwujud Klasifikasi dan identifikasi aset Prinsip dasar dalam manajemen aset Perencanaan Aset Penyusunan rencana pengelolaan aset jangka panjang Pemilihan dan pengadaan aset yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Estimasi umur aset dan penganggaran Pemeliharaan Aset Jenis pemeliharaan: preventif, korektif, dan prediktif Penyusunan jadwal pemeliharaan aset Pengelolaan pemeliharaan untuk mengoptimalkan umur dan kinerja aset Penggunaan Aset Secara Efektif dan Efisien Optimalisasi penggunaan aset Manajemen siklus hidup aset Strategi pengurangan downtime dan peningkatan produktivitas Pengendalian dan Pelacakan Aset Sistem pelacakan dan monitoring aset berbasis teknologi (misalnya RFID, IoT) Sistem informasi manajemen aset (Asset Management Software) Audit dan pengecekan kondisi aset secara berkala Evaluasi dan Penghapusan Aset Kriteria evaluasi kondisi aset Proses penghapusan atau penjualan aset yang tidak terpakai Pengelolaan nilai sisa dan depresiasi aset Manajemen Risiko Aset Identifikasi dan mitigasi risiko terkait aset Kebijakan asuransi untuk aset penting Strategi untuk menghadapi kerusakan atau kehilangan aset Integrasi Sistem dan Teknologi dalam Manajemen Aset Penggunaan perangkat lunak manajemen aset terintegrasi Keuntungan integrasi dengan sistem lainnya (misalnya ERP) Penerapan teknologi terbaru dalam pemeliharaan dan pemantauan aset Studi Kasus dan Diskusi Pembahasan studi kasus nyata dalam pengelolaan aset Diskusi dan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh peserta Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Tinjauan materi yang telah dipelajari Tanya jawab dan diskusi Evaluasi hasil pelatihan dan umpan balik PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ASET MANAJEMEN TERPADU Manajer Aset dan Tim Pengelola Aset Mereka yang bertanggung jawab langsung dalam perencanaan, pemeliharaan, dan penghapusan aset. Pelatihan ini membantu mereka untuk memahami teknik dan alat terbaru dalam mengelola aset secara efisien. Manajer Keuangan Manajer keuangan perlu memahami manajemen aset untuk dapat melakukan pencatatan dan perhitungan yang akurat mengenai depresiasi, nilai aset, dan penganggaran untuk pengadaan serta pemeliharaan aset. Staf IT dan Pengembang Sistem Karena teknologi memainkan peran penting dalam manajemen aset terintegrasi, staf IT yang mendukung implementasi perangkat lunak manajemen aset atau sistem pelacakan aset akan mendapatkan manfaat dari pemahaman yang lebih baik tentang sistem tersebut. Tim Pemeliharaan dan Teknik Staf yang bertanggung jawab atas pemeliharaan aset fisik dan teknis akan memperoleh pengetahuan untuk mengoptimalkan pemeliharaan preventif dan prediktif untuk memperpanjang umur aset. Pihak Manajemen Puncak CEO, CFO, dan eksekutif lainnya yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan alokasi anggaran perlu memiliki pemahaman tentang pentingnya manajemen aset yang terintegrasi untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan organisasi. Pengadaan dan Tim Logistik Tim pengadaan dan logistik yang bertanggung jawab atas pembelian, distribusi, dan pengelolaan inventaris aset akan lebih efektif jika memahami bagaimana memilih, mengelola, dan mengoptimalkan penggunaan aset. Auditor Internal dan Eksternal Auditor perlu memiliki pengetahuan yang mendalam tentang bagaimana aset dikelola dalam organisasi, terutama untuk tujuan audit dan kepatuhan terhadap regulasi atau standar akuntansi. Karyawan yang Terlibat dalam Manajemen Inventaris Mereka yang terlibat dalam pengelolaan barang atau inventaris, terutama di perusahaan yang memiliki banyak aset fisik, seperti manufaktur atau perusahaan konstruksi. Penyedia Layanan dan Konsultan Konsultan yang memberikan saran dan solusi terkait manajemen aset bagi klien akan mendapat wawasan lebih tentang praktik terbaik dan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam pengelolaan aset. Pemateri/ Trainer Pelatihan Aset Manajemen Terpadu Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pemeliharaan Aset Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Manajemen Risiko Aset Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Manajemen Risiko…
Read more


June 24, 2025 0
TRAINING APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

TRAINING APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

TRAINING APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)   DESKRIPSI TRAINING APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Pelatihan Apollo Root Cause Analysis (RCA) sangat penting karena memberikan pemahaman yang mendalam tentang cara mengidentifikasi dan mengatasi akar penyebab masalah dalam suatu organisasi atau proses. Metode RCA membantu perusahaan untuk tidak hanya menangani gejala masalah, tetapi juga menemukan penyebab mendasar yang memicu masalah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan sistematis, pelatihan ini memungkinkan peserta untuk menganalisis permasalahan secara menyeluruh, mengurangi risiko kesalahan berulang, serta meningkatkan efektivitas solusi yang diterapkan. Selain itu, penerapan RCA dapat meningkatkan budaya pembelajaran dalam organisasi, mendorong perbaikan berkelanjutan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih informasional dalam menangani permasalahan yang kompleks. TUJUAN PELATIHAN APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Tujuan pelatihan Apollo Root Cause Analysis (RCA) adalah untuk memberikan peserta pemahaman dan keterampilan dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah yang mendalam dalam suatu sistem atau proses. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis permasalahan secara sistematis, menghindari solusi yang hanya mengatasi gejala, dan memastikan bahwa solusi yang diterapkan benar-benar menyelesaikan masalah secara permanen. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membangun budaya perbaikan berkelanjutan di dalam organisasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi kesalahan yang berulang, sehingga mendukung pencapaian kinerja dan kualitas yang lebih baik. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Pengenalan Root Cause Analysis (RCA) Definisi dan konsep dasar RCA Pentingnya RCA dalam manajemen masalah Tujuan dan manfaat penerapan RCA Prinsip Dasar Apollo RCA Prinsip-prinsip dasar yang mendasari Apollo RCA Perbedaan Apollo RCA dengan metode analisis lainnya Proses pengidentifikasian akar penyebab Metodologi dan Langkah-langkah RCA Langkah-langkah sistematis dalam Apollo RCA Teknik dan alat yang digunakan dalam Apollo RCA Pengenalan “5 Whys” dan “Fishbone Diagram” Pengumpulan Data dan Informasi Teknik pengumpulan data yang relevan Analisis data untuk memahami masalah Identifikasi gejala vs. akar penyebab Identifikasi dan Verifikasi Akar Penyebab Metode untuk mengidentifikasi akar penyebab yang sesungguhnya Cara verifikasi akar penyebab melalui bukti dan analisis lebih lanjut Menghindari kesalahan umum dalam identifikasi akar penyebab Pengembangan Solusi dan Rencana Tindakan Menyusun solusi efektif berdasarkan hasil analisis RCA Rencana tindakan untuk mengatasi akar penyebab Implementasi dan pemantauan solusi jangka panjang Studi Kasus dan Diskusi Kelompok Analisis studi kasus riil untuk penerapan RCA Diskusi dan pemecahan masalah dalam kelompok Pembelajaran dari kasus nyata yang pernah terjadi Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan RCA Kriteria untuk menilai keberhasilan RCA Metode pengukuran hasil perbaikan Pengembangan budaya perbaikan berkelanjutan Best Practices dan Tantangan dalam Implementasi RCA Tips dan praktik terbaik dalam menerapkan RCA Menghadapi tantangan dan hambatan dalam implementasi RCA Pengelolaan perubahan untuk memastikan keberlanjutan perbaikan Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Tinjauan ulang materi yang telah dipelajari Tanya jawab dan diskusi Evaluasi pelatihan dan umpan balik peserta PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Manajer dan Supervisor Untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mempengaruhi kinerja tim atau departemen mereka, serta memastikan solusi yang diterapkan mengatasi akar penyebab masalah. Tim Kualitas dan Perbaikan Proses Untuk meningkatkan keterampilan dalam melakukan analisis masalah dan perbaikan proses yang berkelanjutan, guna menjaga kualitas dan efisiensi operasional. Insinyur dan Teknisi Agar dapat lebih efektif dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah teknis, serta memastikan bahwa solusi yang diterapkan tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga akar penyebab masalah. Tim Manajemen Risiko Untuk membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang mungkin timbul dari masalah yang tidak teratasi, serta mencegah terjadinya kesalahan berulang yang dapat berdampak negatif bagi organisasi. Analisis Keamanan dan Keselamatan Agar dapat mengidentifikasi penyebab masalah keselamatan atau insiden, dan mengembangkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Tim Pengembangan Produk dan Layanan Untuk mengatasi masalah yang muncul dalam pengembangan produk atau layanan dan memastikan kualitas serta kepuasan pelanggan tetap terjaga. Karyawan yang Terlibat dalam Proses Perbaikan Berkelanjutan (Continuous Improvement) Agar dapat menggunakan RCA sebagai alat untuk menemukan solusi yang efektif dalam meningkatkan proses dan mengurangi pemborosan atau kesalahan yang terjadi dalam operasional. Konsultan dan Auditor Untuk memahami dan menerapkan RCA dalam evaluasi dan audit sistem atau proses di organisasi klien, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang lebih tepat sasaran. Pemateri/ Trainer Pelatihan Apollo Root Cause Analysis (Rca) Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Apollo Rca Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengumpulan Data Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengumpulan Data Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2…
Read more


