TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL

TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL

TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL   DESKRIPSI TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Pelatihan PPIC (Production and Inventory Planning, Control) sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan kelancaran operasional dalam proses produksi dan pengelolaan persediaan. Dengan adanya pelatihan ini, para profesional di bidang produksi dapat memahami cara merencanakan, mengontrol, dan mengelola persediaan secara efektif, sehingga dapat menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat berdampak pada biaya produksi. Selain itu, pelatihan ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengoptimalkan jadwal produksi, serta meminimalkan pemborosan. Kemampuan untuk mengintegrasikan data produksi dan persediaan memungkinkan perusahaan untuk merespon perubahan permintaan pasar dengan cepat, menjaga kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. TUJUAN PELATIHAN PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Tujuan pelatihan PPIC (Production and Inventory Planning, Control) adalah untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik perencanaan dan pengendalian produksi serta pengelolaan persediaan yang efektif dan efisien. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengoptimalkan proses produksi dengan merencanakan kebutuhan bahan baku, kapasitas produksi, serta pengelolaan persediaan yang tepat. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis dan mengantisipasi fluktuasi permintaan pasar, sehingga dapat menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat merugikan perusahaan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan efisiensi operasional, menurunkan biaya produksi, dan mendukung pencapaian target perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Pengenalan PPIC Definisi PPIC (Production and Inventory Planning, Control) Peran PPIC dalam manajemen produksi dan rantai pasok Tujuan dan manfaat implementasi PPIC dalam perusahaan Dasar-dasar Perencanaan Produksi Pengertian dan tujuan perencanaan produksi Jenis-jenis perencanaan produksi (long-term, medium-term, short-term) Pengelolaan kapasitas produksi Penjadwalan produksi dan pengaruhnya terhadap output Perencanaan Persediaan Jenis-jenis persediaan (raw materials, work-in-progress, finished goods) Teknik perencanaan kebutuhan material (MRP, JIT) Persediaan minimum, maksimal, dan reorder point Metode perhitungan kebutuhan bahan baku Pengendalian Persediaan Teknik pengendalian persediaan (EOQ, ABC Analysis, Safety Stock) Analisis biaya persediaan (holding cost, ordering cost, stockout cost) Pengaruh pengendalian persediaan terhadap biaya dan efisiensi operasional Tools dan software dalam pengendalian persediaan Integrasi Perencanaan Produksi dan Pengelolaan Persediaan Cara mengintegrasikan perencanaan produksi dan persediaan dalam sistem PPIC Hubungan antara forecast permintaan dan perencanaan produksi Menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi dan kebutuhan persediaan Monitoring dan Evaluasi Kinerja PPIC Key performance indicators (KPI) dalam PPIC Pengukuran efektivitas dan efisiensi PPIC Pemecahan masalah dalam perencanaan dan pengendalian produksi serta persediaan Studi Kasus dan Penerapan Praktis Analisis studi kasus nyata dalam perencanaan dan pengendalian produksi Penerapan teori PPIC dalam perusahaan manufaktur Diskusi dan simulasi terkait masalah yang sering dihadapi dalam PPIC Tren dan Inovasi dalam PPIC Penggunaan teknologi dalam PPIC (ERP, IoT, Big Data) Perkembangan sistem otomatisasi dalam perencanaan dan pengendalian Pengaruh perkembangan industri 4.0 terhadap PPIC Penutupan dan Rangkuman Pembahasan kesimpulan dari materi pelatihan Rekomendasi untuk implementasi PPIC dalam perusahaan Tanya jawab dan diskusi PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Manajer Produksi Bertanggung jawab dalam perencanaan dan pengelolaan jadwal produksi, serta memastikan proses produksi berjalan efisien dan tepat waktu. Staf atau Supervisor PPIC Posisi ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang perencanaan dan pengendalian produksi serta pengelolaan persediaan untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan produk jadi sesuai kebutuhan. Manajer Rantai Pasok (Supply Chain Manager) Memiliki peran vital dalam merencanakan aliran barang dan bahan baku dari pemasok hingga ke proses produksi, sehingga pelatihan PPIC penting untuk meningkatkan efektivitas rantai pasok. Staf Logistik dan Pengelolaan Persediaan Bertugas untuk mengelola dan mengontrol persediaan barang, serta memastikan ketersediaannya tepat waktu dengan jumlah yang optimal, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan stok. Planner Produksi Bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengatur jadwal produksi agar selaras dengan kapasitas produksi dan permintaan pasar. Pengetahuan PPIC akan membantu mereka dalam menyusun jadwal dan mengelola sumber daya secara optimal. Staff Keuangan atau Akuntansi yang Terlibat dalam Biaya Produksi Mengelola biaya produksi dan persediaan yang terkait, sehingga memiliki pemahaman tentang perencanaan dan pengendalian produksi serta persediaan sangat penting untuk mengoptimalkan biaya dan profitabilitas. Quality Control (QC) Berperan dalam memastikan produk akhir sesuai standar kualitas, dan dengan memahami PPIC, mereka dapat mengantisipasi masalah yang mungkin timbul akibat pengelolaan produksi atau persediaan yang kurang tepat. Pihak Manajemen atau Eksekutif yang Terlibat dalam Pengambilan Keputusan Pimpinan atau manajer yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis terkait perencanaan dan pengelolaan produksi serta persediaan, agar dapat memahami pentingnya perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan perusahaan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Ppic : Production And Inventory Planning, Control Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Perencanaan Persediaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengendalian Persediaan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengendalian Persediaan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja :…
Read more


