TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL

TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL

TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL   DESKRIPSI TRAINING PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Pelatihan PPIC (Production and Inventory Planning, Control) sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan kelancaran operasional dalam proses produksi dan pengelolaan persediaan. Dengan adanya pelatihan ini, para profesional di bidang produksi dapat memahami cara merencanakan, mengontrol, dan mengelola persediaan secara efektif, sehingga dapat menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat berdampak pada biaya produksi. Selain itu, pelatihan ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengoptimalkan jadwal produksi, serta meminimalkan pemborosan. Kemampuan untuk mengintegrasikan data produksi dan persediaan memungkinkan perusahaan untuk merespon perubahan permintaan pasar dengan cepat, menjaga kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. TUJUAN PELATIHAN PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Tujuan pelatihan PPIC (Production and Inventory Planning, Control) adalah untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik perencanaan dan pengendalian produksi serta pengelolaan persediaan yang efektif dan efisien. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengoptimalkan proses produksi dengan merencanakan kebutuhan bahan baku, kapasitas produksi, serta pengelolaan persediaan yang tepat. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis dan mengantisipasi fluktuasi permintaan pasar, sehingga dapat menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat merugikan perusahaan. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan efisiensi operasional, menurunkan biaya produksi, dan mendukung pencapaian target perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Pengenalan PPIC Definisi PPIC (Production and Inventory Planning, Control) Peran PPIC dalam manajemen produksi dan rantai pasok Tujuan dan manfaat implementasi PPIC dalam perusahaan Dasar-dasar Perencanaan Produksi Pengertian dan tujuan perencanaan produksi Jenis-jenis perencanaan produksi (long-term, medium-term, short-term) Pengelolaan kapasitas produksi Penjadwalan produksi dan pengaruhnya terhadap output Perencanaan Persediaan Jenis-jenis persediaan (raw materials, work-in-progress, finished goods) Teknik perencanaan kebutuhan material (MRP, JIT) Persediaan minimum, maksimal, dan reorder point Metode perhitungan kebutuhan bahan baku Pengendalian Persediaan Teknik pengendalian persediaan (EOQ, ABC Analysis, Safety Stock) Analisis biaya persediaan (holding cost, ordering cost, stockout cost) Pengaruh pengendalian persediaan terhadap biaya dan efisiensi operasional Tools dan software dalam pengendalian persediaan Integrasi Perencanaan Produksi dan Pengelolaan Persediaan Cara mengintegrasikan perencanaan produksi dan persediaan dalam sistem PPIC Hubungan antara forecast permintaan dan perencanaan produksi Menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi dan kebutuhan persediaan Monitoring dan Evaluasi Kinerja PPIC Key performance indicators (KPI) dalam PPIC Pengukuran efektivitas dan efisiensi PPIC Pemecahan masalah dalam perencanaan dan pengendalian produksi serta persediaan Studi Kasus dan Penerapan Praktis Analisis studi kasus nyata dalam perencanaan dan pengendalian produksi Penerapan teori PPIC dalam perusahaan manufaktur Diskusi dan simulasi terkait masalah yang sering dihadapi dalam PPIC Tren dan Inovasi dalam PPIC Penggunaan teknologi dalam PPIC (ERP, IoT, Big Data) Perkembangan sistem otomatisasi dalam perencanaan dan pengendalian Pengaruh perkembangan industri 4.0 terhadap PPIC Penutupan dan Rangkuman Pembahasan kesimpulan dari materi pelatihan Rekomendasi untuk implementasi PPIC dalam perusahaan Tanya jawab dan diskusi PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PPIC : PRODUCTION AND INVENTORY PLANNING, CONTROL Manajer Produksi Bertanggung jawab dalam perencanaan dan pengelolaan jadwal produksi, serta memastikan proses produksi berjalan efisien dan tepat waktu. Staf atau Supervisor PPIC Posisi ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang perencanaan dan pengendalian produksi serta pengelolaan persediaan untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan produk jadi sesuai kebutuhan. Manajer Rantai Pasok (Supply Chain Manager) Memiliki peran vital dalam merencanakan aliran barang dan bahan baku dari pemasok hingga ke proses produksi, sehingga pelatihan PPIC penting untuk meningkatkan efektivitas rantai pasok. Staf Logistik dan Pengelolaan Persediaan Bertugas untuk mengelola dan mengontrol persediaan barang, serta memastikan ketersediaannya tepat waktu dengan jumlah yang optimal, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan stok. Planner Produksi Bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengatur jadwal produksi agar selaras dengan kapasitas produksi dan permintaan pasar. Pengetahuan PPIC akan membantu mereka dalam menyusun jadwal dan mengelola sumber daya secara optimal. Staff Keuangan atau Akuntansi yang Terlibat dalam Biaya Produksi Mengelola biaya produksi dan persediaan yang terkait, sehingga memiliki pemahaman tentang perencanaan dan pengendalian produksi serta persediaan sangat penting untuk mengoptimalkan biaya dan profitabilitas. Quality Control (QC) Berperan dalam memastikan produk akhir sesuai standar kualitas, dan dengan memahami PPIC, mereka dapat mengantisipasi masalah yang mungkin timbul akibat pengelolaan produksi atau persediaan yang kurang tepat. Pihak Manajemen atau Eksekutif yang Terlibat dalam Pengambilan Keputusan Pimpinan atau manajer yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis terkait perencanaan dan pengelolaan produksi serta persediaan, agar dapat memahami pentingnya perencanaan yang matang dalam mencapai tujuan perusahaan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Ppic : Production And Inventory Planning, Control Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Perencanaan Persediaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengendalian Persediaan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengendalian Persediaan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja :…
Read more