June 24, 2025 0
TRAINING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD

TRAINING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD

TRAINING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD   DESKRIPSI TRAINING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD Pelatihan tentang metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analytical Network Process (ANP) sangat penting dalam meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan yang kompleks dan berstruktur. AHP dan ANP merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah keputusan multi-kriteria dengan cara sistematis dan terstruktur. AHP fokus pada perbandingan berpasangan untuk menentukan prioritas, sementara ANP memperkenalkan elemen jaringan yang memperhitungkan ketergantungan antara berbagai faktor. Dengan pelatihan ini, individu atau organisasi dapat mengoptimalkan proses pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan berbagai variabel yang saling terkait, meningkatkan akurasi hasil keputusan, dan meminimalkan bias. Keahlian dalam AHP dan ANP juga sangat berguna dalam berbagai bidang, seperti manajemen proyek, evaluasi kebijakan, dan perencanaan strategis. TUJUAN PELATIHAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD Meningkatkan Kemampuan Pengambilan Keputusan: Peserta akan belajar bagaimana menggunakan AHP dan ANP untuk membuat keputusan yang lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang saling terkait dan memprioritaskan alternatif berdasarkan kriteria yang jelas. Memahami Konsep dan Teknik AHP/ANP: Peserta akan diberikan pemahaman tentang teori dasar, langkah-langkah praktis, serta bagaimana menggunakan AHP dan ANP dalam konteks dunia nyata, terutama dalam analisis masalah yang melibatkan banyak variabel dan ketergantungan antar elemen. Meningkatkan Efisiensi dan Objektivitas Keputusan: Melalui pelatihan, peserta diharapkan dapat meminimalkan bias dalam proses pengambilan keputusan dan meningkatkan objektivitas dengan pendekatan yang terstruktur. Mengoptimalkan Analisis Multi-Kriteria: Pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta dalam menangani dan menganalisis masalah keputusan dengan banyak kriteria dan alternatif, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. Penerapan dalam Berbagai Bidang: Pelatihan ini juga bertujuan untuk menyiapkan peserta agar dapat mengaplikasikan AHP dan ANP dalam berbagai bidang, seperti manajemen proyek, evaluasi kebijakan, perencanaan strategis, serta pengambilan keputusan di sektor bisnis, industri, dan pemerintahan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD 1. Pendahuluan Pengantar tentang pengambilan keputusan multi-kriteria Pentingnya metode AHP dan ANP dalam pengambilan keputusan Perbandingan AHP dan ANP 2. Dasar-Dasar Analytical Hierarchy Process (AHP) Definisi dan konsep dasar AHP Struktur hierarki dalam AHP Langkah-langkah dalam AHP: Identifikasi kriteria dan subkriteria Pengumpulan data perbandingan berpasangan Penghitungan bobot kriteria Konsistensi matriks perbandingan Aplikasi AHP dalam berbagai bidang 3. Dasar-Dasar Analytical Network Process (ANP) Definisi dan konsep dasar ANP Perbedaan antara AHP dan ANP Struktur jaringan dalam ANP (keputusan, kriteria, alternatif, dan ketergantungan) Langkah-langkah dalam ANP: Identifikasi elemen-elemen yang terlibat dalam jaringan Penentuan hubungan antar elemen Pengumpulan data perbandingan berpasangan Penghitungan bobot elemen-elemen dalam jaringan Aplikasi ANP dalam berbagai bidang 4. Perbedaan dan Kelebihan AHP vs. ANP Situasi yang lebih cocok menggunakan AHP atau ANP Kelebihan dan kekurangan masing-masing metode Analisis perbandingan untuk pemilihan metode yang tepat 5. Praktik Penggunaan AHP Latihan kasus sederhana menggunakan AHP Penggunaan software AHP untuk analisis keputusan Penyelesaian studi kasus: Menentukan prioritas proyek, pemilihan vendor, dll. 6. Praktik Penggunaan ANP Latihan kasus sederhana menggunakan ANP Penggunaan software ANP untuk analisis keputusan Penyelesaian studi kasus: Evaluasi kebijakan, perencanaan strategis, dll. 7. Penggunaan AHP dan ANP Secara Bersamaan Menggabungkan AHP dan ANP dalam analisis keputusan yang kompleks Studi kasus yang membutuhkan kedua metode Langkah-langkah dalam integrasi AHP dan ANP 8. Evaluasi Konsistensi dan Validitas Model AHP dan ANP Analisis konsistensi perbandingan berpasangan dalam AHP dan ANP Penggunaan rasio konsistensi dalam AHP dan ANP Validitas dan akurasi hasil pengambilan keputusan 9. Software dan Alat Pendukung AHP dan ANP Pengenalan perangkat lunak AHP dan ANP (seperti Expert Choice, SuperDecisions, dll.) Penggunaan alat pendukung dalam implementasi metode AHP dan ANP Demonstrasi penggunaan perangkat lunak untuk analisis keputusan 10. Studi Kasus dan Diskusi Kelompok Penyelesaian studi kasus dunia nyata Diskusi kelompok untuk menerapkan AHP dan ANP dalam situasi yang lebih kompleks Presentasi hasil analisis dan rekomendasi keputusan 11. Kesimpulan dan Penutupan Rangkuman hasil pelatihan Diskusi tentang penerapan AHP dan ANP dalam berbagai bidang Saran untuk pengembangan lebih lanjut dan aplikasi praktis Tinjauan sertifikat dan evaluasi pelatihan 12. Tanya Jawab dan Evaluasi Pelatihan Sesi tanya jawab untuk klarifikasi lebih lanjut Evaluasi pelatihan oleh peserta Penutupan pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) AND ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) METHOD Manajer dan Pemimpin Proyek Mereka yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional untuk memilih solusi terbaik dalam perencanaan dan manajemen proyek. Analis Kebijakan dan Peneliti Profesional yang bekerja dalam pembuatan kebijakan atau penelitian yang melibatkan analisis multi-kriteria, seperti dalam sektor pemerintahan atau lembaga riset. Konsultan Manajemen dan Strategi Konsultan yang memberikan rekomendasi berdasarkan evaluasi berbagai faktor yang saling terkait, seperti dalam evaluasi risiko, pemilihan alternatif, atau pengembangan strategi bisnis. Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) Untuk membuat keputusan terkait rekrutmen, penilaian kinerja, pengembangan karyawan, serta pemilihan program pelatihan yang tepat. Tim Pengambil Keputusan di Sektor Publik dan Swasta Mereka yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dalam organisasi pemerintah, lembaga publik, atau perusahaan swasta untuk memilih kebijakan atau strategi yang optimal. Manajer Operasional dan Rantai Pasokan Profesional yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan vendor, alokasi sumber daya, serta pengelolaan rantai pasokan dan logistik. Profesional di Bidang Keuangan dan Investasi Pengambil keputusan dalam pemilihan investasi atau evaluasi proyek yang melibatkan berbagai kriteria dan risiko yang harus dianalisis secara sistematis. Akademisi dan Dosen Mereka yang mengajarkan atau meneliti teknik-teknik pengambilan keputusan dan perlu memahami metode AHP dan ANP untuk penerapan dalam penelitian atau pengajaran. Penyusun Kebijakan dan Pembuat Keputusan Strategis Individu yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengevaluasi kebijakan strategis dalam sektor publik atau swasta. Pengelola Lingkungan dan Keberlanjutan Mereka yang membuat keputusan terkait proyek-proyek yang melibatkan pertimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi, seperti dalam perencanaan kota atau kebijakan lingkungan. Profesional dalam Bidang Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi Untuk merancang dan memilih solusi TI yang optimal dengan mempertimbangkan berbagai kriteria teknis dan operasional yang saling terkait.   Pemateri/ Trainer Pelatihan Analytical Hierarchy Process (Ahp) And Analytical Network Process (Anp) Method Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Analytical Network Process Materi…
Read more