June 6, 2025 0
TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007   DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Pelatihan Supply Chain Management ISO 28000:2007 sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan efisiensi operasional suatu perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan risiko yang semakin kompleks. ISO 28000:2007 adalah standar internasional yang memberikan panduan untuk sistem manajemen keamanan rantai pasokan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola potensi risiko yang dapat mengganggu kelancaran alur distribusi barang dan jasa. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan terhadap ancaman, memperkuat kontrol keamanan, dan meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh gangguan dalam rantai pasokan. Pelatihan ini juga membantu membangun kepercayaan dengan mitra bisnis dan pelanggan, serta memenuhi standar regulasi yang semakin ketat di pasar global. TUJUAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Meningkatkan Kesadaran Keamanan: Memberikan pemahaman tentang pentingnya mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko yang dapat mengganggu kelancaran rantai pasokan, seperti ancaman terorisme, bencana alam, atau gangguan lainnya. Memperkuat Keamanan Rantai Pasokan: Membekali peserta dengan pengetahuan untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan keamanan yang efektif, serta menciptakan sistem kontrol untuk menjaga integritas dan kestabilan operasional. Mengurangi Risiko: Membantu perusahaan untuk menilai, mencegah, dan memitigasi risiko yang berpotensi merusak kelancaran distribusi barang dan layanan. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan dan Mitra Bisnis: Meningkatkan reputasi perusahaan dengan memenuhi standar internasional yang dapat memberikan kepercayaan lebih kepada pelanggan dan mitra bisnis. Mematuhi Regulasi Internasional: Menyediakan pengetahuan tentang bagaimana memenuhi standar dan regulasi internasional dalam manajemen keamanan rantai pasokan, memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Pengenalan ISO 28000:2007 Definisi dan tujuan ISO 28000 Pentingnya standar ISO 28000 dalam rantai pasokan Manfaat penerapan ISO 28000 bagi perusahaan Prinsip Dasar Manajemen Keamanan Rantai Pasokan Konsep dasar manajemen keamanan rantai pasokan Identifikasi dan pemetaan risiko dalam rantai pasokan Pendekatan berbasis risiko dalam manajemen keamanan Struktur dan Persyaratan ISO 28000:2007 Struktur standar ISO 28000 Persyaratan utama dalam ISO 28000 Pemenuhan persyaratan keamanan dan kebijakan terkait Identifikasi dan Penilaian Risiko Teknik identifikasi risiko dalam rantai pasokan Metode penilaian dan analisis risiko Strategi mitigasi risiko Desain dan Implementasi Sistem Keamanan Penyusunan kebijakan keamanan dan prosedur operasional Rencana aksi untuk menghadapi ancaman dan risiko Sistem pengendalian dan pengawasan keamanan rantai pasokan Audit dan Evaluasi Sistem Keamanan Teknik audit dalam ISO 28000 Prosedur evaluasi dan pemantauan sistem keamanan Tindak lanjut setelah audit dan evaluasi Peningkatan Berkelanjutan dalam Manajemen Keamanan Pendekatan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) Proses perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keamanan Pengembangan dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan Studi Kasus dan Aplikasi Praktis Studi kasus penerapan ISO 28000 pada perusahaan Diskusi dan analisis tantangan dalam implementasi ISO 28000 Persiapan Sertifikasi ISO 28000 Langkah-langkah persiapan untuk sertifikasi ISO 28000 Kriteria dan proses sertifikasi Keuntungan dari mendapatkan sertifikasi ISO 28000 Kesimpulan dan Penutupan Ringkasan materi pelatihan Tanya jawab dan diskusi Penutupan dan pembagian sertifikat pelatihan (jika ada) PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Manajer dan Staf Rantai Pasokan (Supply Chain Manager & Staff) Mereka yang terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan alur distribusi barang dan jasa akan mendapat manfaat besar dari pemahaman tentang bagaimana mengelola dan mengurangi risiko dalam rantai pasokan. Manajer Keamanan dan Risiko (Security & Risk Managers) Pihak yang bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko keamanan, termasuk ancaman fisik atau siber yang dapat memengaruhi operasi rantai pasokan, perlu mengikuti pelatihan ini untuk memahami standar yang relevan. Tim Kepatuhan dan Audit Internal Tim yang bertugas untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar internasional, termasuk ISO, perlu memahami ISO 28000 untuk melakukan audit yang efektif dan memastikan bahwa sistem manajemen keamanan rantai pasokan sesuai dengan persyaratan. Pemasok dan Mitra Bisnis Pemasok atau mitra bisnis yang terlibat dalam jaringan rantai pasokan suatu perusahaan juga perlu memahami standar keamanan ini agar mereka dapat berkolaborasi dalam menciptakan rantai pasokan yang aman dan terjamin. Direktur dan Eksekutif Pihak eksekutif yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan strategis dalam perusahaan perlu memahami pentingnya ISO 28000 untuk membuat kebijakan yang mendukung manajemen risiko yang efektif dan meningkatkan keamanan rantai pasokan. Konsultan dan Profesional Keamanan Konsultan yang memberikan layanan terkait keamanan, manajemen risiko, atau kepatuhan di perusahaan juga membutuhkan pelatihan ini untuk dapat memberikan saran dan implementasi yang sesuai dengan standar ISO 28000. Petugas Pengadaan (Procurement Officers) Petugas yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa juga harus memahami prinsip-prinsip keamanan dalam rantai pasokan untuk memastikan bahwa proses pengadaan berjalan lancar dan aman. Pihak yang Terlibat dalam Pengiriman dan Logistik Pihak yang mengelola pengiriman dan logistik barang, termasuk transportasi dan distribusi, perlu memahami bagaimana mengelola risiko yang berkaitan dengan keamanan dan kelancaran operasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Supply Chain Management Iso 28000 ; 2007 Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Sistem Keamanan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING

TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING

TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING   DESKRIPSI TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Pelatihan Best Practice in Lean Manufacturing sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, menerapkan prinsip-prinsip lean seperti pengurangan waktu tunggu, peningkatan kualitas, dan pengelolaan aliran material yang lebih baik. Selain itu, pelatihan ini juga membantu para karyawan untuk lebih memahami konsep-konsep seperti Kaizen, 5S, dan Just-in-Time, yang dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional. Implementasi best practice dalam lean manufacturing juga berperan penting dalam menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien, efektif, serta responsif terhadap perubahan pasar. TUJUAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Tujuan pelatihan Best Practice in Lean Manufacturing adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip lean di lingkungan produksi. Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan nilai bagi pelanggan dengan cara memperbaiki aliran proses, mengurangi waktu siklus, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan konsep-konsep penting seperti Kaizen (perbaikan berkelanjutan), 5S (penataan tempat kerja), Just-in-Time (JIT), dan pemetaan aliran nilai (Value Stream Mapping). Dengan pelatihan ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, serta menciptakan budaya kerja yang lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Pendahuluan Lean Manufacturing Definisi Lean Manufacturing Sejarah dan prinsip dasar Lean Tujuan dan manfaat penerapan Lean Manufacturing Prinsip-Prinsip Lean Manufacturing Mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan (Waste) Peningkatan nilai bagi pelanggan (Value Creation) Pengelolaan aliran proses (Flow) Perbaikan berkelanjutan (Kaizen) Jenis-jenis Pemborosan dalam Lean Manufacturing (7 Wastes) Overproduction Waiting Transportasi Proses yang tidak perlu Inventaris berlebihan Gerakan yang tidak efisien Cacat atau defect Metode dan Alat Lean Manufacturing 5S (Sort, Set in Order, Shine, Standardize, Sustain) Just-in-Time (JIT) Kaizen (Continuous Improvement) Pemetaan Aliran Nilai (Value Stream Mapping) Poka-yoke (Error Proofing) SMED (Single-Minute Exchange of Die) Penerapan Lean di Tempat Kerja Penataan ruang kerja (Workplace Organization) Peningkatan aliran material dan informasi Pengurangan waktu set-up dan changeover Pengelolaan inventaris dengan lebih efisien Peningkatan Kualitas melalui Lean Pengendalian kualitas dengan pendekatan Lean Defect Reduction dan Zero Defects Analisis akar penyebab (Root Cause Analysis) Menciptakan Budaya Perbaikan Berkelanjutan Mengembangkan mindset Lean di seluruh organisasi Peran manajemen dalam mendukung Lean Melibatkan karyawan dalam proses perbaikan Studi Kasus dan Aplikasi Praktis Studi kasus penerapan Lean Manufacturing di industri Simulasi dan diskusi tentang implementasi best practices Evaluasi dan Tindak Lanjut Cara mengukur hasil penerapan Lean Penilaian efektivitas dan keberlanjutan praktik Lean Langkah-langkah untuk menjaga perbaikan dalam jangka panjang Penutupan dan Kesimpulan Rekap materi pelatihan Diskusi terbuka dan sesi tanya jawab Rekomendasi implementasi di tempat kerja masing-masing PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Manajer dan Supervisor Produksi Mereka bertanggung jawab atas pengelolaan operasional harian di lini produksi. Pelatihan ini membantu mereka untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Lean untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim mereka. Karyawan di Lini Produksi Karyawan yang bekerja langsung di lantai produksi akan mendapatkan manfaat dari pelatihan ini dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, serta melakukan perbaikan proses secara terus-menerus. Engineer Proses dan Teknik Para engineer yang terlibat dalam perancangan dan perbaikan proses produksi akan memanfaatkan pengetahuan tentang Lean untuk merancang sistem yang lebih efisien dan optimal, mengurangi waktu siklus, dan menghilangkan pemborosan. Tim Quality Control (QC) Pelatihan ini akan membantu tim QC dalam meningkatkan kualitas produk dengan menerapkan prinsip Lean yang berfokus pada pengurangan cacat dan perbaikan berkelanjutan (Kaizen) dalam setiap tahap produksi. Manajer Logistik dan Rantai Pasokan Manajer yang terlibat dalam pengelolaan aliran material dan pengaturan persediaan dapat menggunakan konsep Lean, seperti Just-in-Time (JIT), untuk mengoptimalkan pengelolaan rantai pasokan dan mengurangi biaya inventaris. Tim Manajemen Tim manajemen yang bertugas dalam merancang dan mengimplementasikan strategi operasional perusahaan membutuhkan pelatihan ini untuk memastikan bahwa prinsip Lean dapat diterapkan di seluruh organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan. Konsultan dan Profesional Pengelolaan Operasional Konsultan yang membantu perusahaan dalam meningkatkan proses operasional mereka akan sangat diuntungkan dengan pemahaman mendalam tentang prinsip Lean, sehingga dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan berbasis pada best practices. Pemilik dan Pimpinan Perusahaan Pemilik atau pimpinan perusahaan yang ingin meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan melalui peningkatan efisiensi operasional, serta mengadopsi budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh organisasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Best Practice In Lean Manufacturing Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Peningkatan Kualitas Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Overproduction Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Overproduction Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT

TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT

TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Pelatihan Document Control and Logistic Management memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan dokumen serta rantai pasok dalam suatu organisasi. Dengan sistem dokumentasi yang terstruktur, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap dokumen tersimpan, diakses, dan diperbarui dengan aman serta sesuai standar. Sementara itu, manajemen logistik yang baik membantu dalam pengelolaan arus barang, persediaan, dan distribusi sehingga operasional berjalan lancar dan biaya dapat ditekan. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pemahaman tentang kepatuhan regulasi, manajemen risiko, serta penggunaan teknologi terkini untuk mengoptimalkan proses kerja. Dengan tenaga kerja yang terlatih, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan administratif, dan menciptakan sistem kerja yang lebih efektif. TUJUAN PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Memahami Prinsip Document Control – Membantu peserta memahami standar, regulasi, dan prosedur dalam pengelolaan dokumen agar lebih terstruktur, aman, dan mudah diakses. Meningkatkan Efisiensi Administrasi – Mengurangi risiko kehilangan atau kesalahan dalam pengelolaan dokumen dengan sistem yang lebih tertata. Optimalisasi Manajemen Logistik – Memastikan pengelolaan persediaan, distribusi, dan pengiriman barang berjalan efisien untuk mendukung kelancaran operasional. Meningkatkan Kepatuhan terhadap Regulasi – Membantu peserta memahami regulasi terkait dokumentasi dan logistik guna memastikan kepatuhan terhadap standar industri. Menerapkan Teknologi dalam Document Control dan Logistik – Menggunakan perangkat lunak dan sistem manajemen modern untuk meningkatkan efektivitas kerja. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT I. Pendahuluan Pengenalan Pelatihan Tujuan pelatihan Pentingnya Document Control dan Logistic Management dalam organisasi Overview dan Konsep Dasar Definisi dan ruang lingkup Document Control Definisi dan ruang lingkup Logistic Management II. Document Control Prinsip Dasar Document Control Tujuan dan pentingnya pengendalian dokumen Klasifikasi dokumen: Internal, Eksternal, Rahasia Proses Pengelolaan Dokumen Penciptaan, pengeditan, dan revisi dokumen Penyimpanan dan pengarsipan dokumen Sistem pengendalian revisi dan distribusi dokumen Teknologi dalam Document Control Penggunaan perangkat lunak Document Management System (DMS) Otomatisasi alur kerja dan pengarsipan digital Kepatuhan terhadap Regulasi Standar dan peraturan terkait pengelolaan dokumen (ISO, HIPAA, dll.) Audit dan pelaporan dokumen III. Logistic Management Dasar-Dasar Manajemen Logistik Pengertian dan komponen logistik (persediaan, transportasi, pergudangan) Proses aliran barang dari pemasok ke konsumen Perencanaan dan Pengelolaan Persediaan Teknik perencanaan persediaan yang efisien Sistem pengelolaan inventaris dan pemantauan stok Sistem Distribusi dan Transportasi Pemilihan moda transportasi yang tepat Rute distribusi yang efisien Pengelolaan Pergudangan Pengelolaan ruang gudang dan sistem penyimpanan barang Teknologi dalam manajemen gudang (WMS – Warehouse Management System) Teknologi dalam Logistic Management Sistem manajemen rantai pasok (SCM – Supply Chain Management) Penggunaan perangkat lunak logistik dan pelacakan barang secara real-time Evaluasi Kinerja Logistik Key Performance Indicators (KPI) dalam manajemen logistik Analisis biaya dan pengoptimalan proses logistik IV. Integrasi Document Control dan Logistic Management Hubungan antara Document Control dan Logistic Management Pentingnya dokumentasi dalam setiap proses logistik Pengelolaan dokumen terkait persediaan, pengiriman, dan penerimaan barang Membangun Sistem Terpadu Integrasi sistem Document Control dan Logistic Management untuk efisiensi Penggunaan teknologi untuk mendukung integrasi kedua sistem V. Studi Kasus dan Diskusi Studi Kasus Pengelolaan Dokumen dan Logistik Analisis kasus nyata dan solusi yang diterapkan Diskusi Kelompok Pembahasan tantangan dan solusi praktis dalam implementasi VI. Penutupan Kesimpulan Rangkuman materi pelatihan Tanya Jawab Sesi diskusi dan klarifikasi Evaluasi dan Umpan Balik Peserta Pengisian evaluasi pelatihan Umpan balik untuk pengembangan pelatihan berikutnya PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Manajer dan Staf Logistik Manajer Logistik, Koordinator Gudang, dan Staf Pengiriman yang terlibat langsung dalam perencanaan, distribusi, dan pengelolaan persediaan barang. Mereka perlu memahami bagaimana mengelola aliran barang dan dokumentasi terkait secara efisien. Staf Document Control Pengelola Dokumentasi, Staf Administrasi, dan Koordinator Dokumen yang bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan dokumen berjalan dengan sistematis, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tim IT dan Sistem Informasi Pengembang dan Administrator Sistem yang mengelola perangkat lunak Document Management System (DMS) dan sistem manajemen logistik, serta yang bertugas dalam mengintegrasikan teknologi untuk mendukung operasional pengelolaan dokumen dan logistik. Staf Keuangan dan Akuntansi Staf Akuntansi dan Keuangan yang perlu memantau dan mengelola laporan dan dokumen terkait transaksi logistik, persediaan, serta pengeluaran yang berhubungan dengan pengadaan dan distribusi barang. Pihak Manajemen dan Eksekutif Manajer Operasional dan Eksekutif Senior yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, termasuk dalam pengelolaan dokumen dan proses logistik. Staf Produksi dan Pengadaan Manajer Produksi dan Tim Pengadaan yang terlibat dalam koordinasi dan pengelolaan alur bahan baku dan barang jadi, serta dokumentasi yang terkait dengan proses tersebut. Tim Kualitas dan Kepatuhan Auditor Internal, Tim Kepatuhan, dan Manajer Kualitas yang bertanggung jawab memastikan