June 6, 2025 0
TRAINING PACKAGING

TRAINING PACKAGING

TRAINING PACKAGING   DESKRIPSI TRAINING PACKAGING Pelatihan packaging sangat penting untuk memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya aman selama proses distribusi, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang dapat menarik perhatian konsumen. Dengan kemasan yang baik, produk dapat terlindungi dari kerusakan akibat benturan, cuaca, atau kondisi lainnya. Selain itu, kemasan yang efektif juga berperan dalam meningkatkan efisiensi dalam proses produksi dan distribusi, mengurangi pemborosan bahan, serta mengoptimalkan ruang penyimpanan. Pelatihan packaging juga membantu pengusaha memahami pentingnya aspek desain, pemilihan material, dan branding yang tepat, yang akhirnya dapat meningkatkan citra produk dan perusahaan di mata konsumen. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada keberlanjutan dan daya saing bisnis. TUJUAN PELATIHAN PACKAGING Tujuan pelatihan packaging adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam merancang, memproduksi, dan mengelola kemasan yang efektif dan efisien. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan produk terlindungi dengan baik selama proses distribusi dan penyimpanan, sehingga mengurangi risiko kerusakan. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu peserta memahami pentingnya desain kemasan yang menarik dan sesuai dengan target pasar, yang dapat meningkatkan daya tarik produk di pasaran. Pelatihan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan kemasan, mengurangi pemborosan, serta memperkenalkan inovasi dalam kemasan yang dapat meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional perusahaan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PACKAGING Pengenalan tentang Packaging Pengertian dan fungsi kemasan Jenis-jenis kemasan (primer, sekunder, tersier) Peran kemasan dalam industri dan pemasaran Tujuan dan Manfaat Packaging Keamanan dan perlindungan produk Penyampaian informasi dan branding Efisiensi dalam distribusi dan penyimpanan Prinsip Dasar Desain Kemasan Estetika dan daya tarik visual Kesesuaian dengan target pasar Penggunaan warna, bentuk, dan logo yang efektif Material Kemasan Jenis material kemasan (plastik, kardus, kaca, logam, dll) Keunggulan dan kekurangan masing-masing material Pemilihan material sesuai dengan jenis produk Teknologi dalam Kemasan Kemasan ramah lingkungan (biodegradable, recyclable) Inovasi dalam kemasan (kemasan cerdas, kemasan hibrida) Penggunaan teknologi untuk efisiensi kemasan (machine packaging) Aspek Keamanan dan Standar Kemasan Standar kualitas dan regulasi dalam packaging Keamanan pangan dan pengaruh kemasan terhadap produk Pengemasan sesuai dengan regulasi internasional Proses Produksi Kemasan Langkah-langkah dalam proses pembuatan kemasan Efisiensi produksi dan pengendalian kualitas Proses pengepakan dan pengemasan massal Sustainability dan Green Packaging Konsep kemasan ramah lingkungan Penggunaan material daur ulang Tren packaging berkelanjutan Pengujian Kemasan Uji ketahanan kemasan (uji goncangan, uji suhu, uji kelembaban) Pengujian ketahanan visual dan label Uji keamanan untuk produk pangan dan non-pangan Branding dan Marketing melalui Kemasan Peran kemasan dalam memperkuat identitas merek Pengaruh kemasan terhadap keputusan pembelian konsumen Desain kemasan yang mendukung strategi pemasaran Studi Kasus dan Diskusi Analisis contoh kasus kemasan yang sukses dan gagal Diskusi tentang tantangan dan peluang dalam packaging Sharing pengalaman industri terkait packaging Kesimpulan dan Rekomendasi Ringkasan pentingnya pelatihan packaging Langkah-langkah praktis untuk meningkatkan kualitas kemasan Rekomendasi untuk pengembangan kemasan di masa depan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PACKAGING Pengusaha dan Pemilik Bisnis Pengusaha yang menjalankan usaha kecil, menengah, atau besar perlu memahami pentingnya kemasan untuk meningkatkan daya tarik pasar, efisiensi distribusi, dan keamanan produk. Desainer Kemasan Desainer grafis atau packaging designer yang bertanggung jawab dalam merancang kemasan produk agar sesuai dengan standar estetika, fungsi, dan target pasar. Manajer Produksi dan Pabrik Manajer atau staf yang terlibat dalam proses produksi kemasan dan pengemasan perlu memahami teknik pengemasan yang efisien dan sesuai dengan standar kualitas. Staf Logistik dan Distribusi Tim yang bertanggung jawab dalam distribusi dan penyimpanan produk harus memahami kemasan yang dapat meminimalkan kerusakan dan memaksimalkan ruang penyimpanan. Tim Pemasaran dan Branding Tim yang terlibat dalam pemasaran dan branding produk membutuhkan pengetahuan tentang kemasan yang dapat mendukung strategi pemasaran dan meningkatkan daya tarik konsumen. Manajer Kualitas dan Pengendalian Mutu Mereka yang bertanggung jawab untuk memastikan produk dan kemasan memenuhi standar kualitas dan keselamatan, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Staf R&D (Penelitian dan Pengembangan) Staf yang bekerja dalam pengembangan produk baru perlu memahami kemasan yang dapat menjaga kualitas dan keamanan produk, terutama dalam industri makanan dan obat-obatan. Produsen dan Pemasok Material Kemasan Pemasok bahan baku kemasan seperti plastik, kertas, kaca, atau logam harus memahami kebutuhan pasar dan teknologi terbaru dalam kemasan untuk memberikan solusi yang lebih baik. Pekerja dan Teknisi Pengemasan Mereka yang terlibat langsung dalam pengemasan produk di lini produksi harus dilatih untuk memastikan bahwa proses pengemasan dilakukan dengan efisien dan aman. Perusahaan yang Fokus pada Kemasan Ramah Lingkungan Perusahaan yang ingin mengadopsi kemasan ramah lingkungan dan berkelanjutan memerlukan pelatihan tentang material alternatif dan praktik yang lebih hijau dalam pengemasan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Packaging Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Material Kemasan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Standar Kemasan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Standar Kemasan Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam…
Read more