June 24, 2025 0
TRAINING ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS)

TRAINING ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS)

TRAINING ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS)   DESKRIPSI TRAINING ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS) Pelatihan analisis beban kerja (workload analysis) sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam organisasi. Dengan melakukan analisis beban kerja, perusahaan dapat mengidentifikasi tugas-tugas yang memerlukan perhatian lebih, mendeteksi ketidakseimbangan distribusi pekerjaan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada. Pelatihan ini memberikan pemahaman yang mendalam kepada karyawan atau manajer mengenai cara-cara mengukur dan mengevaluasi beban kerja secara objektif, serta memberikan solusi untuk meningkatkan kinerja tim. Selain itu, analisis beban kerja yang tepat juga membantu dalam perencanaan tenaga kerja, pengelolaan waktu yang lebih baik, dan pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif. TUJUAN PELATIHAN ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS) Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya: Memastikan pembagian tugas yang lebih efisien dan merata, sehingga karyawan dapat bekerja dengan produktif tanpa merasa terbebani. Meningkatkan Kinerja Organisasi: Menganalisis dan menyesuaikan beban kerja dengan kapasitas individu dan tim untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efektif. Mendeteksi Ketidakseimbangan Pekerjaan: Mengidentifikasi tugas-tugas yang berlebihan atau kurang, serta mengurangi beban kerja yang tidak seimbang antara karyawan. Meningkatkan Pengelolaan Waktu: Membantu peserta dalam mengelola waktu dan pekerjaan dengan lebih baik, sehingga produktivitas dan kualitas pekerjaan dapat ditingkatkan. Menjamin Kesejahteraan Karyawan: Mengurangi stres dan kelelahan yang disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan seimbang. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS) Pendahuluan tentang Analisis Beban Kerja Definisi analisis beban kerja Pentingnya analisis beban kerja dalam organisasi Tujuan dan manfaat pelatihan Konsep Dasar Beban Kerja Apa itu beban kerja? Jenis-jenis beban kerja: fisik, mental, dan emosional Faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja Metode dan Teknik Analisis Beban Kerja Teknik observasi langsung Penggunaan survei dan kuesioner Wawancara dan diskusi kelompok Analisis data kuantitatif dan kualitatif Langkah-langkah dalam Melakukan Analisis Beban Kerja Menentukan tujuan dan cakupan analisis Mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab Menilai alokasi waktu dan sumber daya Menganalisis hasil dan membuat rekomendasi Mendeteksi Ketidakseimbangan Beban Kerja Menentukan beban kerja yang berlebihan atau kurang Dampak ketidakseimbangan beban kerja terhadap kinerja dan kesejahteraan karyawan Strategi untuk menyeimbangkan beban kerja Peran Teknologi dalam Analisis Beban Kerja Alat dan perangkat lunak untuk mendukung analisis beban kerja Menggunakan data dan analitik untuk keputusan yang lebih baik Menyusun Rencana Peningkatan Berdasarkan Hasil Analisis Mengusulkan perubahan dalam distribusi tugas Meningkatkan efisiensi dan produktivitas Menyusun strategi pengelolaan waktu yang lebih baik Evaluasi dan Pemantauan Kinerja Pasca-Analisis Mengukur hasil perubahan dan efektivitas langkah-langkah yang diambil Menyesuaikan strategi berdasarkan umpan balik dan hasil evaluasi Studi Kasus dan Diskusi Analisis beban kerja pada situasi nyata Diskusi kelompok tentang cara-cara menghadapi tantangan dalam analisis beban kerja Penutupan dan Kesimpulan Ringkasan poin-poin utama pelatihan Pertanyaan dan jawaban Langkah-langkah selanjutnya dalam implementasi analisis beban kerja di tempat kerja PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ANALISIS BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS) Manajer dan Supervisor Untuk membantu mereka dalam mengelola pembagian tugas dan memastikan beban kerja yang adil serta efisien di antara tim yang mereka pimpin. Tim Sumber Daya Manusia (HR) Agar dapat merencanakan dan mengelola tenaga kerja secara lebih efektif, serta menganalisis beban kerja karyawan untuk memastikan kesejahteraan mereka. Staf Perencanaan dan Pengembangan Organisasi Untuk memahami cara menilai dan merencanakan pengelolaan beban kerja guna meningkatkan efisiensi operasional dan keseimbangan dalam organisasi. Tim Operasional dan Produksi Untuk menganalisis beban kerja dalam proses produksi atau operasional, guna memastikan produktivitas yang optimal serta menghindari pemborosan sumber daya. Pekerja atau Karyawan Untuk meningkatkan kesadaran mereka mengenai beban kerja pribadi, mengidentifikasi potensi kelebihan beban, serta mencari solusi untuk mengelola pekerjaan dengan lebih baik. Tim Manajemen Proyek Agar dapat menganalisis beban kerja dalam proyek, memastikan distribusi tugas yang merata, dan mengelola sumber daya secara efisien dalam setiap tahapan proyek. Pimpinan dan Eksekutif Untuk memahami secara keseluruhan bagaimana beban kerja mempengaruhi kinerja organisasi dan bagaimana cara mengoptimalkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan strategis. Konsultan dan Auditor Organisasi Untuk membantu klien dalam melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi yang lebih baik mengenai beban kerja dalam organisasi mereka. Pemateri/ Trainer Pelatihan Analisis Beban Kerja (Workload Analysis) Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Mendeteksi Ketidakseimbangan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Strategi Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Strategi Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara) FREE Transportasi…
Read more


