TRAINING SAFETY MANAGEMENT SYSTEM

TRAINING SAFETY MANAGEMENT SYSTEM

TRAINING SAFETY MANAGEMENT SYSTEM   DESKRIPSI TRAINING SAFETY MANAGEMENT SYSTEM Pelatihan Safety Management System (SMS) sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di setiap organisasi. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip SMS, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi bahaya, mengurangi risiko kecelakaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan. Pelatihan ini memberikan pengetahuan tentang cara menyusun prosedur keselamatan yang efektif, mengelola insiden, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan yang berlaku. Selain itu, pelatihan SMS juga meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya peran mereka dalam menjaga keselamatan, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan perusahaan dan individu. TUJUAN PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM Tujuan pelatihan Safety Management System (SMS) adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam menerapkan sistem manajemen keselamatan yang efektif di lingkungan kerja. Pelatihan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko keselamatan yang ada, serta memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dilakukan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Selain itu, pelatihan SMS juga bertujuan untuk menciptakan budaya keselamatan yang kuat, di mana setiap individu memiliki peran aktif dalam menjaga keselamatan diri sendiri, rekan kerja, serta lingkungan kerja secara keseluruhan. Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan kerja dan meningkatkan kinerja keselamatan di tempat kerja. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM Pendahuluan tentang Safety Management System (SMS) Definisi dan konsep SMS Pentingnya SMS dalam lingkungan kerja Prinsip dasar dalam SMS Regulasi dan Standar Keselamatan Kerja Peraturan dan kebijakan keselamatan yang berlaku Standar internasional (misalnya ISO 45001) Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Teknik identifikasi bahaya di tempat kerja Penilaian risiko dan pengukuran tingkat bahaya Metode analisis risiko (misalnya HIRARC) Pengendalian Risiko dan Penerapan Tindakan Preventif Hierarki pengendalian risiko (Eliminasi, Penggantian, Kontrol Teknikal, Kontrol Administratif, Alat Pelindung Diri) Strategi pencegahan kecelakaan kerja Perencanaan darurat dan prosedur tanggap darurat Peran Karyawan dalam Sistem Manajemen Keselamatan Tanggung jawab individu dalam SMS Pembentukan budaya keselamatan di tempat kerja Pentingnya pelatihan berkelanjutan dan komunikasi keselamatan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Sistem pelaporan insiden dan kecelakaan Pengumpulan data kecelakaan dan insiden Analisis akar penyebab (Root Cause Analysis) Audit dan Evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan Prosedur audit keselamatan Evaluasi kinerja keselamatan dan perbaikan berkelanjutan Tindak lanjut hasil audit dan tindakan perbaikan Penerapan Teknologi dalam SMS Penggunaan teknologi untuk mendukung SMS (misalnya software manajemen keselamatan) Digitalisasi pelaporan dan pemantauan keselamatan Inovasi dalam keselamatan kerja Studi Kasus dan Simulasi Pembahasan kasus kecelakaan kerja Simulasi tanggap darurat dan penanganan insiden Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Umpan balik peserta Evaluasi materi pelatihan Rencana tindak lanjut dan komitmen keselamatan di tempat kerja PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM Manajer dan Supervisor Memimpin tim dan bertanggung jawab atas implementasi SMS di lapangan. Memerlukan pemahaman mendalam mengenai kebijakan keselamatan dan cara mengelola risiko di tempat kerja. Karyawan Operasional Karyawan yang bekerja langsung di lapangan atau di area berisiko tinggi, seperti pabrik, konstruksi, atau industri kimia. Mereka harus memahami prosedur keselamatan untuk melindungi diri mereka sendiri dan rekan kerja. Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Profesional yang bertanggung jawab merencanakan, mengimplementasikan, dan memonitor kebijakan serta prosedur keselamatan. Memerlukan pelatihan untuk memastikan mereka mampu mengelola dan meningkatkan sistem manajemen keselamatan di organisasi. Pekerja Baru Karyawan baru yang memerlukan orientasi terkait kebijakan keselamatan dan prosedur kerja yang aman di perusahaan. Tim Audit dan Inspektor Keselamatan Anggota tim yang bertugas mengaudit dan mengevaluasi sistem keselamatan di organisasi, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ditetapkan. Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) Memahami pentingnya keselamatan dalam organisasi dan peran mereka dalam mendukung pelatihan keselamatan serta memastikan kepatuhan karyawan. Pemimpin Proyek Pemimpin proyek yang harus memastikan bahwa keselamatan kerja tetap terjaga selama proyek berjalan, terutama pada proyek dengan risiko tinggi seperti konstruksi atau manufaktur. Pihak Terkait dengan Pengelolaan Risiko Termasuk ahli atau konsultan yang terlibat dalam pengelolaan risiko, manajemen darurat, dan analisis kecelakaan. Pihak Manajemen Puncak (Top Management) Direktur atau eksekutif yang memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kebijakan dan komitmen terhadap keselamatan kerja di seluruh organisasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Safety Management System Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Identifikasi Bahaya Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Prosedur Keselamatan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Prosedur Keselamatan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara) FREE Transportasi Peserta…
Read more