seluruh proses dokumentasi dan logistik sesuai dengan standar kualitas dan regulasi industri yang berlaku. Pihak Pengelola Proyek Manajer Proyek dan Koordinator Proyek yang bekerja dengan dokumen proyek dan harus memastikan semua informasi proyek terkait logistik dan dokumentasi dikelola dengan baik. Supplier dan Vendor Pemasok dan Mitra Bisnis yang berhubungan dengan proses pengiriman barang dan dokumen pengadaan yang memerlukan pemahaman sistem pengelolaan dokumen dan logistik yang efektif. Pekerja Magang atau Baru Bergabung di Bidang Logistik dan Administrasi Individu yang baru mulai berkarir dalam pengelolaan logistik dan dokumen, yang memerlukan pemahaman dasar dan keterampilan praktis terkait kedua bidang ini. Pemateri/ Trainer Pelatihan Document Control And Logistic Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Distribusi Dan Transportasi Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Logistic Management Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND   DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Pelatihan Supply Chain Management (SCM) berbasis ISO 28000:2007 yang diselenggarakan oleh TUV Rheinland memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan rantai pasokan bagi perusahaan. Standar ini dirancang untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko keamanan dalam seluruh rantai pasokan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi potensi gangguan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan kepercayaan mitra bisnis dan pelanggan, karena menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan dan keberlanjutan rantai pasokan. TUJUAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Memahami Standar ISO 28000:2007 – Memberikan pemahaman mendalam tentang persyaratan dan prinsip manajemen keamanan dalam rantai pasokan. Identifikasi dan Mitigasi Risiko – Membantu organisasi dalam mengenali, menilai, dan mengelola risiko keamanan yang dapat mengganggu kelancaran rantai pasokan. Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi – Mengoptimalkan sistem keamanan dan operasional agar rantai pasokan lebih tangguh dan efisien. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi – Memastikan perusahaan memenuhi standar internasional dan persyaratan hukum terkait keamanan rantai pasokan. Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan – Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pelanggan, mitra bisnis, dan regulator melalui implementasi sistem keamanan yang terstruktur. Mendukung Keberlanjutan Bisnis – Mengurangi gangguan operasional akibat ancaman keamanan, sehingga meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND 1. Pengenalan ISO 28000:2007 Latar belakang dan sejarah standar ISO 28000 Tujuan dan manfaat penerapan standar dalam rantai pasokan Prinsip dasar manajemen keamanan rantai pasokan 2. Persyaratan dan Struktur ISO 28000:2007 Konteks organisasi dan ruang lingkup standar Peran kepemimpinan dan tanggung jawab manajemen Perencanaan sistem manajemen keamanan rantai pasokan Dukungan dan sumber daya dalam implementasi 3. Identifikasi dan Manajemen Risiko Keamanan Metode identifikasi ancaman dan kerentanan dalam rantai pasokan Strategi mitigasi dan pengendalian risiko keamanan Studi kasus gangguan dalam rantai pasokan dan cara penanganannya 4. Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan Proses pengendalian operasional untuk mencegah risiko Manajemen insiden dan respons terhadap gangguan keamanan Evaluasi kinerja dan pengukuran efektivitas sistem 5. Audit dan Kepatuhan terhadap ISO 28000:2007 Proses audit internal dan eksternal Dokumentasi dan pencatatan yang diperlukan Strategi untuk meningkatkan kepatuhan dan perbaikan berkelanjutan 6. Studi Kasus dan Best Practices Implementasi ISO 28000 di berbagai industri Tantangan dan solusi dalam penerapan standar Diskusi interaktif dan latihan praktik 7. Sertifikasi dan Langkah Implementasi di Perusahaan Proses sertifikasi oleh TUV Rheinland Roadmap penerapan ISO 28000 di organisasi Rencana aksi untuk mengintegrasikan SCM yang aman dan efisien PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Manajer dan Supervisor Supply Chain – Bertanggung jawab atas kelancaran, keamanan, dan efisiensi rantai pasokan dalam perusahaan. Tim Keamanan dan Manajemen Risiko – Mengelola risiko keamanan dalam rantai pasokan serta menerapkan kebijakan mitigasi ancaman. Profesional Logistik dan Transportasi – Menangani pengiriman barang, distribusi, dan penyimpanan untuk memastikan keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi. Manajer Operasional dan Produksi – Mengawasi operasional perusahaan yang bergantung pada pasokan bahan baku dan distribusi produk jadi. Petugas Kepatuhan dan Audit Internal – Memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar keamanan rantai pasokan dan persyaratan sertifikasi. Manajer Pembelian dan Pengadaan – Mengelola hubungan dengan pemasok dan memastikan mereka menerapkan standar keamanan yang sesuai. Profesional dari Industri Manufaktur, Retail, dan Distribusi – Perusahaan yang bergantung pada rantai pasokan yang kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang kuat. Konsultan dan Penyedia Jasa Keamanan Rantai Pasokan – Memberikan layanan konsultasi terkait implementasi ISO 28000 dan peningkatan keamanan logistik. Tim Manajemen Krisis dan Keberlanjutan Bisnis – Bertanggung jawab atas strategi pemulihan bisnis dalam menghadapi gangguan rantai pasokan. Pihak yang Ingin Memperoleh Sertifikasi ISO 28000 – Organisasi atau individu yang ingin memahami proses sertifikasi dan implementasi standar ini. Pemateri/ Trainer Pelatihan Supply Chain Management (Scm) Iso 28000 : 2007 By Tuv Rheinland Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Rantai Pasok Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Rantai Pasok Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING GOOD MANUFACTURING PRACTICE