June 24, 2025 0
TRAINING ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION

TRAINING ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION

TRAINING ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION   DESKRIPSI TRAINING ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION Pelatihan Advanced Skill in Recruitment and Selection sangat penting untuk mengembangkan kompetensi profesional dalam proses rekrutmen dan seleksi yang lebih efektif. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan memerlukan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan dasar, tetapi juga kemampuan untuk menilai kandidat secara lebih mendalam dan objektif. Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan lanjutan dalam menyusun strategi rekrutmen, mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan, serta memanfaatkan teknologi dalam proses seleksi. Dengan kemampuan yang lebih tinggi dalam memilih kandidat yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan tim yang solid, yang pada gilirannya mendukung keberhasilan jangka panjang organisasi. TUJUAN PELATIHAN ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION Meningkatkan kemampuan dalam merancang strategi rekrutmen yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan pasar tenaga kerja. Menguasai teknik wawancara dan penilaian kandidat secara lebih mendalam dan objektif, termasuk penggunaan alat seleksi modern seperti tes psikologi dan penilaian berbasis kompetensi. Memahami penggunaan teknologi dalam proses seleksi, seperti platform rekrutmen online dan alat manajemen perekrutan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Mengidentifikasi dan menilai potensi kandidat dengan lebih tepat, sehingga dapat memilih kandidat yang paling cocok untuk posisi yang tersedia. Mengoptimalkan pengalaman kandidat (candidate experience) selama proses seleksi, untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION Pengenalan dan Tujuan Pelatihan Definisi dan pentingnya rekrutmen dan seleksi lanjutan Tujuan dan manfaat pelatihan bagi organisasi dan individu Strategi Rekrutmen yang Efektif Menyusun strategi rekrutmen berbasis kompetensi Mengidentifikasi sumber-sumber talenta terbaik (job boards, media sosial, referensi, dll.) Penggunaan employer branding dalam menarik kandidat berkualitas Teknik Wawancara Lanjutan Metode wawancara berbasis kompetensi (behavioral interview) Teknik wawancara mendalam untuk mengeksplorasi potensi kandidat Penyusunan pertanyaan wawancara yang efektif Menghindari bias dalam wawancara Penggunaan Alat Seleksi Modern Tes psikometri dan tes keterampilan Penilaian berbasis kompetensi Penggunaan platform rekrutmen dan ATS (Applicant Tracking Systems) Penggunaan video interview dan alat seleksi berbasis AI Evaluasi dan Penilaian Kandidat Teknik penilaian objektif untuk menilai kompetensi dan potensi kandidat Penyusunan rubrik penilaian untuk interview dan tes seleksi Analisis hasil seleksi untuk pengambilan keputusan yang tepat Pengelolaan Pengalaman Kandidat (Candidate Experience) Membangun komunikasi yang transparan dan positif dengan kandidat Meningkatkan pengalaman kandidat selama proses seleksi Mengelola feedback dari kandidat Keberagaman dan Inklusi dalam Rekrutmen Menyusun kebijakan rekrutmen yang inklusif Menghindari bias dalam proses seleksi dan mempromosikan keberagaman Teknik untuk meningkatkan keberagaman di tempat kerja Teknik Negosiasi dan Pengelolaan Tawaran Kerja Menyusun dan menawarkan paket kompensasi yang menarik Teknik negosiasi dengan kandidat Mengelola ekspektasi kandidat dalam proses seleksi dan penawaran kerja Menganalisis dan Memperbaiki Proses Rekrutmen Evaluasi dan pengukuran efektivitas proses rekrutmen Penggunaan data dan analitik untuk meningkatkan hasil rekrutmen Menyusun laporan dan feedback dari proses seleksi Studi Kasus dan Diskusi Menganalisis studi kasus terkait tantangan dalam rekrutmen dan seleksi Diskusi dan berbagi pengalaman antara peserta pelatihan Penutupan dan Rangkuman Rangkuman materi pelatihan Pengembangan rencana tindak lanjut untuk implementasi di tempat kerja Tanya jawab dan evaluasi pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ADVANCED SKILL IN RECRUITMENT AND SELECTION HR Manager dan HR Generalist Mereka yang bertanggung jawab atas keseluruhan proses rekrutmen dan seleksi, mulai dari merancang strategi hingga melakukan wawancara dan seleksi kandidat. Rekruter / Talent Acquisition Specialist Profesional yang fokus pada pencarian dan perekrutan kandidat. Pelatihan ini akan memperkuat keterampilan mereka dalam menarik kandidat berkualitas dan mengelola seluruh proses seleksi. Hiring Managers Manajer lini yang terlibat langsung dalam memilih calon karyawan untuk posisi di departemen mereka. Pelatihan ini membantu mereka dalam mengevaluasi kandidat lebih efektif. HRD / HR Development Specialist Mereka yang bertugas mengembangkan kebijakan dan prosedur pelatihan, serta strategi pengembangan karyawan. Pelatihan ini akan memperdalam pemahaman mereka tentang keterampilan seleksi yang lebih canggih. Business Leaders atau Pimpinan Organisasi Pemimpin yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait perekrutan karyawan tingkat tinggi atau strategis, dan yang perlu memahami cara memilih kandidat yang dapat mendukung tujuan organisasi. Recruitment Consultants / Pihak Eksternal yang Menyediakan Layanan Rekrutmen Konsultan rekrutmen yang bekerja untuk berbagai perusahaan atau klien dan perlu memiliki keterampilan tingkat lanjut dalam mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan khusus perusahaan. Penyedia Layanan Outsourcing untuk Proses Rekrutmen Perusahaan yang menyediakan layanan outsourcing rekrutmen membutuhkan keterampilan ini untuk memastikan bahwa mereka memilih kandidat terbaik bagi klien mereka. HR Assistants Mereka yang mendukung kegiatan rekrutmen dan seleksi dengan menangani administrasi, penjadwalan wawancara, dan komunikasi awal dengan kandidat, serta membutuhkan keterampilan untuk mendukung proses seleksi lebih lanjut. Pemateri/ Trainer Pelatihan Advanced Skill In Recruitment And Selection Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Teknik Wawancara Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Penilaian Kandidat Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Penilaian Kandidat Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,-…
Read more


June 23, 2025 0
TRAINING PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015