May 17, 2025 0
TRAINING SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER

TRAINING SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER

TRAINING SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER   DESKRIPSI TRAINING SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER Pelatihan Safety Management untuk Supervisor dan Manager sangat penting dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan. Sebagai pemimpin di tempat kerja, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi dan mengimplementasikan prosedur keselamatan yang tepat. Melalui pelatihan ini, mereka akan memperoleh pengetahuan tentang identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta strategi pengendalian yang efektif untuk mencegah kecelakaan dan cedera. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kemampuan mereka dalam memimpin tim untuk mematuhi kebijakan keselamatan, menciptakan lingkungan kerja yang aman, dan meminimalkan potensi kerugian. Keselamatan kerja yang baik bukan hanya meningkatkan kesejahteraan karyawan, tetapi juga mendukung produktivitas dan reputasi perusahaan secara keseluruhan. TUJUAN PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER Meningkatkan Kesadaran Keselamatan: Memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya keselamatan di tempat kerja dan bagaimana memitigasi risiko yang ada. Mengidentifikasi dan Menilai Risiko: Melatih peserta untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan melakukan penilaian risiko yang tepat. Mengimplementasikan Prosedur Keselamatan: Menyusun dan mengawasi penerapan prosedur keselamatan yang sesuai dengan standar yang berlaku untuk mencegah kecelakaan. Meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan: Meningkatkan keterampilan supervisor dan manager dalam memimpin tim agar selalu mematuhi protokol keselamatan yang ditetapkan. Mengurangi Kecelakaan Kerja: Mencegah terjadinya kecelakaan dan cedera dengan membekali supervisor dan manager dengan strategi pengendalian yang efektif. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman: Menjamin terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk meningkatkan produktivitas dan kepuasan karyawan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER Pengenalan Safety Management Definisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Pentingnya manajemen keselamatan di tempat kerja Peran supervisor dan manager dalam keselamatan kerja Dasar-Dasar Hukum Keselamatan Kerja Undang-undang dan regulasi keselamatan kerja yang berlaku Tanggung jawab hukum bagi perusahaan, supervisor, dan manager Pengawasan dan penegakan aturan keselamatan di tempat kerja Identifikasi Bahaya di Tempat Kerja Jenis-jenis bahaya (fisik, kimia, biologis, ergonomis) Teknik identifikasi bahaya (inspeksi, observasi, analisis) Penggunaan checklist dan alat bantu lainnya Penilaian Risiko Prinsip dasar penilaian risiko Metode dan alat untuk penilaian risiko (analisis SWOT, HIRARC, dsb.) Menentukan tingkat keparahan dan kemungkinan risiko Pengendalian Risiko dan Penerapan Prosedur Keselamatan Hierarki pengendalian risiko (eliminasi, substitusi, engineering control, administrasi, EPI) Penyusunan prosedur keselamatan kerja yang efektif Implementasi dan pemantauan prosedur keselamatan Kepemimpinan dalam Keselamatan Kerja Membangun budaya keselamatan di tempat kerja