TRAINING GOOD MANUFACTURING PRACTICE

TRAINING GOOD MANUFACTURING PRACTICE   DESKRIPSI TRAINING GOOD MANUFACTURING PRACTICE Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) sangat penting dalam industri makanan, obat, dan kosmetik untuk memastikan produk yang dihasilkan aman, berkualitas, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. GMP mencakup berbagai aspek, seperti kebersihan lingkungan produksi, penggunaan bahan baku yang aman, standar operasional yang ketat, serta pelatihan karyawan agar memahami prosedur kerja yang benar. Dengan pelatihan ini, perusahaan dapat mencegah kontaminasi, kesalahan produksi, serta meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, kepatuhan terhadap GMP juga membantu perusahaan membangun kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, pelatihan GMP menjadi investasi strategis bagi industri yang ingin menjaga reputasi serta memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. TUJUAN PELATIHAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE Menjamin Keamanan Produk – Mencegah kontaminasi fisik, kimia, dan biologis dalam proses produksi untuk memastikan produk yang dihasilkan aman bagi konsumen. Meningkatkan Kualitas Produk – Memastikan setiap tahap produksi dilakukan sesuai standar agar produk memiliki mutu yang konsisten. Mematuhi Regulasi dan Standar – Membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan peraturan dari badan pengawas, seperti BPOM atau FDA. Meningkatkan Efisiensi Produksi – Mengoptimalkan proses kerja sehingga mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan produktivitas. Membangun Kepercayaan Konsumen – Dengan menerapkan GMP, perusahaan dapat meningkatkan citra dan kepercayaan pelanggan terhadap produk mereka. Meningkatkan Kesadaran Karyawan – Mendidik tenaga kerja agar memahami pentingnya kebersihan, sanitasi, dan prosedur operasional dalam proses produksi. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE 1. Pengenalan Good Manufacturing Practice (GMP) Definisi dan konsep dasar GMP Pentingnya GMP dalam industri makanan, obat, dan kosmetik Regulasi dan standar GMP (BPOM, FDA, WHO, Codex Alimentarius) 2. Persyaratan Dasar GMP Kebersihan dan sanitasi lingkungan produksi Pengendalian bahan baku dan produk jadi Manajemen peralatan dan fasilitas produksi 3. Personalia dan Higiene Karyawan Peran dan tanggung jawab tenaga kerja dalam penerapan GMP Kebersihan dan kesehatan pekerja Pelatihan dan kompetensi karyawan 4. Proses Produksi yang Baik Pengendalian proses produksi Pencegahan kontaminasi (fisik, kimia, biologis) Manajemen alur kerja dan dokumentasi 5. Pengendalian Mutu dan Jaminan Kualitas Sistem Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) Uji mutu bahan baku dan produk akhir Penanganan produk cacat atau tidak sesuai spesifikasi 6. Penyimpanan dan Distribusi Sistem penyimpanan bahan baku dan produk jadi Pengendalian suhu dan kelembaban Sistem distribusi yang aman dan sesuai standar 7. Dokumentasi dan Pencatatan Pentingnya dokumentasi dalam GMP Jenis-jenis dokumen yang harus disiapkan (SOP, batch record, dll.) Cara melakukan pencatatan dan pelaporan yang baik 8. Audit dan Inspeksi GMP Prosedur audit internal dan eksternal Persiapan menghadapi inspeksi dari badan pengawas Tindakan perbaikan dan pencegahan (Corrective and Preventive Action – CAPA) 9. Studi Kasus dan Simulasi Penerapan GMP Evaluasi dan analisis kasus nyata terkait pelanggaran GMP Simulasi penerapan GMP di lingkungan kerja Diskusi dan tanya jawab PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE Karyawan Produksi – Operator dan teknisi yang bertanggung jawab atas proses pembuatan produk agar sesuai dengan standar GMP. Supervisor dan Manajer Produksi – Pemimpin tim produksi yang mengawasi kepatuhan terhadap prosedur GMP di area kerja. Tim Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) – Petugas yang memastikan kualitas produk, melakukan pengujian, serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi. Bagian R&D (Research & Development) – Pengembang produk yang harus memahami persyaratan GMP dalam formulasi dan uji coba produk baru. Bagian Pengadaan dan Penyimpanan (Logistik & Warehouse) – Personel yang menangani bahan baku dan produk jadi, termasuk penyimpanan dan distribusinya sesuai standar GMP. Bagian Pemeliharaan dan Engineering – Tim yang bertanggung jawab terhadap peralatan dan fasilitas produksi agar tetap sesuai standar sanitasi dan keamanan. Tim Regulatory Affairs – Karyawan yang bertugas memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan berkomunikasi dengan badan pengawas seperti BPOM atau FDA. Pemilik dan Pimpinan Perusahaan – Pengambil keputusan yang perlu memahami pentingnya GMP dalam menjaga reputasi dan keberlanjutan bisnis. Distributor dan Pihak Terkait dalam Rantai Pasok – Pihak yang terlibat dalam distribusi produk agar memahami standar penyimpanan dan pengiriman yang aman. Auditor Internal dan Eksternal – Profesional yang melakukan audit dan inspeksi terhadap penerapan GMP di perusahaan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Good Manufacturing Practice Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengendalian Proses Produksi Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Sistem Quality Control Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Sistem Quality Control Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta…
Read more