TRAINING PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015

TRAINING PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015   DESKRIPSI TRAINING PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015 Pelatihan Pedoman Tata Kerja (PTK-007 Revisi III) 2015 sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kinerja organisasi, terutama dalam menjaga konsistensi dan standar operasional yang jelas. PTK-007 memberikan panduan yang komprehensif mengenai prosedur, sistem, dan tata cara kerja yang harus diikuti oleh setiap individu di dalam organisasi. Dengan mengikuti pelatihan ini, setiap anggota organisasi dapat memahami peran dan tanggung jawabnya secara lebih baik, serta meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan administrasi dan operasional, sehingga dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi secara optimal. TUJUAN PELATIHAN PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015 Tujuan pelatihan Pedoman Tata Kerja (PTK-007 Revisi III) 2015 adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada seluruh pihak terkait mengenai tata cara, prosedur, dan sistem kerja yang berlaku di dalam organisasi. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan agar setiap individu dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga proses kerja menjadi lebih efisien dan efektif. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi, memastikan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku, serta meminimalkan kesalahan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan operasional. Dengan pelatihan ini, diharapkan organisasi dapat mencapai tujuan dengan lebih terarah dan terukur. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015 Pengenalan PTK-007 Revisi III 2015 Latar belakang penerbitan PTK-007 Revisi III Tujuan dan manfaat PTK-007 Revisi III Prinsip dasar dan filosofi penyusunan pedoman tata kerja Struktur dan Ruang Lingkup PTK-007 Struktur umum Pedoman Tata Kerja Ruang lingkup aplikasi PTK-007 dalam organisasi Identifikasi unit kerja dan tugas pokok masing-masing unit Prosedur dan Sistem Kerja Penjelasan mengenai prosedur standar operasional (SOP) Pengaturan alur kerja dan mekanisme koordinasi antar unit Dokumentasi dan pencatatan dalam proses kerja Tata Cara Pelaksanaan Kerja Langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pedoman Pengawasan dan evaluasi dalam implementasi tata kerja Penanganan masalah atau kendala dalam pelaksanaan kerja Kewajiban dan Tanggung Jawab Setiap Pihak Pembagian tugas dan tanggung jawab berdasarkan unit kerja Penguatan peran setiap individu dalam keberhasilan implementasi PTK Sanksi dan tindak lanjut terhadap pelanggaran tata kerja Pengelolaan Administrasi dan Dokumentasi Standar pengelolaan administrasi dalam setiap kegiatan operasional Sistem dokumentasi yang sesuai dengan PTK-007 Prosedur pengarsipan dan pemeliharaan dokumen kerja Evaluasi dan Penyempurnaan PTK-007 Teknik evaluasi dan review pelaksanaan pedoman tata kerja Prosedur perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan Pengintegrasian masukan untuk revisi dan update PTK Penerapan PTK-007 dalam Organisasi Langkah-langkah implementasi pedoman tata kerja di unit kerja masing-masing Penanganan perubahan atau pembaruan dalam tata kerja Kiat sukses dalam penerapan PTK-007 di lapangan Studi Kasus dan Diskusi Analisis kasus-kasus penerapan PTK-007 Diskusi kelompok mengenai masalah dan solusi dalam implementasi Pembelajaran dari pengalaman praktis Penutupan dan Kesimpulan Rangkuman materi pelatihan Evaluasi hasil pelatihan Langkah-langkah tindak lanjut pasca pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PEDOMAN TATA KERJA (PTK-007 REVISI III) 2015 Pegawai dan Staf Administrasi Semua pegawai yang terlibat dalam tugas administratif yang memerlukan pemahaman tentang prosedur dan sistem kerja yang berlaku dalam organisasi. Manajer dan Supervisor Manajer dan supervisor yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan operasional dalam unit atau departemen masing-masing, agar dapat mengimplementasikan dan mengawasi jalannya prosedur kerja dengan benar. Kepala Unit Kerja Kepala unit kerja atau departemen yang bertugas merencanakan, mengarahkan, dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh PTK-007. Tim Pengawas dan Auditor Auditor internal atau tim pengawas yang bertugas untuk memastikan bahwa prosedur tata kerja diikuti dengan tepat dan meminimalkan potensi kesalahan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan. Pengelola Keuangan Pegawai yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan yang memerlukan pemahaman lebih mendalam mengenai prosedur operasional yang berhubungan dengan administrasi keuangan dan pencatatan. Pimpinan Organisasi Pimpinan organisasi, seperti Direktur, CEO, atau manajemen puncak yang perlu memahami kebijakan tata kerja untuk membuat keputusan strategis yang berorientasi pada efisiensi dan efektivitas organisasi. Tim Pengembangan Organisasi Tim yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengembangkan sistem manajemen organisasi, untuk memastikan bahwa tata kerja sesuai dengan tujuan dan visi organisasi. Seluruh Pegawai Baru Pegawai baru yang memerlukan pemahaman dasar mengenai tata cara kerja dan prosedur operasional yang berlaku dalam organisasi agar dapat beradaptasi dengan cepat dan efektif. Pemateri/ Trainer Pelatihan Pedoman Tata Kerja (Ptk-007 Revisi Iii) 2015 Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Administrasi Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pelaksanaan Kerja Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pelaksanaan Kerja Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan…
Read more