June 6, 2025 0
TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007   DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Pelatihan Supply Chain Management ISO 28000:2007 sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan efisiensi operasional suatu perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan risiko yang semakin kompleks. ISO 28000:2007 adalah standar internasional yang memberikan panduan untuk sistem manajemen keamanan rantai pasokan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola potensi risiko yang dapat mengganggu kelancaran alur distribusi barang dan jasa. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan terhadap ancaman, memperkuat kontrol keamanan, dan meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh gangguan dalam rantai pasokan. Pelatihan ini juga membantu membangun kepercayaan dengan mitra bisnis dan pelanggan, serta memenuhi standar regulasi yang semakin ketat di pasar global. TUJUAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Meningkatkan Kesadaran Keamanan: Memberikan pemahaman tentang pentingnya mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko yang dapat mengganggu kelancaran rantai pasokan, seperti ancaman terorisme, bencana alam, atau gangguan lainnya. Memperkuat Keamanan Rantai Pasokan: Membekali peserta dengan pengetahuan untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan keamanan yang efektif, serta menciptakan sistem kontrol untuk menjaga integritas dan kestabilan operasional. Mengurangi Risiko: Membantu perusahaan untuk menilai, mencegah, dan memitigasi risiko yang berpotensi merusak kelancaran distribusi barang dan layanan. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan dan Mitra Bisnis: Meningkatkan reputasi perusahaan dengan memenuhi standar internasional yang dapat memberikan kepercayaan lebih kepada pelanggan dan mitra bisnis. Mematuhi Regulasi Internasional: Menyediakan pengetahuan tentang bagaimana memenuhi standar dan regulasi internasional dalam manajemen keamanan rantai pasokan, memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Pengenalan ISO 28000:2007 Definisi dan tujuan ISO 28000 Pentingnya standar ISO 28000 dalam rantai pasokan Manfaat penerapan ISO 28000 bagi perusahaan Prinsip Dasar Manajemen Keamanan Rantai Pasokan Konsep dasar manajemen keamanan rantai pasokan Identifikasi dan pemetaan risiko dalam rantai pasokan Pendekatan berbasis risiko dalam manajemen keamanan Struktur dan Persyaratan ISO 28000:2007 Struktur standar ISO 28000 Persyaratan utama dalam ISO 28000 Pemenuhan persyaratan keamanan dan kebijakan terkait Identifikasi dan Penilaian Risiko Teknik identifikasi risiko dalam rantai pasokan Metode penilaian dan analisis risiko Strategi mitigasi risiko Desain dan Implementasi Sistem Keamanan Penyusunan kebijakan keamanan dan prosedur operasional Rencana aksi untuk menghadapi ancaman dan risiko Sistem pengendalian dan pengawasan keamanan rantai pasokan Audit dan Evaluasi Sistem Keamanan Teknik audit dalam ISO 28000 Prosedur evaluasi dan pemantauan sistem keamanan Tindak lanjut setelah audit dan evaluasi Peningkatan Berkelanjutan dalam Manajemen Keamanan Pendekatan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) Proses perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keamanan Pengembangan dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan Studi Kasus dan Aplikasi Praktis Studi kasus penerapan ISO 28000 pada perusahaan Diskusi dan analisis tantangan dalam implementasi ISO 28000 Persiapan Sertifikasi ISO 28000 Langkah-langkah persiapan untuk sertifikasi ISO 28000 Kriteria dan proses sertifikasi Keuntungan dari mendapatkan sertifikasi ISO 28000 Kesimpulan dan Penutupan Ringkasan materi pelatihan Tanya jawab dan diskusi Penutupan dan pembagian sertifikat pelatihan (jika ada) PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Manajer dan Staf Rantai Pasokan (Supply Chain Manager & Staff) Mereka yang terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan alur distribusi barang dan jasa akan mendapat manfaat besar dari pemahaman tentang bagaimana mengelola dan mengurangi risiko dalam rantai pasokan. Manajer Keamanan dan Risiko (Security & Risk Managers) Pihak yang bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko keamanan, termasuk ancaman fisik atau siber yang dapat memengaruhi operasi rantai pasokan, perlu mengikuti pelatihan ini untuk memahami standar yang relevan. Tim Kepatuhan dan Audit Internal Tim yang bertugas untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar internasional, termasuk ISO, perlu memahami ISO 28000 untuk melakukan audit yang efektif dan memastikan bahwa sistem manajemen keamanan rantai pasokan sesuai dengan persyaratan. Pemasok dan Mitra Bisnis Pemasok atau mitra bisnis yang terlibat dalam jaringan rantai pasokan suatu perusahaan juga perlu memahami standar keamanan ini agar mereka dapat berkolaborasi dalam menciptakan rantai pasokan yang aman dan terjamin. Direktur dan Eksekutif Pihak eksekutif yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan strategis dalam perusahaan perlu memahami pentingnya ISO 28000 untuk membuat kebijakan yang mendukung manajemen risiko yang efektif dan meningkatkan keamanan rantai pasokan. Konsultan dan Profesional Keamanan Konsultan yang memberikan layanan terkait keamanan, manajemen risiko, atau kepatuhan di perusahaan juga membutuhkan pelatihan ini untuk dapat memberikan saran dan implementasi yang sesuai dengan standar ISO 28000. Petugas Pengadaan (Procurement Officers) Petugas yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa juga harus memahami prinsip-prinsip keamanan dalam rantai pasokan untuk memastikan bahwa proses pengadaan berjalan lancar dan aman. Pihak yang Terlibat dalam Pengiriman dan Logistik Pihak yang mengelola pengiriman dan logistik barang, termasuk transportasi dan distribusi, perlu memahami bagaimana mengelola risiko yang berkaitan dengan keamanan dan kelancaran operasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Supply Chain Management Iso 28000 ; 2007 Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Sistem Keamanan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING

TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING

TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING   DESKRIPSI TRAINING BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Pelatihan Best Practice in Lean Manufacturing sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, menerapkan prinsip-prinsip lean seperti pengurangan waktu tunggu, peningkatan kualitas, dan pengelolaan aliran material yang lebih baik. Selain itu, pelatihan ini juga membantu para karyawan untuk lebih memahami konsep-konsep seperti Kaizen, 5S, dan Just-in-Time, yang dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional. Implementasi best practice dalam lean manufacturing juga berperan penting dalam menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien, efektif, serta responsif terhadap perubahan pasar. TUJUAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Tujuan pelatihan Best Practice in Lean Manufacturing adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip lean di lingkungan produksi. Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan nilai bagi pelanggan dengan cara memperbaiki aliran proses, mengurangi waktu siklus, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan konsep-konsep penting seperti Kaizen (perbaikan berkelanjutan), 5S (penataan tempat kerja), Just-in-Time (JIT), dan pemetaan aliran nilai (Value Stream Mapping). Dengan pelatihan ini, diharapkan perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, serta menciptakan budaya kerja yang lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Pendahuluan Lean Manufacturing Definisi Lean Manufacturing Sejarah dan prinsip dasar Lean Tujuan dan manfaat penerapan Lean Manufacturing Prinsip-Prinsip Lean Manufacturing Mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan (Waste) Peningkatan nilai bagi pelanggan (Value Creation) Pengelolaan aliran proses (Flow) Perbaikan berkelanjutan (Kaizen) Jenis-jenis Pemborosan dalam Lean Manufacturing (7 Wastes) Overproduction Waiting Transportasi Proses yang tidak perlu Inventaris berlebihan Gerakan yang tidak efisien Cacat atau defect Metode dan Alat Lean Manufacturing 5S (Sort, Set in Order, Shine, Standardize, Sustain) Just-in-Time (JIT) Kaizen (Continuous Improvement) Pemetaan Aliran Nilai (Value Stream Mapping) Poka-yoke (Error Proofing) SMED (Single-Minute Exchange of Die) Penerapan Lean di Tempat Kerja Penataan ruang kerja (Workplace Organization) Peningkatan aliran material dan informasi Pengurangan waktu set-up dan changeover Pengelolaan inventaris dengan lebih efisien Peningkatan Kualitas melalui Lean Pengendalian kualitas dengan pendekatan Lean Defect Reduction dan Zero Defects Analisis akar penyebab (Root Cause Analysis) Menciptakan Budaya Perbaikan Berkelanjutan Mengembangkan mindset Lean di seluruh organisasi Peran manajemen dalam mendukung Lean Melibatkan karyawan dalam proses perbaikan Studi Kasus dan Aplikasi Praktis Studi kasus penerapan Lean Manufacturing di industri Simulasi dan diskusi tentang implementasi best practices Evaluasi dan Tindak Lanjut Cara mengukur hasil penerapan Lean Penilaian efektivitas dan keberlanjutan praktik Lean Langkah-langkah untuk menjaga perbaikan dalam jangka panjang Penutupan dan Kesimpulan Rekap materi pelatihan Diskusi terbuka dan sesi tanya jawab Rekomendasi implementasi di tempat kerja masing-masing PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN LEAN MANUFACTURING Manajer dan Supervisor Produksi Mereka bertanggung jawab atas pengelolaan operasional harian di lini produksi. Pelatihan ini membantu mereka untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Lean untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim mereka. Karyawan di Lini Produksi Karyawan yang bekerja langsung di lantai produksi akan mendapatkan manfaat dari pelatihan ini dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, serta melakukan perbaikan proses secara terus-menerus. Engineer Proses dan Teknik Para engineer yang terlibat dalam perancangan dan perbaikan proses produksi akan memanfaatkan pengetahuan tentang Lean untuk merancang sistem yang lebih efisien dan optimal, mengurangi waktu siklus, dan menghilangkan pemborosan. Tim Quality Control (QC) Pelatihan ini akan membantu tim QC dalam meningkatkan kualitas produk dengan menerapkan prinsip Lean yang berfokus pada pengurangan cacat dan perbaikan berkelanjutan (Kaizen) dalam setiap tahap produksi. Manajer Logistik dan Rantai Pasokan Manajer yang terlibat dalam pengelolaan aliran material dan pengaturan persediaan dapat menggunakan konsep Lean, seperti Just-in-Time (JIT), untuk mengoptimalkan pengelolaan rantai pasokan dan mengurangi biaya inventaris. Tim Manajemen Tim manajemen yang bertugas dalam merancang dan mengimplementasikan strategi operasional perusahaan membutuhkan pelatihan ini untuk memastikan bahwa prinsip Lean dapat diterapkan di seluruh organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan. Konsultan dan Profesional Pengelolaan Operasional Konsultan yang membantu perusahaan dalam meningkatkan proses operasional mereka akan sangat diuntungkan dengan pemahaman mendalam tentang prinsip Lean, sehingga dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan berbasis pada best practices. Pemilik dan Pimpinan Perusahaan Pemilik atau pimpinan perusahaan yang ingin meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan melalui peningkatan efisiensi operasional, serta mengadopsi budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh organisasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Best Practice In Lean Manufacturing Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Peningkatan Kualitas Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Overproduction Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Overproduction Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT

TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT

TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Pelatihan Document Control and Logistic Management memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan dokumen serta rantai pasok dalam suatu organisasi. Dengan sistem dokumentasi yang terstruktur, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap dokumen tersimpan, diakses, dan diperbarui dengan aman serta sesuai standar. Sementara itu, manajemen logistik yang baik membantu dalam pengelolaan arus barang, persediaan, dan distribusi sehingga operasional berjalan lancar dan biaya dapat ditekan. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pemahaman tentang kepatuhan regulasi, manajemen risiko, serta penggunaan teknologi terkini untuk mengoptimalkan proses kerja. Dengan tenaga kerja yang terlatih, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan administratif, dan menciptakan sistem kerja yang lebih efektif. TUJUAN PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Memahami Prinsip Document Control – Membantu peserta memahami standar, regulasi, dan prosedur dalam pengelolaan dokumen agar lebih terstruktur, aman, dan mudah diakses. Meningkatkan Efisiensi Administrasi – Mengurangi risiko kehilangan atau kesalahan dalam pengelolaan dokumen dengan sistem yang lebih tertata. Optimalisasi Manajemen Logistik – Memastikan pengelolaan persediaan, distribusi, dan pengiriman barang berjalan efisien untuk mendukung kelancaran operasional. Meningkatkan Kepatuhan terhadap Regulasi – Membantu peserta memahami regulasi terkait dokumentasi dan logistik guna memastikan kepatuhan terhadap standar industri. Menerapkan Teknologi dalam Document Control dan Logistik – Menggunakan perangkat lunak dan sistem manajemen modern untuk meningkatkan efektivitas kerja. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT I. Pendahuluan Pengenalan Pelatihan Tujuan pelatihan Pentingnya Document Control dan Logistic Management dalam organisasi Overview dan Konsep Dasar Definisi dan ruang lingkup Document Control Definisi dan ruang lingkup Logistic Management II. Document Control Prinsip Dasar Document Control Tujuan dan pentingnya pengendalian dokumen Klasifikasi dokumen: Internal, Eksternal, Rahasia Proses Pengelolaan Dokumen Penciptaan, pengeditan, dan revisi dokumen Penyimpanan dan pengarsipan dokumen Sistem pengendalian revisi dan distribusi dokumen Teknologi dalam Document Control Penggunaan perangkat lunak Document Management System (DMS) Otomatisasi alur kerja dan pengarsipan digital Kepatuhan terhadap Regulasi Standar dan peraturan terkait pengelolaan dokumen (ISO, HIPAA, dll.) Audit dan pelaporan dokumen III. Logistic Management Dasar-Dasar Manajemen Logistik Pengertian dan komponen logistik (persediaan, transportasi, pergudangan) Proses aliran barang dari pemasok ke konsumen Perencanaan dan Pengelolaan Persediaan Teknik perencanaan persediaan yang efisien Sistem pengelolaan inventaris dan pemantauan stok Sistem Distribusi dan Transportasi Pemilihan moda transportasi yang tepat Rute distribusi yang efisien Pengelolaan Pergudangan Pengelolaan ruang gudang dan sistem penyimpanan barang Teknologi dalam manajemen gudang (WMS – Warehouse Management System) Teknologi dalam Logistic Management Sistem manajemen rantai pasok (SCM – Supply Chain Management) Penggunaan perangkat lunak logistik dan pelacakan barang secara real-time Evaluasi Kinerja Logistik Key Performance Indicators (KPI) dalam manajemen logistik Analisis biaya dan pengoptimalan proses logistik IV. Integrasi Document Control dan Logistic Management Hubungan antara Document Control dan Logistic Management Pentingnya dokumentasi dalam setiap proses logistik Pengelolaan dokumen terkait persediaan, pengiriman, dan penerimaan barang Membangun Sistem Terpadu Integrasi sistem Document Control dan Logistic Management untuk efisiensi Penggunaan teknologi untuk mendukung integrasi kedua sistem V. Studi Kasus dan Diskusi Studi Kasus Pengelolaan Dokumen dan Logistik Analisis kasus nyata dan solusi yang diterapkan Diskusi Kelompok Pembahasan tantangan dan solusi praktis dalam implementasi VI. Penutupan Kesimpulan Rangkuman materi pelatihan Tanya Jawab Sesi diskusi dan klarifikasi Evaluasi dan Umpan Balik Peserta Pengisian evaluasi pelatihan Umpan balik untuk pengembangan pelatihan berikutnya PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Manajer dan Staf Logistik Manajer Logistik, Koordinator Gudang, dan Staf Pengiriman yang terlibat langsung dalam perencanaan, distribusi, dan pengelolaan persediaan barang. Mereka perlu memahami bagaimana mengelola aliran barang dan dokumentasi terkait secara efisien. Staf Document Control Pengelola Dokumentasi, Staf Administrasi, dan Koordinator Dokumen yang bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan dokumen berjalan dengan sistematis, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tim IT dan Sistem Informasi Pengembang dan Administrator Sistem yang mengelola perangkat lunak Document Management System (DMS) dan sistem manajemen logistik, serta yang bertugas dalam mengintegrasikan teknologi untuk mendukung operasional pengelolaan dokumen dan logistik. Staf Keuangan dan Akuntansi Staf Akuntansi dan Keuangan yang perlu memantau dan mengelola laporan dan dokumen terkait transaksi logistik, persediaan, serta pengeluaran yang berhubungan dengan pengadaan dan distribusi barang. Pihak Manajemen dan Eksekutif Manajer Operasional dan Eksekutif Senior yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, termasuk dalam pengelolaan dokumen dan proses logistik. Staf Produksi dan Pengadaan Manajer Produksi dan Tim Pengadaan yang terlibat dalam koordinasi dan pengelolaan alur bahan baku dan barang jadi, serta dokumentasi yang terkait dengan proses tersebut. Tim Kualitas dan Kepatuhan Auditor Internal, Tim Kepatuhan, dan Manajer Kualitas yang bertanggung jawab memastikan