Mengembangkan keterampilan komunikasi dan motivasi untuk kepatuhan K3 Mengelola tim dalam situasi darurat atau kondisi berisiko tinggi Investigasi dan Laporan Kecelakaan Prosedur investigasi kecelakaan dan insiden Teknik pencatatan dan pelaporan kejadian K3 Analisis akar penyebab kecelakaan dan pencegahan kejadian serupa di masa depan Pelatihan dan Penyuluhan Keselamatan Kerja Mengembangkan dan memberikan pelatihan keselamatan kepada karyawan Menilai efektivitas pelatihan dan sosialisasi keselamatan Membuat rencana pelatihan berkelanjutan Evaluasi dan Perbaikan Sistem Keselamatan Sistem audit dan inspeksi keselamatan Monitoring dan evaluasi kinerja sistem keselamatan kerja Pengembangan rencana perbaikan dan tindak lanjut Studi Kasus dan Simulasi Pembahasan studi kasus kecelakaan kerja Simulasi penanganan situasi darurat dan penerapan prosedur keselamatan Diskusi kelompok dan pengalaman berbagi PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SAFETY MANAGEMENT FOR SUPERVISOR & MANAGER Supervisor dan Foreman Mereka yang bertanggung jawab langsung terhadap pengawasan kegiatan operasional di lapangan, baik itu di pabrik, konstruksi, atau area kerja lainnya, memerlukan pengetahuan untuk menjaga keselamatan kerja tim yang mereka pimpin. Manager Keselamatan (Safety Manager) Manager yang mengawasi implementasi keselamatan kerja di seluruh departemen atau unit perusahaan perlu memahami manajemen keselamatan yang lebih mendalam untuk meningkatkan efektivitas sistem keselamatan di tempat kerja. Manager Operasional dan Produksi Manager yang bertanggung jawab atas kelancaran operasional dan produksi harus memahami cara mengintegrasikan prosedur keselamatan dalam setiap tahapan kerja dan proses produksi. HRD/Manajer Sumber Daya Manusia Mereka yang terlibat dalam pengelolaan pelatihan karyawan, termasuk pelatihan keselamatan, perlu mengikuti pelatihan ini untuk memastikan mereka dapat memberikan pelatihan yang relevan dan mendukung budaya keselamatan di organisasi. Manager K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Posisi ini bertanggung jawab langsung dalam menyusun dan memonitor kebijakan keselamatan, sehingga pelatihan ini sangat penting untuk memaksimalkan pemahaman dan penerapan sistem manajemen keselamatan yang efektif. Petugas Pengawas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Safety Officer) Mereka yang bertugas untuk memantau dan menilai kondisi keselamatan di tempat kerja membutuhkan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam melakukan inspeksi, identifikasi bahaya, dan penilaian risiko. Manajer atau Kepala Departemen Manajer atau kepala departemen yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi staf mereka agar mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku juga harus memahami prinsip-prinsip dasar keselamatan kerja. Tim Proyek (Project Manager dan Tim Proyek) Bagi mereka yang bekerja di proyek konstruksi atau industri dengan resiko tinggi, memahami pengelolaan keselamatan sangat penting untuk mencegah kecelakaan yang dapat terjadi di lokasi proyek. Pemateri/ Trainer Pelatihan Safety Management For Supervisor & Manager Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Identifikasi Bahaya Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Prosedur Keselamatan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim…
Read more