June 16, 2025 0
TRAINING MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

TRAINING MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

TRAINING MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL   DESKRIPSI TRAINING MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Pelatihan manajemen penanganan perselisihan hubungan industrial sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional di lingkungan kerja. Perselisihan antara pihak manajemen dan karyawan sering kali menjadi tantangan yang dapat mengganggu produktivitas dan stabilitas perusahaan. Dengan pelatihan ini, pihak manajer atau pengambil keputusan dilatih untuk memahami berbagai aspek hukum, komunikasi yang efektif, serta teknik mediasi yang dapat digunakan dalam menyelesaikan konflik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini membantu dalam menciptakan solusi yang adil dan berkelanjutan, serta mengurangi risiko terjadinya eskalasi perselisihan. Hal ini tidak hanya meningkatkan hubungan antara manajemen dan karyawan, tetapi juga memperkuat iklim kerja yang harmonis dan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. TUJUAN PELATIHAN MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Meningkatkan pemahaman tentang hukum ketenagakerjaan – Peserta diharapkan memahami regulasi dan peraturan yang mengatur hubungan industrial untuk menghindari pelanggaran hukum yang dapat memperburuk situasi. Meningkatkan keterampilan komunikasi dan negosiasi – Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan komunikasi yang jelas dan efektif, serta teknik negosiasi yang dapat mencapai solusi win-win. Mempersiapkan manajer dan karyawan dalam penyelesaian perselisihan secara damai – Memberikan keterampilan dalam menyelesaikan konflik melalui mediasi, fasilitasi, atau jalur penyelesaian alternatif tanpa perlu melibatkan proses hukum yang rumit. Meningkatkan hubungan industrial yang harmonis – Tujuan akhirnya adalah menciptakan iklim kerja yang lebih baik, mengurangi ketegangan antara manajemen dan pekerja, serta memastikan produktivitas perusahaan tetap terjaga. Mengurangi risiko terjadinya pemogokan atau tindakan hukum – Dengan adanya penanganan perselisihan yang tepat, risiko tindakan yang merugikan kedua belah pihak dapat diminimalisir. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL 1. Pendahuluan Definisi hubungan industrial dan pentingnya pengelolaan perselisihan Jenis-jenis perselisihan dalam hubungan industrial (perselisihan hak, kepentingan, dan lainnya) Tujuan pelatihan dan manfaat bagi perusahaan 2. Dasar-Dasar Hukum Ketenagakerjaan Peraturan perundang-undangan yang mengatur hubungan industrial (UU Ketenagakerjaan, PP, dan Peraturan Menteri) Hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha Peran lembaga negara terkait (Dinas Tenaga Kerja, Mahkamah Konstitusi, DSN, dll) Kontrak kerja dan perjanjian bersama 3. Penyebab dan Faktor-Faktor Perselisihan Hubungan Industrial Faktor internal: kebijakan perusahaan, manajemen, kesejahteraan pekerja Faktor eksternal: perubahan regulasi, kondisi ekonomi, dan persaingan industri Tipe perselisihan (perbedaan interpretasi, pelanggaran hak, perbedaan gaji, dan lainnya) 4. Proses Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Tahapan penyelesaian perselisihan: Penyelesaian internal (negosiasi, mediasi, dan konsiliasi) Penyelesaian eksternal (peran lembaga seperti Pengadilan Hubungan Industrial) Mekanisme penyelesaian perselisihan melalui jalur bipartit dan tripartit Penggunaan mediator dan konsiliator 5. Teknik Komunikasi yang Efektif dalam Penyelesaian Konflik Prinsip komunikasi yang efektif dalam mediasi perselisihan Mengelola emosi dan menjaga hubungan baik selama proses penyelesaian Teknik mendengarkan aktif dan komunikasi non-verbal Membangun rasa saling percaya antara pihak manajemen dan pekerja 6. Negosiasi dan Penyelesaian Konflik yang Berkelanjutan Prinsip-prinsip dasar negosiasi: win-win solution, BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) Strategi negosiasi dalam konteks hubungan industrial Studi kasus tentang penyelesaian konflik melalui negosiasi 7. Mediasi dan Fasilitasi Konflik Peran mediator dalam penyelesaian perselisihan Teknik mediasi yang efektif: mengarahkan pembicaraan, mengidentifikasi kebutuhan dan kepentingan Perbedaan antara mediasi dan arbitrase Proses fasilitasi untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan 8. Pencegahan Perselisihan melalui Manajemen Hubungan Industrial Membangun budaya kerja yang kondusif dan proaktif Kebijakan pencegahan perselisihan dalam perusahaan Penyusunan perjanjian bersama dan komunikasi yang transparan 9. Studi Kasus dan Simulasi Penyelesaian Perselisihan Diskusi studi kasus terkait konflik hubungan industrial Simulasi penyelesaian perselisihan dengan menggunakan teknik yang telah dipelajari 10. Evaluasi dan Penutupan Evaluasi hasil pelatihan Tanggapan dan umpan balik dari peserta Penyampaian materi tambahan dan saran untuk pengembangan lebih lanjut Penutupan dan distribusi sertifikat PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN MANAJEMEN PENANGANAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) dan HRD Mereka bertanggung jawab dalam menangani isu ketenagakerjaan dan hubungan industrial dalam perusahaan, sehingga pelatihan ini akan membantu mereka dalam mengelola dan menyelesaikan perselisihan dengan efektif. Pihak Manajemen Perusahaan Manajer, supervisor, dan pimpinan perusahaan lainnya perlu memiliki keterampilan untuk mengelola konflik yang terjadi antara manajemen dan karyawan agar dapat menjaga hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Perwakilan Serikat Pekerja Para pengurus atau perwakilan serikat pekerja perlu memahami cara menyelesaikan perselisihan dengan pihak manajemen serta hak dan kewajiban pekerja dalam sistem hubungan industrial. Tim Mediasi dan Konsiliator Mereka yang bekerja sebagai mediator atau konsiliator, baik di perusahaan atau di lembaga penyelesaian sengketa ketenagakerjaan, memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani perselisihan secara netral dan efektif. Karyawan yang Terlibat dalam Hubungan Industrial Karyawan yang berperan aktif dalam organisasi atau kelompok pekerja yang terlibat dalam proses perundingan dan penyelesaian perselisihan juga perlu dilatih untuk memahami dinamika hubungan industrial dan cara menyelesaikan konflik secara konstruktif. Pihak Pengawas Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja Petugas atau aparat pemerintah yang berhubungan dengan pengawasan dan penegakan regulasi ketenagakerjaan perlu memahami cara menyelesaikan perselisihan serta mekanisme yang berlaku di tingkat perusahaan atau negara. Konsultan Ketenagakerjaan Konsultan yang memberikan nasihat hukum atau manajerial kepada perusahaan atau serikat pekerja akan sangat diuntungkan dengan pengetahuan yang lebih dalam tentang penanganan perselisihan hubungan industrial. Pemateri/ Trainer Pelatihan Manajemen Penanganan Perselisihan Hubungan Industrial Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Penyelesaian Perselisihan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Penyelesaian Konflik Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026…
Read more