seluruh proses dokumentasi dan logistik sesuai dengan standar kualitas dan regulasi industri yang berlaku. Pihak Pengelola Proyek Manajer Proyek dan Koordinator Proyek yang bekerja dengan dokumen proyek dan harus memastikan semua informasi proyek terkait logistik dan dokumentasi dikelola dengan baik. Supplier dan Vendor Pemasok dan Mitra Bisnis yang berhubungan dengan proses pengiriman barang dan dokumen pengadaan yang memerlukan pemahaman sistem pengelolaan dokumen dan logistik yang efektif. Pekerja Magang atau Baru Bergabung di Bidang Logistik dan Administrasi Individu yang baru mulai berkarir dalam pengelolaan logistik dan dokumen, yang memerlukan pemahaman dasar dan keterampilan praktis terkait kedua bidang ini. Pemateri/ Trainer Pelatihan Document Control And Logistic Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Distribusi Dan Transportasi Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Logistic Management Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND   DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Pelatihan Supply Chain Management (SCM) berbasis ISO 28000:2007 yang diselenggarakan oleh TUV Rheinland memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan rantai pasokan bagi perusahaan. Standar ini dirancang untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko keamanan dalam seluruh rantai pasokan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi potensi gangguan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan kepercayaan mitra bisnis dan pelanggan, karena menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan dan keberlanjutan rantai pasokan. TUJUAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Memahami Standar ISO 28000:2007 – Memberikan pemahaman mendalam tentang persyaratan dan prinsip manajemen keamanan dalam rantai pasokan. Identifikasi dan Mitigasi Risiko – Membantu organisasi dalam mengenali, menilai, dan mengelola risiko keamanan yang dapat mengganggu kelancaran rantai pasokan. Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi – Mengoptimalkan sistem keamanan dan operasional agar rantai pasokan lebih tangguh dan efisien. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi – Memastikan perusahaan memenuhi standar internasional dan persyaratan hukum terkait keamanan rantai pasokan. Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan – Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pelanggan, mitra bisnis, dan regulator melalui implementasi sistem keamanan yang terstruktur. Mendukung Keberlanjutan Bisnis – Mengurangi gangguan operasional akibat ancaman keamanan, sehingga meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND 1. Pengenalan ISO 28000:2007 Latar belakang dan sejarah standar ISO 28000 Tujuan dan manfaat penerapan standar dalam rantai pasokan Prinsip dasar manajemen keamanan rantai pasokan 2. Persyaratan dan Struktur ISO 28000:2007 Konteks organisasi dan ruang lingkup standar Peran kepemimpinan dan tanggung jawab manajemen Perencanaan sistem manajemen keamanan rantai pasokan Dukungan dan sumber daya dalam implementasi 3. Identifikasi dan Manajemen Risiko Keamanan Metode identifikasi ancaman dan kerentanan dalam rantai pasokan Strategi mitigasi dan pengendalian risiko keamanan Studi kasus gangguan dalam rantai pasokan dan cara penanganannya 4. Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan Proses pengendalian operasional untuk mencegah risiko Manajemen insiden dan respons terhadap gangguan keamanan Evaluasi kinerja dan pengukuran efektivitas sistem 5. Audit dan Kepatuhan terhadap ISO 28000:2007 Proses audit internal dan eksternal Dokumentasi dan pencatatan yang diperlukan Strategi untuk meningkatkan kepatuhan dan perbaikan berkelanjutan 6. Studi Kasus dan Best Practices Implementasi ISO 28000 di berbagai industri Tantangan dan solusi dalam penerapan standar Diskusi interaktif dan latihan praktik 7. Sertifikasi dan Langkah Implementasi di Perusahaan Proses sertifikasi oleh TUV Rheinland Roadmap penerapan ISO 28000 di organisasi Rencana aksi untuk mengintegrasikan SCM yang aman dan efisien PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Manajer dan Supervisor Supply Chain – Bertanggung jawab atas kelancaran, keamanan, dan efisiensi rantai pasokan dalam perusahaan. Tim Keamanan dan Manajemen Risiko – Mengelola risiko keamanan dalam rantai pasokan serta menerapkan kebijakan mitigasi ancaman. Profesional Logistik dan Transportasi – Menangani pengiriman barang, distribusi, dan penyimpanan untuk memastikan keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi. Manajer Operasional dan Produksi – Mengawasi operasional perusahaan yang bergantung pada pasokan bahan baku dan distribusi produk jadi. Petugas Kepatuhan dan Audit Internal – Memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar keamanan rantai pasokan dan persyaratan sertifikasi. Manajer Pembelian dan Pengadaan – Mengelola hubungan dengan pemasok dan memastikan mereka menerapkan standar keamanan yang sesuai. Profesional dari Industri Manufaktur, Retail, dan Distribusi – Perusahaan yang bergantung pada rantai pasokan yang kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang kuat. Konsultan dan Penyedia Jasa Keamanan Rantai Pasokan – Memberikan layanan konsultasi terkait implementasi ISO 28000 dan peningkatan keamanan logistik. Tim Manajemen Krisis dan Keberlanjutan Bisnis – Bertanggung jawab atas strategi pemulihan bisnis dalam menghadapi gangguan rantai pasokan. Pihak yang Ingin Memperoleh Sertifikasi ISO 28000 – Organisasi atau individu yang ingin memahami proses sertifikasi dan implementasi standar ini. Pemateri/ Trainer Pelatihan Supply Chain Management (Scm) Iso 28000 : 2007 By Tuv Rheinland Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Rantai Pasok Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Rantai Pasok Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING E - TENDER