June 4, 2025 0
TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT

TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT

TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT Pelatihan Project Procurement & Risk Management sangat penting untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam mengelola proyek dengan lebih efektif dan efisien. Dalam setiap proyek, pengelolaan pengadaan (procurement) yang tepat memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan tersedia sesuai waktu, biaya, dan kualitas yang ditentukan. Sementara itu, manajemen risiko yang baik memungkinkan tim proyek untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proyek. Dengan pelatihan ini, peserta akan dilengkapi dengan keterampilan praktis dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan risiko dan pengadaan, sehingga dapat meminimalkan kegagalan dan meningkatkan kesuksesan proyek secara keseluruhan. Pelatihan ini juga membantu memperkuat komunikasi dan koordinasi antar tim proyek, yang sangat krusial dalam mencapai tujuan proyek. TUJUAN PELATIHAN PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT Memahami Konsep Dasar Pengadaan dan Manajemen Risiko: Memberikan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar pengadaan dan bagaimana mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola risiko dalam proyek. Meningkatkan Kemampuan Perencanaan Pengadaan: Peserta diharapkan mampu merencanakan proses pengadaan dengan lebih efisien, memilih pemasok atau kontraktor yang tepat, serta mengelola kontrak dengan baik. Mengidentifikasi dan Mengelola Risiko Proyek: Peserta dapat mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi jalannya proyek, serta mengembangkan strategi mitigasi untuk meminimalkan dampak negatifnya. Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Proyek: Dengan pengetahuan yang didapat, peserta diharapkan dapat mengelola proyek dengan lebih baik, mengurangi biaya dan waktu, serta memastikan hasil proyek sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi Tim: Peserta diharapkan dapat berkomunikasi lebih efektif dengan semua pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk tim internal dan pihak eksternal seperti pemasok dan kontraktor. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT 1. Pengenalan Pengadaan Proyek (Project Procurement) Definisi dan tujuan pengadaan dalam proyek Proses dan siklus pengadaan proyek Jenis-jenis kontrak dalam pengadaan (fixed-price, cost-reimbursable, time and materials) Prinsip dasar pengadaan yang efektif dan efisien Peran pengadaan dalam keberhasilan proyek 2. Perencanaan Pengadaan Proyek Identifikasi kebutuhan pengadaan dalam proyek Penyusunan rencana pengadaan Strategi pengadaan: Make or Buy Decision Pemilihan vendor dan pemasok Proses pemilihan kontraktor: evaluasi dan seleksi 3. Manajemen Kontrak dalam Pengadaan Proyek Pengertian dan pentingnya kontrak dalam proyek Jenis kontrak yang digunakan dalam pengadaan proyek Penyusunan dan negosiasi kontrak Manajemen perubahan dalam kontrak Pengendalian kinerja kontraktor dan pemasok 4. Pengenalan Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management) Definisi dan tujuan manajemen risiko proyek Pentingnya identifikasi risiko dalam proyek Proses manajemen risiko: Identifikasi, Analisis, Evaluasi, Mitigasi, dan Monitoring 5. Identifikasi dan Penilaian Risiko Teknik-teknik identifikasi risiko (brainstorming, checklist, wawancara) Kategorisasi risiko: risiko teknis, risiko finansial, risiko lingkungan, risiko hukum, dll. Analisis kualitatif dan kuantitatif risiko Penyusunan matriks risiko dan penilaian dampak serta probabilitas risiko 6. Strategi Mitigasi dan Respon terhadap Risiko Strategi pengelolaan risiko: menghindari, mengurangi, mentransfer, atau menerima risiko Penyusunan rencana mitigasi risiko Manajemen risiko dalam situasi darurat atau perubahan yang tidak terduga 7. Monitoring dan Pengendalian Risiko dalam Proyek Pemantauan risiko sepanjang siklus hidup proyek Evaluasi efektivitas rencana mitigasi risiko Pengelolaan risiko yang berkelanjutan selama eksekusi proyek Penggunaan perangkat lunak untuk manajemen risiko proyek 8. Keterkaitan Pengadaan dan Manajemen Risiko dalam Proyek Dampak pengadaan terhadap manajemen risiko Strategi mitigasi risiko yang melibatkan pengadaan Bagaimana pengadaan dapat mempengaruhi keberhasilan pengelolaan risiko 9. Studi Kasus dan Simulasi Penerapan konsep pengadaan dan manajemen risiko dalam studi kasus nyata Diskusi kelompok tentang solusi yang tepat untuk pengelolaan risiko dalam proyek Evaluasi dan perencanaan strategi mitigasi berdasarkan kasus yang diberikan 10. Penutupan dan Evaluasi Kesimpulan dari pelatihan Evaluasi keterampilan yang telah dipelajari Diskusi dan tanya jawab Rencana tindak lanjut dan pengembangan keterampilan lebih lanjut PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT Manajer Proyek (Project Managers) Manajer proyek bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan proyek. Pelatihan ini membantu mereka memahami cara mengelola pengadaan dan risiko dalam proyek, serta bagaimana mengintegrasikan keduanya untuk memastikan kesuksesan proyek. Anggota Tim Proyek (Project Team Members) Anggota tim proyek yang terlibat dalam proses pengadaan dan pengelolaan risiko dapat memperoleh wawasan penting mengenai pengadaan barang dan jasa, serta cara mengidentifikasi dan menangani risiko dalam tugas mereka sehari-hari. Procurement Officers/Penyelia Pengadaan Pegawai yang fokus pada pengadaan barang dan jasa dalam proyek perlu memahami berbagai jenis kontrak, proses pengadaan, serta cara mengelola risiko terkait pengadaan untuk memastikan kelancaran jalannya proyek. Manajer Risiko (Risk Managers) Profesional yang mengelola risiko dalam suatu organisasi atau proyek akan mendapatkan pelatihan ini untuk memperdalam keterampilan mereka dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi risiko yang dapat menghambat proyek. Konsultan dan Pengelola Kontrak Konsultan yang terlibat dalam pengelolaan proyek dan kontrak akan mendapatkan manfaat dalam memahami berbagai strategi mitigasi risiko yang berkaitan dengan pengadaan dan manajemen proyek. Pemasok dan Kontraktor Pemasok atau kontraktor yang berhubungan langsung dengan proses pengadaan dalam proyek akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang harapan klien dan cara mengelola risiko dalam kontrak yang mereka kelola. Tim Keuangan Proyek (Project Finance Team) Anggota tim keuangan yang bertugas mengelola anggaran dan pembiayaan proyek perlu memahami risiko finansial dalam pengadaan dan bagaimana mengelola pengeluaran yang terkait dengan pengadaan serta risiko biaya yang dapat mempengaruhi kelancaran proyek. Manajer Sumber Daya Manusia (HR Managers) Manajer SDM yang terlibat dalam alokasi tenaga kerja dan pengelolaan sumber daya manusia dalam proyek dapat memahami risiko terkait dengan pengelolaan tenaga kerja dan peran mereka dalam proses pengadaan. Pengambil Keputusan Tingkat Eksekutif Eksekutif dan pemimpin organisasi yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis akan mendapatkan wawasan mengenai pentingnya manajemen pengadaan dan risiko dalam menjaga keberhasilan proyek jangka panjang. Pengelola Portofolio Proyek (Project Portfolio Managers) Mereka yang mengelola portofolio proyek dalam suatu organisasi perlu memahami bagaimana mengelola risiko pada tingkat portofolio dan memastikan bahwa pengadaan dalam portofolio tersebut terkelola dengan baik untuk mendukung tujuan organisasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Project Procurement & Risk Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengadaan Proyek Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun…
Read more