June 16, 2025 0
TRAINING LEGAL ASPECT ON DIRECTORS' AND COMMISSIONERS' DUTIES AND LIABILITIES

TRAINING LEGAL ASPECT ON DIRECTORS’ AND COMMISSIONERS’ DUTIES AND LIABILITIES

TRAINING LEGAL ASPECT ON DIRECTORS’ AND COMMISSIONERS’ DUTIES AND LIABILITIES   DESKRIPSI TRAINING LEGAL ASPECT ON DIRECTORS’ AND COMMISSIONERS’ DUTIES AND LIABILITIES Pelatihan mengenai aspek hukum terkait tugas dan tanggung jawab Direksi serta Komisaris sangat penting untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku serta meminimalkan risiko hukum yang dapat timbul. Sebagai pemimpin perusahaan, Direksi dan Komisaris memiliki kewajiban fidusia untuk bertindak dengan itikad baik, hati-hati, dan dalam kepentingan terbaik perusahaan. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang kewajiban hukum yang harus dijalankan, potensi tanggung jawab pribadi yang dapat muncul akibat kelalaian, serta tindakan yang dapat diambil untuk melindungi diri dari risiko tersebut. Dengan pengetahuan yang memadai, mereka dapat mengelola perusahaan secara profesional dan menghindari sanksi hukum yang merugikan baik bagi individu maupun perusahaan. TUJUAN PELATIHAN LEGAL ASPECT ON DIRECTORS’ AND COMMISSIONERS’ DUTIES AND LIABILITIES Tujuan dari pelatihan Legal Aspect on Directors’ and Commissioners’ Duties and Liabilities adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas dan mendalam kepada Direksi dan Komisaris mengenai tanggung jawab hukum yang melekat pada peran mereka dalam perusahaan. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan mereka memahami kewajiban fidusia, kewajiban untuk bertindak dengan hati-hati, dan kewajiban untuk menjaga kepentingan terbaik perusahaan. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi peserta mengenai risiko hukum yang dapat timbul akibat kelalaian atau pelanggaran dalam menjalankan tugas, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil untuk menghindari potensi tuntutan atau sanksi. Dengan demikian, pelatihan ini berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan, tata kelola perusahaan yang baik, dan perlindungan hukum bagi Direksi dan Komisaris. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN LEGAL ASPECT ON DIRECTORS’ AND COMMISSIONERS’ DUTIES AND LIABILITIES Pendahuluan Pengertian Direksi dan Komisaris dalam struktur perusahaan Peran dan fungsi Direksi dan Komisaris dalam perusahaan Tugas dan Kewajiban Direksi Kewajiban fidusia Direksi Kewajiban untuk bertindak dengan itikad baik dan kehati-hatian Kewajiban untuk menjaga kepentingan perusahaan Tugas dan Kewajiban Komisaris Fungsi pengawasan Komisaris dalam perusahaan Kewajiban untuk mengawasi kebijakan Direksi Kewajiban untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku Tanggung Jawab Hukum Direksi dan Komisaris Tanggung jawab pribadi Direksi dan Komisaris Bentuk-bentuk kelalaian yang dapat menyebabkan tanggung jawab Risiko hukum yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas Peraturan dan Undang-Undang Terkait Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan ketentuan terkait Peraturan OJK dan peraturan lainnya yang mengatur tugas Direksi dan Komisaris Sanksi hukum akibat pelanggaran kewajiban Direksi dan Komisaris Tanggung Jawab terhadap Pihak Ketiga Tanggung jawab terhadap kreditor, pemegang saham, dan pihak terkait lainnya Dampak pelanggaran terhadap pihak ketiga Praktik Pengelolaan Risiko Hukum Langkah-langkah untuk menghindari pelanggaran hukum Pencegahan risiko hukum melalui kebijakan internal perusahaan Pentingnya dokumentasi dan transparansi dalam pengambilan keputusan Kasus dan Contoh Nyata Studi kasus tentang pelanggaran kewajiban Direksi dan Komisaris Analisis keputusan hukum yang relevan dan dampaknya Kesimpulan dan Saran Rangkuman materi pelatihan Saran untuk penerapan prinsip-prinsip hukum dalam pengelolaan perusahaan Tanya Jawab dan Diskusi Sesi interaktif untuk menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman. PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN LEGAL ASPECT ON DIRECTORS’ AND COMMISSIONERS’ DUTIES AND LIABILITIES Direksi Perusahaan (Board of Directors) Anggota Direksi yang bertanggung jawab atas manajemen dan pengambilan keputusan operasional perusahaan. Untuk memastikan mereka memahami tanggung jawab hukum, kewajiban fidusia, serta risiko hukum yang dapat muncul akibat kelalaian dalam menjalankan tugas mereka. Komisaris Perusahaan (Board of Commissioners) Anggota Komisaris yang berfungsi mengawasi kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Direksi. Untuk memberikan pemahaman tentang peran pengawasan mereka serta kewajiban hukum terkait dengan pengawasan yang baik dan sesuai dengan peraturan. Manajer Hukum dan Legal Officer Perusahaan Para profesional hukum dalam perusahaan yang bertanggung jawab untuk memberikan saran hukum kepada Direksi dan Komisaris mengenai kewajiban hukum dan potensi risiko hukum yang dihadapi perusahaan. Pemegang Saham atau Investor Pemegang saham yang ingin memahami hak dan kewajiban Direksi serta Komisaris terkait dengan pengelolaan dan pengawasan perusahaan. Terutama untuk mengantisipasi masalah hukum dan menilai kinerja Direksi dan Komisaris. Konsultan dan Pengacara Korporat Para pengacara dan konsultan yang bekerja dengan perusahaan untuk memberikan nasihat hukum terkait dengan pengelolaan risiko hukum, kepatuhan terhadap peraturan, dan strategi pengelolaan perusahaan yang baik. Pimpinan Divisi atau Unit dalam Perusahaan Pimpinan divisi atau unit yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis yang mempengaruhi jalannya perusahaan dan dapat berhubungan dengan kewajiban hukum Direksi dan Komisaris. Regulator dan Pengawas Industri Pejabat atau staf dari lembaga pengawasan atau regulator yang bertanggung jawab mengawasi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan perusahaan dan badan hukum lainnya. Pemateri/ Trainer Pelatihan Legal Aspect On Directors’ And Commissioners’ Duties And Liabilities Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengelolaan Risiko Hukum Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Kewajiban Direksi Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Kewajiban Direksi Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,-…
Read more


June 15, 2025 0
TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL   DESKRIPSI TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Pelatihan hukum ketenagakerjaan dan hubungan industrial sangat penting untuk memastikan bahwa para pelaku industri memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku dalam dunia kerja. Dengan adanya pelatihan ini, baik pengusaha maupun pekerja dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang hak dan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan serta peraturan-peraturan lainnya yang relevan. Pelatihan ini juga berperan dalam mencegah terjadinya perselisihan atau konflik di tempat kerja dengan membangun hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak. Selain itu, pengetahuan yang memadai akan membantu perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan produktif, serta mengurangi risiko tuntutan hukum yang bisa merugikan. TUJUAN PELATIHAN HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Tujuan pelatihan hukum ketenagakerjaan dan hubungan industrial adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada pengusaha, pekerja, dan pihak terkait lainnya mengenai hak dan kewajiban yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengelola hubungan industrial yang sehat dan harmonis, mengurangi terjadinya konflik atau perselisihan di tempat kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam menyelesaikan sengketa melalui mekanisme yang sah, serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif, adil, dan sesuai dengan standar hukum yang berlaku. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Pengenalan Hukum Ketenagakerjaan Definisi dan ruang lingkup hukum ketenagakerjaan Tujuan dan prinsip dasar hukum ketenagakerjaan Sumber hukum ketenagakerjaan di Indonesia Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (atau Undang-Undang yang terbaru) Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri terkait ketenagakerjaan Regulasi terkait hak dan kewajiban pekerja Hubungan Industrial Definisi hubungan industrial dan unsur-unsurnya Peran serikat pekerja dan organisasi pengusaha Pembentukan dan tugas-tugas hubungan industrial Hak dan Kewajiban Pekerja Hak pekerja (upah, cuti, jaminan sosial, dan sebagainya) Kewajiban pekerja (tanggung jawab kerja, disiplin, dan lainnya) Perlindungan terhadap hak-hak pekerja Hak dan Kewajiban Pengusaha Kewajiban pengusaha dalam ketenagakerjaan Perlindungan terhadap pekerja dan lingkungan kerja Tanggung jawab pengusaha dalam hal pemutusan hubungan kerja (PHK) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Prosedur PHK yang sah menurut hukum Alasan-alasan yang sah untuk PHK Proses penyelesaian sengketa PHK Penyelesaian Sengketa Ketenagakerjaan Mekanisme penyelesaian sengketa secara bipartit, tripartit, dan melalui pengadilan hubungan industrial Mediasi dan konsiliasi dalam penyelesaian sengketa Alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan Jaminan Sosial dan Kesehatan bagi Pekerja Program jaminan sosial tenaga kerja (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) Manfaat jaminan sosial bagi pekerja dan keluarga Hak pekerja terkait kecelakaan kerja dan pensiun Etika dan Praktik Baik dalam Hubungan Industrial Pengembangan hubungan kerja yang harmonis Kepemimpinan yang adil dan transparan di perusahaan Komunikasi yang efektif antara pekerja dan pengusaha Studi Kasus dan Praktik Lapangan Analisis kasus sengketa ketenagakerjaan Simulasi penyelesaian masalah ketenagakerjaan di lapangan Pembahasan masalah hukum ketenagakerjaan yang sering terjadi PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Pengusaha dan Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) Pengusaha atau manajer SDM membutuhkan pelatihan ini untuk memastikan bahwa perusahaan mereka mematuhi peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, serta dapat mengelola hubungan industrial secara efektif dan menghindari konflik atau pelanggaran hukum. Pekerja dan Serikat Pekerja Pekerja dan anggota serikat pekerja memerlukan pelatihan untuk memahami hak dan kewajiban mereka di tempat kerja, termasuk hak atas upah, jaminan sosial, serta cara menyelesaikan perselisihan dengan pengusaha. Praktisi Hukum Pengacara atau konsultan hukum yang bekerja di bidang ketenagakerjaan perlu mengikuti pelatihan ini untuk memperbarui pengetahuan mereka tentang regulasi ketenagakerjaan dan memberikan nasihat hukum yang tepat kepada klien mereka. Pejabat Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Aparat pemerintah yang terlibat dalam pengawasan ketenagakerjaan, seperti inspektur tenaga kerja, serta pejabat yang menangani regulasi ketenagakerjaan, perlu memahami peraturan dan cara penerapannya di lapangan. Pihak yang Terlibat dalam Penyelesaian Sengketa Ketenagakerjaan Mediator, konsiliator, dan hakim di pengadilan hubungan industrial memerlukan pelatihan untuk memperdalam pengetahuan mereka dalam menangani sengketa ketenagakerjaan dengan adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelatihan untuk Pengembangan Organisasi dan Karyawan Organisasi yang ingin menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, serta mengedukasi karyawan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan, juga memerlukan pelatihan ini. Pendidikan dan Pelatihan (Lembaga Pelatihan) Lembaga pelatihan yang menyelenggarakan kursus atau pelatihan terkait ketenagakerjaan perlu mengintegrasikan materi ini agar para peserta memahami pentingnya hubungan industrial yang sehat dalam dunia kerja. Pemateri/ Trainer Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan Dan Hubungan Industrial Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Hubungan Industrial Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Penyelesaian Sengketa Ketenagakerjaan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Penyelesaian Sengketa Ketenagakerjaan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing…
Read more