TRAINING E – TENDER

  TRAINING E – TENDER   DESKRIPSI TRAINING E – TENDER Pelatihan e-tendering sangat penting dalam era digital ini, terutama bagi organisasi atau perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dengan adanya pelatihan ini, para peserta dapat memahami cara mengoperasikan sistem e-tender yang berbasis teknologi informasi, yang memungkinkan mereka untuk melakukan lelang secara online dengan mudah dan cepat. Proses pengadaan yang sebelumnya memakan waktu dan rawan penyalahgunaan dapat lebih terstruktur dan transparan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai peraturan dan tata cara yang harus diikuti dalam sistem e-tender, sehingga mengurangi potensi kesalahan atau penyimpangan. Melalui pelatihan e-tendering, peserta diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam mendukung proses bisnis yang lebih efektif dan efisien. TUJUAN PELATIHAN E – TENDER Tujuan pelatihan e-tendering adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam mengoperasikan sistem e-tender secara efektif dan efisien. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai prosedur pengadaan barang dan jasa secara elektronik, yang mencakup cara melakukan registrasi, mengelola tender, hingga proses evaluasi penawaran. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kesalahan dan penyalahgunaan dalam proses pengadaan, serta mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan pelatihan e-tendering, peserta diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kompetisi antar penyedia barang dan jasa untuk mendapatkan hasil yang optimal. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN E – TENDER Pengenalan E-Tendering Definisi dan konsep dasar e-tendering Pentingnya e-tendering dalam pengadaan barang/jasa Manfaat e-tendering bagi penyedia dan pengguna Peraturan dan Kebijakan Terkait E-Tendering Regulasi dan undang-undang pengadaan elektronik Kebijakan pemerintah terkait e-tendering Etika dan tata cara pengadaan yang baik (Good Procurement Practices) Persiapan Sistem E-Tendering Registrasi pengguna (pemerintah dan penyedia barang/jasa) Pengaturan akun dan peran pengguna dalam sistem e-tender Persyaratan teknis dan infrastruktur pendukung Proses Pelaksanaan E-Tender Prosedur pembuatan dan penerbitan dokumen tender Pengumuman tender secara elektronik Pendaftaran peserta tender Pengajuan dan evaluasi penawaran Pengelolaan Tender Elektronik Pengelolaan dan pemantauan tahapan tender Penanganan perubahan atau klarifikasi tender Pengendalian dokumen tender dalam sistem Evaluasi Penawaran Proses evaluasi penawaran secara elektronik Kriteria dan metode evaluasi dalam e-tendering Prosedur penetapan pemenang tender Keamanan dan Integritas Sistem E-Tendering Keamanan data dan informasi dalam e-tendering Perlindungan hak privasi peserta Sistem audit dan pelaporan untuk memastikan transparansi Studi Kasus dan Simulasi Praktik Praktik langsung penggunaan platform e-tendering Simulasi proses pengajuan tender dan evaluasi penawaran Diskusi studi kasus pengadaan yang menggunakan e-tendering Tanya Jawab dan Diskusi Menjawab pertanyaan peserta mengenai materi pelatihan Diskusi mengenai tantangan dan solusi dalam implementasi e-tendering Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Ringkasan materi Penilaian pelatihan dan feedback dari peserta Sertifikat dan tindak lanjut pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN E – TENDER Penyelenggara Pengadaan (Pemerintah) Pejabat Pengadaan: Mereka yang bertanggung jawab dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi proses pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah. Panitia Lelang: Anggota tim yang menangani proses tender, termasuk evaluasi penawaran dan pemilihan penyedia barang/jasa. Penyedia Layanan Sistem Pengadaan Elektronik (LPSE): Petugas yang mengelola dan memelihara sistem e-tendering di instansi pemerintah. Penyedia Barang dan Jasa Perusahaan Penyedia Barang/Jasa: Pengusaha atau perusahaan yang ingin mengikuti tender pengadaan untuk menawarkan produk atau layanan mereka. Pelatihan ini membantu mereka dalam memahami cara mendaftar, mengajukan penawaran, serta mengikuti proses evaluasi tender secara elektronik. Manajer Pengadaan: Profesional yang bertanggung jawab dalam mengelola dan memonitor proses tender dari sisi penyedia barang/jasa. Pengawas dan Auditor Auditor Internal dan Eksternal: Mereka yang memeriksa dan memastikan bahwa proses pengadaan berlangsung sesuai dengan prosedur yang benar dan transparan, serta mencegah adanya penyimpangan dalam proses tender. Konsultan dan Penasihat Pengadaan Konsultan Pengadaan: Profesional yang memberikan nasihat kepada instansi pemerintah atau perusahaan dalam merancang, melaksanakan, dan mengelola proses pengadaan barang/jasa, termasuk yang berbasis e-tendering. Pihak yang Terlibat dalam Pengelolaan Anggaran dan Keuangan Manajer Keuangan dan Anggaran: Mereka yang bertugas dalam merencanakan dan mengelola anggaran pengadaan, serta mengawasi penggunaan dana dalam proses tender. Pengguna Sistem E-Tendering Administrator Sistem: Mereka yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemeliharaan sistem e-tendering untuk memastikan bahwa platform berjalan lancar dan aman. Pemateri/ Trainer Pelatihan E – Tender Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pelaksanaan E-Tender Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengelolaan Tender Elektronik Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengelolaan Tender Elektronik Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis…
Read more


June 4, 2025 0
TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT

TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT

TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT   DESKRIPSI TRAINING BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Pelatihan Best Practice in Strategy Procurement sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan proses pengadaan yang efisien dan efektif. Dengan memahami best practice dalam strategi pengadaan, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, mengurangi biaya, serta meningkatkan kualitas produk atau layanan yang diperoleh. Pelatihan ini juga membantu tim pengadaan untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang dapat muncul selama proses pengadaan, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan pemasok. Selain itu, penerapan strategi pengadaan yang tepat dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global, memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan dinamika pasar yang cepat. TUJUAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Meningkatkan kemampuan pengadaan: Peserta akan memperoleh keterampilan dalam merancang, mengelola, dan melaksanakan strategi pengadaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Mengoptimalkan hubungan dengan pemasok: Peserta akan belajar cara membangun kemitraan yang lebih baik dengan pemasok untuk memastikan kualitas dan kelancaran pasokan. Mengidentifikasi dan mengelola risiko: Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta mengenali potensi risiko dalam pengadaan dan cara-cara untuk mengelolanya secara proaktif. Menerapkan prinsip keberlanjutan: Memahami pentingnya keberlanjutan dalam strategi pengadaan untuk mendukung tujuan jangka panjang perusahaan dan tanggung jawab sosial. Meningkatkan daya saing: Dengan mengadopsi best practice dalam strategi pengadaan, perusahaan dapat menjadi lebih kompetitif dan adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan bisnis yang berkembang. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Pendahuluan Definisi dan Pentingnya Strategi Procurement Peran Procurement dalam Kesuksesan Organisasi Tujuan dan Manfaat Pelatihan Dasar-Dasar Strategi Procurement Konsep dan Prinsip Utama dalam Procurement Pengertian dan Jenis-jenis Procurement Strategy Langkah-langkah Kunci dalam Proses Procurement Best Practices dalam Pengadaan Prinsip-prinsip Pengadaan yang Efisien Teknik Negosiasi yang Efektif Pengelolaan Rantai Pasokan (Supply Chain Management) Penerapan Teknologi dalam Procurement Pengadaan Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Membangun dan Mengelola Hubungan dengan Pemasok Strategi Pemilihan dan Evaluasi Pemasok Mengelola Kontrak dan Kinerja Pemasok Pembangunan Kemitraan yang Berkelanjutan Pemecahan Masalah dan Penanganan Konflik dengan Pemasok Manajemen Risiko dalam Procurement Identifikasi dan Penilaian Risiko dalam Pengadaan Strategi Mitigasi Risiko Pengelolaan Ketidakpastian Pasar dan Faktor Eksternal Pengukuran Kinerja Procurement Key Performance Indicators (KPI) dalam Procurement Analisis Pengeluaran dan Penghematan Biaya Evaluasi Proses dan Peningkatan Berkelanjutan Studi Kasus dan Simulasi Analisis Kasus Nyata dalam Strategi Procurement Diskusi Kelompok dan Solusi Masalah Simulasi Proses Pengadaan Menggunakan Best Practice Penerapan Strategi Procurement di Organisasi Menyusun Rencana Aksi untuk Implementasi Integrasi Procurement dengan Strategi Bisnis Perusahaan Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Strategi Procurement Kesimpulan dan Penutupan Rangkuman Materi Pelatihan Tindak Lanjut dan Pengembangan Kompetensi Procurement Tanya Jawab dan Diskusi Terbuka PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN BEST PRACTICE IN STRATEGY PROCUREMENT Tim Procurement/Pengadaan Staf pengadaan yang terlibat langsung dalam proses pemilihan, negosiasi, dan pengelolaan pemasok, serta implementasi strategi pengadaan. Manajer Procurement Manajer yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan strategi pengadaan untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan pengadaan di organisasi. Pimpinan Divisi atau Departemen Pengadaan Mereka yang memiliki tanggung jawab untuk menetapkan arah dan kebijakan pengadaan di level yang lebih tinggi, serta memimpin tim pengadaan. Tim Rantai Pasokan (Supply Chain) Staf yang bekerja dalam perencanaan dan pengelolaan rantai pasokan, di mana pengadaan merupakan bagian penting dalam memastikan kelancaran aliran barang dan jasa. Tim Keuangan Profesional yang terlibat dalam pengelolaan anggaran dan pengeluaran, karena pengadaan yang efisien dapat berdampak pada penghematan biaya dan pengelolaan anggaran yang lebih baik. Tim Legal Staf hukum yang mendukung pembuatan kontrak dan perjanjian dengan pemasok serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan regulasi yang berlaku dalam proses pengadaan. Pimpinan Eksekutif dan Pengambil Keputusan Direksi atau eksekutif yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis terkait dengan kebijakan pengadaan dan pengelolaan sumber daya organisasi. Pemasok dan Vendor Pihak yang bekerja sama dengan perusahaan dalam menyediakan barang atau jasa, agar mereka dapat memahami lebih baik tentang strategi pengadaan dan prinsip-prinsip efisiensi yang diharapkan. Konsultan Pengadaan Konsultan yang membantu perusahaan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pengadaan yang efektif dan efisien. Pemateri/ Trainer Pelatihan Best Practice In Strategy Procurement Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengadaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengukuran Kinerja Procurement Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengukuran Kinerja Procurement Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara) FREE Transportasi Peserta ke…
Read more