May 17, 2025 0
TRAINING SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN)

TRAINING SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN)

TRAINING SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN)   DESKRIPSI PELATIHAN SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN)  Pelatihan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan) sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pertambangan. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan potensi bahaya yang ada di area pertambangan, guna mengurangi risiko kecelakaan dan bencana. Pelatihan SMKP memberikan pemahaman kepada pekerja dan manajemen mengenai prosedur keselamatan yang harus diikuti, serta cara merespons keadaan darurat dengan cepat dan efektif. Dengan adanya pelatihan ini, perusahaan pertambangan dapat memenuhi standar regulasi keselamatan, meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya keselamatan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. TUJUAN PELATIHAN SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN) Tujuan pelatihan SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan) adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja serta manajemen tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pertambangan. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan penerapan sistem manajemen yang efektif dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya di tempat kerja. Selain itu, tujuan lainnya adalah agar seluruh pihak terkait dapat memahami dan mematuhi peraturan serta prosedur keselamatan yang berlaku, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana di area pertambangan, serta menciptakan budaya keselamatan yang berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN) Pendahuluan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Pengertian dan pentingnya SMKP Tujuan dan manfaat SMKP Prinsip dasar keselamatan pertambangan Peraturan dan Standar Keselamatan Pertambangan Regulasi nasional dan internasional terkait keselamatan pertambangan Kebijakan keselamatan yang berlaku di industri pertambangan Penegakan hukum dan peran pemerintah dalam keselamatan pertambangan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Teknik-teknik identifikasi bahaya di area pertambangan Metode penilaian dan pengelolaan risiko Prioritas dalam pengendalian bahaya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Komponen-komponen utama SMK3 Penyusunan dan penerapan kebijakan keselamatan Struktur organisasi dan tanggung jawab dalam SMKP Prosedur Kerja Aman (PKA) Penyusunan dan penerapan prosedur kerja aman Pembekalan alat pelindung diri (APD) Pengawasan dan evaluasi implementasi PKA Tanggap Darurat dan Pertolongan Pertama Prosedur tanggap darurat di area pertambangan Sistem evakuasi dan jalur keluar yang aman Teknik pertolongan pertama pada kecelakaan kerja Pelatihan dan Peningkatan Kesadaran Keselamatan Metode pelatihan yang efektif untuk pekerja dan manajemen Mengembangkan budaya keselamatan di tempat kerja Monitoring dan evaluasi efektivitas pelatihan keselamatan Audit dan Evaluasi Sistem Keselamatan Pertambangan Proses audit internal dan eksternal Teknik evaluasi dan perbaikan berkelanjutan Analisis kecelakaan dan insiden untuk peningkatan sistem Penerapan Teknologi untuk Meningkatkan Keselamatan Penggunaan teknologi dalam memantau keselamatan pertambangan Sistem deteksi dini dan alarm bahaya Implementasi teknologi ramah lingkungan dan efisiensi operasional Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut Penyusunan rencana tindak lanjut pasca pelatihan Pemantauan dan evaluasi keberlanjutan SMKP di lapangan Sumber daya dan dukungan untuk implementasi sistem yang berkelanjutan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SMKP (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN) Manajemen Puncak dan Pengambil Keputusan Direksi dan manajer yang bertanggung jawab atas kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan pertambangan. Mereka perlu memahami peraturan, sistem, dan pengelolaan keselamatan untuk memastikan implementasi yang tepat. Supervisor dan Pengawas Keselamatan Supervisor atau pengawas yang bertanggung jawab langsung terhadap pekerja di lapangan dan memastikan prosedur keselamatan dilaksanakan dengan benar. Pekerja Lapangan dan Operator Mesin Pekerja yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional di tambang, seperti operator alat berat, teknisi, dan pekerja konstruksi, yang perlu memahami potensi bahaya dan prosedur kerja aman. Tim Tanggap Darurat dan Penanganan Kecelakaan Anggota tim tanggap darurat yang bertugas dalam situasi darurat, termasuk pertolongan pertama, evakuasi, dan penanganan insiden atau kecelakaan kerja. Petugas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tenaga ahli K3 yang berperan dalam merancang dan menerapkan kebijakan serta prosedur keselamatan, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi keselamatan di lapangan. Pengelola Lingkungan dan Keberlanjutan Tim yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dampak lingkungan, yang juga harus memahami keselamatan kerja terkait pengelolaan bahan berbahaya dan pencegahan polusi di area pertambangan. Penyelia dan Tim Audit Keselamatan Tim audit internal atau eksternal yang memeriksa dan menilai kesesuaian operasional tambang dengan standar keselamatan yang berlaku, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Konsultan dan Profesional Keamanan Konsultan keselamatan yang memberikan saran dan rekomendasi untuk meningkatkan sistem keselamatan di perusahaan pertambangan, serta membantu dalam implementasi prosedur keselamatan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Smkp (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan) Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Identifikasi Bahaya Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan K3 Pertambangan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training K3 Pertambangan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training,…
Read more


March 23, 2025 0
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Company

About Us

Contact Us

Products

Services

Blog

Features

Analytics

Engagement

Builder

Publisher

Help

Privacy Policy

Terms

Conditions

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created with Royal Elementor Addons