June 13, 2025 0
TRAINING PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM

TRAINING PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM

TRAINING PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM   DESKRIPSI TRAINING PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM Pelatihan perencanaan umum dan program memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan organisasi untuk merancang, mengelola, dan mengimplementasikan strategi yang efektif. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami berbagai tahapan dalam perencanaan, mulai dari analisis situasi hingga evaluasi hasil. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menetapkan tujuan yang jelas, mengalokasikan sumber daya dengan efisien, serta mengidentifikasi potensi risiko dan peluang yang ada. Selain itu, pelatihan ini juga membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, memperkuat kolaborasi tim, dan memastikan bahwa semua program yang dijalankan selaras dengan visi dan misi organisasi. Keahlian dalam perencanaan program yang matang akan mendukung pencapaian tujuan jangka panjang dan meningkatkan daya saing organisasi di pasar yang semakin kompetitif. TUJUAN PELATIHAN PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM Meningkatkan kemampuan perencanaan: Membekali peserta dengan keterampilan untuk merancang rencana jangka pendek dan panjang yang sesuai dengan tujuan organisasi. Menetapkan tujuan yang jelas: Membantu peserta dalam menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART). Mengoptimalkan alokasi sumber daya: Mengajarkan cara mengalokasikan sumber daya secara efisien agar mencapai hasil yang maksimal dengan biaya minimal. Mengidentifikasi risiko dan peluang: Memberikan pemahaman tentang cara mengevaluasi risiko yang mungkin terjadi serta mengenali peluang yang dapat dimanfaatkan dalam program yang dijalankan. Meningkatkan koordinasi tim: Memfasilitasi peserta dalam bekerja secara tim untuk mencapai tujuan bersama melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif. Mengevaluasi dan menyesuaikan program: Membekali peserta dengan keterampilan untuk mengevaluasi hasil program dan melakukan penyesuaian strategi agar lebih efektif di masa depan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM 1. Pendahuluan Pengertian Perencanaan Umum dan Program Pentingnya Perencanaan dalam Organisasi Tujuan dan Manfaat Perencanaan 2. Prinsip-Prinsip Dasar Perencanaan Prinsip Perencanaan yang Efektif Karakteristik Perencanaan yang Baik Perbedaan Perencanaan Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang 3. Tahapan Perencanaan Analisis Situasi dan Kebutuhan Penetapan Tujuan dan Sasaran Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Penyusunan Strategi dan Taktik Penyusunan Rencana Aksi 4. Perencanaan Program Definisi dan Tujuan Program Elemen-elemen dalam Perencanaan Program Menyusun Rencana Program yang Sistematis Menentukan Prioritas Program 5. Alokasi Sumber Daya dalam Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Fasilitas Efisiensi dan Efektivitas dalam Pengalokasian Sumber Daya Teknik Estimasi Anggaran 6. Manajemen Risiko dalam Perencanaan Identifikasi dan Penilaian Risiko Strategi Pengelolaan Risiko Penyusunan Rencana Kontingensi 7. Monitoring dan Evaluasi Program Pentingnya Monitoring dalam Perencanaan Teknik dan Metode Evaluasi Program Menyesuaikan Rencana Berdasarkan Evaluasi 8. Peran Kepemimpinan dalam Perencanaan Kepemimpinan yang Mendukung Perencanaan yang Sukses Komunikasi dan Kolaborasi dalam Tim Pengambilan Keputusan yang Tepat 9. Studi Kasus dan Praktik Menganalisis Studi Kasus Perencanaan Program Diskusi dan Simulasi Penyusunan Rencana Program 10. Kesimpulan dan Penutupan Ringkasan Materi Langkah Tindak Lanjut Setelah Pelatihan Tanya Jawab dan Sesi Diskusi PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PERENCANAAN UMUM DAN PROGRAM Manajer dan Pemimpin Tim Manajer tingkat menengah dan atas yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola program serta proyek organisasi. Pemimpin tim yang harus merancang strategi, mengalokasikan sumber daya, dan memimpin implementasi program. Staf Perencanaan dan Pengembangan Profesional yang bekerja dalam bidang perencanaan, pengembangan program, atau pengelolaan proyek, baik di sektor publik maupun swasta. Staf yang bertugas menyusun, mengevaluasi, dan menyesuaikan rencana program dalam organisasi. Penyusun Kebijakan dan Strategi Mereka yang terlibat dalam pembuatan kebijakan strategis dan arah organisasi, termasuk pembuat keputusan di level manajemen tinggi. Pelaksana Proyek dan Koordinator Program Staf yang terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pengelolaan program atau proyek, yang memerlukan kemampuan perencanaan untuk mengelola alur kerja dan hasil yang diinginkan. Pihak yang Terlibat dalam Penganggaran dan Keuangan Tim keuangan yang perlu memahami bagaimana merencanakan anggaran yang sesuai untuk program-program yang akan dilaksanakan, termasuk dalam alokasi sumber daya keuangan. Tenaga Pendidik dan Pelatih Pengajar atau pelatih yang mengajarkan tentang manajemen proyek, perencanaan strategis, dan program kepada orang lain dalam organisasi atau perusahaan. Staf Organisasi Non-Profit dan Pemerintah Anggota organisasi yang bergerak di sektor non-profit atau lembaga pemerintah yang perlu merencanakan program sosial atau pelayanan publik. Konsultan dan Profesional Penasihat Konsultan yang memberikan saran kepada organisasi tentang bagaimana merencanakan dan mengelola program secara efisien dan efektif. Pemateri/ Trainer Pelatihan Perencanaan Umum Dan Program Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Tahapan Perencanaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Perencanaan Program Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Perencanaan Program Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk…
Read more


June 9, 2025 0
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Company

About Us

Contact Us

Products

Services

Blog

Features

Analytics

Engagement

Builder

Publisher

Help

Privacy Policy

Terms

Conditions

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created with Royal Elementor Addons