June 4, 2025 0
TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT

TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT

TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT   DESKRIPSI TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Pelatihan Best Practice in Strategy Procurement sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan proses pengadaan yang efisien dan efektif. Dengan memahami best practice dalam strategi pengadaan, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, mengurangi biaya, serta meningkatkan kualitas produk atau layanan yang diperoleh. Pelatihan ini juga membantu tim pengadaan untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang dapat muncul selama proses pengadaan, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan pemasok. Selain itu, penerapan strategi pengadaan yang tepat dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global, memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan dinamika pasar yang cepat. TUJUAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Meningkatkan kemampuan pengadaan: Peserta akan memperoleh keterampilan dalam merancang, mengelola, dan melaksanakan strategi pengadaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Mengoptimalkan hubungan dengan pemasok: Peserta akan belajar cara membangun kemitraan yang lebih baik dengan pemasok untuk memastikan kualitas dan kelancaran pasokan. Mengidentifikasi dan mengelola risiko: Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta mengenali potensi risiko dalam pengadaan dan cara-cara untuk mengelolanya secara proaktif. Menerapkan prinsip keberlanjutan: Memahami pentingnya keberlanjutan dalam strategi pengadaan untuk mendukung tujuan jangka panjang perusahaan dan tanggung jawab sosial. Meningkatkan daya saing: Dengan mengadopsi best practice dalam strategi pengadaan, perusahaan dapat menjadi lebih kompetitif dan adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan bisnis yang berkembang. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Pendahuluan Definisi dan Pentingnya Strategi Procurement Peran Procurement dalam Kesuksesan Organisasi Tujuan dan Manfaat Pelatihan Dasar-Dasar Strategi Procurement Konsep dan Prinsip Utama dalam Procurement Pengertian dan Jenis-jenis Procurement Strategy Langkah-langkah Kunci dalam Proses Procurement Best Practices dalam Pengadaan Prinsip-prinsip Pengadaan yang Efisien Teknik Negosiasi yang Efektif Pengelolaan Rantai Pasokan (Supply Chain Management) Penerapan Teknologi dalam Procurement Pengadaan Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Membangun dan Mengelola Hubungan dengan Pemasok Strategi Pemilihan dan Evaluasi Pemasok Mengelola Kontrak dan Kinerja Pemasok Pembangunan Kemitraan yang Berkelanjutan Pemecahan Masalah dan Penanganan Konflik dengan Pemasok Manajemen Risiko dalam Procurement Identifikasi dan Penilaian Risiko dalam Pengadaan Strategi Mitigasi Risiko Pengelolaan Ketidakpastian Pasar dan Faktor Eksternal Pengukuran Kinerja Procurement Key Performance Indicators (KPI) dalam Procurement Analisis Pengeluaran dan Penghematan Biaya Evaluasi Proses dan Peningkatan Berkelanjutan Studi Kasus dan Simulasi Analisis Kasus Nyata dalam Strategi Procurement Diskusi Kelompok dan Solusi Masalah Simulasi Proses Pengadaan Menggunakan Best Practice Penerapan Strategi Procurement di Organisasi Menyusun Rencana Aksi untuk Implementasi Integrasi Procurement dengan Strategi Bisnis Perusahaan Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Strategi Procurement Kesimpulan dan Penutupan Rangkuman Materi Pelatihan Tindak Lanjut dan Pengembangan Kompetensi Procurement Tanya Jawab dan Diskusi Terbuka PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Tim Procurement/Pengadaan Staf pengadaan yang terlibat langsung dalam proses pemilihan, negosiasi, dan pengelolaan pemasok, serta implementasi strategi pengadaan. Manajer Procurement Manajer yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan strategi pengadaan untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan pengadaan di organisasi. Pimpinan Divisi atau Departemen Pengadaan Mereka yang memiliki tanggung jawab untuk menetapkan arah dan kebijakan pengadaan di level yang lebih tinggi, serta memimpin tim pengadaan. Tim Rantai Pasokan (Supply Chain) Staf yang bekerja dalam perencanaan dan pengelolaan rantai pasokan, di mana pengadaan merupakan bagian penting dalam memastikan kelancaran aliran barang dan jasa. Tim Keuangan Profesional yang terlibat dalam pengelolaan anggaran dan pengeluaran, karena pengadaan yang efisien dapat berdampak pada penghematan biaya dan pengelolaan anggaran yang lebih baik. Tim Legal Staf hukum yang mendukung pembuatan kontrak dan perjanjian dengan pemasok serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku dalam proses pengadaan. Pimpinan Eksekutif dan Pengambil Keputusan Direksi atau eksekutif yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis terkait dengan kebijakan pengadaan dan pengelolaan sumber daya organisasi. Pemasok dan Vendor Pihak yang bekerja sama dengan perusahaan dalam menyediakan barang atau jasa, agar mereka dapat memahami lebih baik tentang strategi pengadaan dan prinsip-prinsip efisiensi yang diharapkan. Konsultan Pengadaan Konsultan yang membantu perusahaan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pengadaan yang efektif dan efisien. Pemateri/ Trainer Pelatihan Best Practice In Strategy Procurement Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengadaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengukuran Kinerja Procurement Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengukuran Kinerja Procurement Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara) FREE Transportasi Peserta ke…
Read more


June 3, 2025 0
TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

  TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA   DESKRIPSI TRAINING ASPEK PERPAJAKAN DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA Pelatihan aspek perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelaku pengadaan dalam mematuhi peraturan pajak yang berlaku. Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap permasalahan perpajakan, seperti pemotongan dan pelaporan pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dengan pelatihan ini, peserta dapat memahami kewajiban perpajakan yang timbul dalam setiap tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Selain itu, pelatihan ini juga membantu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat berujung pada sanksi administratif atau hukum, serta memastikan proses pengadaan berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Pemahaman yang baik terhadap perpajakan dalam pengadaan akan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang ada, mengurangi risiko hukum, dan mendukung tercapainya pengelolaan keuangan negara yang lebih baik. TUJUAN PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Meningkatkan Pemahaman: Memberikan pengetahuan tentang peraturan perpajakan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh penyedia barang/jasa dan pengguna anggaran. Mengurangi Risiko Kesalahan Perpajakan: Membantu peserta menghindari kesalahan dalam pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak yang dapat menimbulkan sanksi atau denda. Meningkatkan Kepatuhan Pajak: Mendorong para pihak yang terlibat dalam pengadaan untuk mematuhi peraturan perpajakan yang ada, sehingga tercipta tata kelola yang baik dan transparan. Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Anggaran: Mengoptimalkan penggunaan anggaran dengan menghindari pemborosan akibat kesalahan perpajakan, serta mendukung efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Mencegah Potensi Penyalahgunaan: Mengedukasi peserta untuk mengenali potensi penyalahgunaan dalam praktik perpajakan di bidang pengadaan barang dan jasa, sehingga dapat dihindari. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Pengenalan Umum tentang Perpajakan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Definisi dan ruang lingkup pengadaan barang dan jasa Peran perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa Tujuan dan pentingnya kepatuhan perpajakan dalam pengadaan Peraturan Perpajakan yang Relevan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pengadaan barang dan jasa Ketentuan perpajakan terkait kontrak pengadaan Pajak yang Timbul dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pajak Penghasilan (PPh) atas pengadaan barang dan jasa PPh Pasal 21, 22, dan 23 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pajak Daerah yang relevan dalam pengadaan Prosedur Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Pemotongan dan penyetoran PPh oleh pihak yang berwenang Tata cara pelaporan PPN dalam transaksi pengadaan Dokumen yang diperlukan untuk pemotongan dan pelaporan pajak Peran dan Kewajiban Penyedia Barang/Jasa dalam Pajak Kewajiban penyedia barang/jasa terkait PPN dan PPh Hak dan kewajiban penyedia dalam hal faktur pajak dan bukti potong Kewajiban Pengguna Anggaran dalam Kepatuhan Perpajakan Peran pengguna anggaran dalam mematuhi peraturan perpajakan Pengawasan terhadap kewajiban perpajakan dalam kontrak pengadaan Tanggung jawab dalam penyetoran dan pelaporan pajak Penyelesaian Masalah Perpajakan dalam Pengadaan Penyelesaian sengketa perpajakan dalam pengadaan Sanksi administratif dan hukum dalam pelanggaran perpajakan Strategi mitigasi risiko perpajakan Studi Kasus dan Simulasi Praktis Simulasi pemotongan dan penyetoran pajak dalam pengadaan Pembahasan studi kasus terkait permasalahan perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa Best Practices dalam Pengelolaan Pajak di Pengadaan Barang dan Jasa Tips untuk memastikan kepatuhan pajak dalam pengadaan Praktik terbaik dalam pengelolaan pajak di sektor pengadaan Tanya Jawab dan Diskusi Sesi tanya jawab untuk mengatasi kebingungan atau pertanyaan spesifik peserta Diskusi mengenai isu perpajakan terkini dalam pengadaan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Pejabat Pengadaan Pejabat yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengadaan barang dan jasa, seperti pejabat pengadaan, pokja pengadaan, dan unit layanan pengadaan (ULP). Penyedia Barang/Jasa Perusahaan atau individu yang menyediakan barang/jasa, baik itu penyedia yang sudah berpengalaman maupun yang baru dalam bidang pengadaan. Mereka perlu memahami kewajiban perpajakan yang timbul dalam setiap transaksi pengadaan. Staf Keuangan dan Akuntansi Tim keuangan dan akuntansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran dan laporan keuangan terkait pengadaan barang dan jasa, agar mereka dapat memastikan kepatuhan perpajakan dalam setiap transaksi. Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengguna anggaran yang memiliki tanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan anggaran, serta memastikan bahwa setiap transaksi pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Konsultan Pajak Konsultan pajak yang memberikan nasihat dan layanan terkait kewajiban perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa, serta membantu memastikan kepatuhan perpajakan di setiap tahap pengadaan. Auditor Internal dan Eksternal Auditor yang bertugas mengawasi dan memeriksa kepatuhan terhadap aturan perpajakan dalam proses pengadaan barang dan jasa untuk memastikan tidak ada penyimpangan. Pemeriksa dan Pengawas Pengadaan Pejabat pengawas yang bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dan kepatuhan dokumen pengadaan, termasuk kewajiban perpajakan yang timbul selama proses pengadaan. Pihak yang Terlibat dalam Proses Penyusunan Anggaran Pihak yang berperan dalam perencanaan anggaran, agar mereka memahami dampak perpajakan terhadap anggaran yang disusun dalam pengadaan barang dan jasa. Penyedia Layanan Pendidikan dan Pelatihan Pihak yang menyelenggarakan pelatihan terkait pengadaan dan perpajakan, agar dapat menyampaikan materi yang tepat dan relevan kepada peserta pelatihan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Aspek Perpajakan Pengadaan Barang Dan Jasa Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengadaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pelaporan Pajak Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September :…
Read more


June 3, 2025 0
TRAINING AUDIT PROSES MANUFAKTUR

TRAINING AUDIT PROSES MANUFAKTUR

  TRAINING AUDIT PROSES MANUFAKTUR   DESKRIPSI TRAINING AUDIT PROSES MANUFAKTUR Pelatihan audit proses manufaktur sangat penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan produksi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi persyaratan kualitas. Dengan melakukan audit, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi masalah dalam proses produksi, seperti pemborosan, ketidakefisienan, atau kecelakaan kerja. Pelatihan ini juga memberikan pemahaman kepada peserta tentang cara menganalisis alur produksi, mengukur kinerja, dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Dengan demikian, audit proses manufaktur tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan kualitas dan kepuasan pelanggan. Pelatihan ini juga berperan dalam meminimalkan risiko kesalahan yang dapat berdampak pada hasil produksi dan reputasi perusahaan. TUJUAN PELATIHAN AUDIT PROSES MANUFAKTUR Tujuan pelatihan audit proses manufaktur adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya evaluasi dan pengawasan terhadap setiap tahapan dalam proses produksi. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengidentifikasi potensi masalah atau inefisiensi yang terjadi dalam proses manufaktur, serta memberikan solusi yang efektif untuk meningkatkan kinerja. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam menganalisis dan menilai alur produksi, mengidentifikasi penyimpangan dari standar kualitas, serta menyarankan perbaikan yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan proses. Secara keseluruhan, tujuan utama pelatihan adalah untuk memastikan bahwa proses manufaktur berjalan dengan efisien, aman, dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN AUDIT PROSES MANUFAKTUR Pendahuluan Pengertian audit proses manufaktur Pentingnya audit dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi Tujuan dan manfaat pelatihan audit proses manufaktur Konsep Dasar Audit Proses Definisi dan jenis-jenis audit Prinsip dasar audit dalam konteks manufaktur Proses dan tahapan audit yang efektif Proses Manufaktur dan Standar Kualitas Pengenalan proses manufaktur: alur dan tahapan utama Standar kualitas yang berlaku dalam manufaktur Keterkaitan antara audit dan pemenuhan standar kualitas Perencanaan dan Persiapan Audit Menyusun rencana audit: tujuan, ruang lingkup, dan kriteria audit Mengumpulkan data dan informasi pendukung Persiapan tim audit dan pembagian tugas Teknik Pengumpulan Data dalam Audit Teknik wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumentasi Penggunaan alat dan teknologi dalam pengumpulan data Menganalisis dan mengevaluasi data hasil audit Identifikasi Masalah dan Penyimpangan Menilai efisiensi dan efektivitas proses manufaktur Identifikasi masalah yang berpotensi menyebabkan pemborosan, kegagalan, atau kecelakaan Penilaian terhadap sistem manajemen mutu dan penerapan prosedur Penyusunan Laporan Audit Menyusun laporan audit yang jelas dan terstruktur Menyampaikan temuan dan rekomendasi perbaikan Penyusunan laporan hasil audit yang dapat dipahami oleh manajemen Tindak Lanjut dan Implementasi Hasil Audit Merencanakan dan memantau implementasi rekomendasi perbaikan Menilai efektivitas tindakan perbaikan yang telah diterapkan Pengendalian berkelanjutan untuk memastikan proses tetap efisien dan berkualitas Studi Kasus dan Diskusi Analisis studi kasus audit proses manufaktur Diskusi tentang pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam audit Penutupan dan Evaluasi Evaluasi akhir pelatihan Umpan balik peserta Sertifikasi dan tindak lanjut pasca-pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN AUDIT PROSES MANUFAKTUR Auditor Internal dan Eksternal Auditor yang bertugas melakukan evaluasi terhadap proses manufaktur dalam rangka memastikan standar kualitas, efisiensi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Manajer dan Supervisor Produksi Manajer dan supervisor yang terlibat langsung dalam pengawasan dan pengelolaan proses produksi. Pelatihan ini membantu mereka memahami cara mengevaluasi kinerja proses serta menemukan peluang untuk perbaikan. Tim Manajemen Kualitas Anggota tim manajemen kualitas yang bertanggung jawab untuk memastikan produk akhir memenuhi standar kualitas. Pelatihan ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana audit dapat mengidentifikasi penyimpangan dan masalah kualitas dalam proses. Engineer Proses dan Teknik Engineer yang merancang, mengembangkan, dan mengoptimalkan proses produksi. Mereka perlu memahami bagaimana audit proses manufaktur dapat membantu dalam evaluasi desain proses dan pengendalian kualitas. Tim Pengendalian Mutu (Quality Control) Tim yang bertugas mengawasi kualitas produk selama proses produksi. Pelatihan ini memberikan keterampilan dalam mengevaluasi dan mengaudit proses untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur kualitas yang ditetapkan. Tim Lean Manufacturing atau Six Sigma Profesional yang terlibat dalam inisiatif pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi proses. Mereka dapat menggunakan audit proses manufaktur untuk mendeteksi area yang memerlukan perbaikan atau inovasi. Pihak Manajemen Puncak (Top Management) Manajer puncak yang memiliki tanggung jawab untuk menetapkan arah strategis perusahaan dan memastikan kinerja organisasi secara keseluruhan. Pelatihan ini membantu mereka memahami pentingnya audit dalam perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Staf Keamanan dan Kesehatan Kerja Staf yang bertanggung jawab atas keselamatan kerja dalam pabrik. Audit proses manufaktur dapat membantu mengidentifikasi potensi risiko keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Pihak Konsultan dan Penasihat Bisnis Konsultan yang memberikan saran atau rekomendasi kepada perusahaan dalam hal perbaikan proses dan efisiensi operasional. Pelatihan audit membantu mereka memahami aspek yang perlu diaudit dalam suatu proses manufaktur. Pemateri/ Trainer Pelatihan Audit Proses Manufaktur Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manufaktur Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Teknik Pengumpulan Data Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Teknik Pengumpulan Data Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya…
Read more


June 3, 2025 0
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Company

About Us

Contact Us

Products

Services

Blog

Features

Analytics

Engagement

Builder

Publisher

Help

Privacy Policy

Terms

Conditions

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created with Royal Elementor Addons