June 3, 2025 0
TRAINING SUPPLIERS EVALUATION

TRAINING SUPPLIERS EVALUATION

  TRAINING SUPPLIERS EVALUATION   DESKRIPSI TRAINING SUPPLIERS EVALUATION Pelatihan evaluasi pemasok (supplier evaluation) sangat penting untuk memastikan kualitas produk atau layanan yang diterima oleh perusahaan. Dengan melibatkan proses evaluasi yang sistematis, perusahaan dapat menilai kinerja pemasok dalam hal kualitas, harga, waktu pengiriman, dan kepatuhan terhadap peraturan. Hal ini tidak hanya membantu dalam memilih pemasok yang tepat, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pemasok. Pelatihan ini memungkinkan tim pengadaan untuk lebih memahami kriteria evaluasi yang objektif dan efektif, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih tepat, mengurangi risiko kerugian, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pemahaman yang baik, perusahaan juga dapat melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pengadaan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas dan daya saing. TUJUAN PELATIHAN SUPPLIERS EVALUATION Tujuan pelatihan evaluasi pemasok (supplier evaluation) adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta mengenai pentingnya proses evaluasi dalam memilih pemasok yang tepat. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu menilai kinerja pemasok secara objektif berdasarkan kriteria yang relevan seperti kualitas, harga, ketepatan waktu pengiriman, dan kepatuhan terhadap standar dan peraturan. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat keputusan yang lebih baik dalam pemilihan dan pengelolaan pemasok, serta memperkuat hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pemasok. Dengan demikian, tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, dan mendukung kualitas produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan. MATERI PELATIHAN SUPPLIERS EVALUATION Pendahuluan Definisi dan pentingnya evaluasi pemasok Tujuan pelatihan dan manfaatnya bagi perusahaan Pengenalan terhadap proses pengadaan dan hubungan dengan pemasok Kriteria Evaluasi Pemasok Kualitas produk atau layanan Harga dan nilai ekonomis Waktu pengiriman dan keandalan Kepatuhan terhadap standar dan peraturan Responsivitas dan komunikasi Keberlanjutan dan dampak lingkungan Proses Evaluasi Pemasok Langkah-langkah dalam proses evaluasi Teknik dan alat yang digunakan untuk evaluasi (misalnya, survei, wawancara, dan audit) Penentuan bobot dan skor untuk setiap kriteria Metode Penilaian Kinerja Pemasok Evaluasi berbasis kuantitatif vs. kualitatif Analisis data dan pembuatan laporan evaluasi Penilaian berkelanjutan dan audit pemasok Membangun Hubungan dengan Pemasok Strategi untuk membangun kemitraan jangka panjang Komunikasi yang efektif dengan pemasok Penanganan masalah dan penyelesaian sengketa Manajemen Risiko dalam Evaluasi Pemasok Identifikasi risiko yang terkait dengan pemasok Strategi mitigasi risiko dalam memilih dan mengevaluasi pemasok Mengelola pemasok yang berkinerja rendah Peran Teknologi dalam Evaluasi Pemasok Penggunaan perangkat lunak untuk evaluasi dan pemantauan pemasok Integrasi sistem ERP dan alat analitik dalam pengadaan Studi Kasus dan Diskusi Analisis studi kasus dari perusahaan yang telah berhasil dalam evaluasi pemasok Diskusi kelompok mengenai tantangan dan solusi dalam proses evaluasi pemasok Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Menyusun strategi evaluasi pemasok yang efektif Langkah-langkah untuk melakukan evaluasi secara berkala Evaluasi hasil pelatihan dan perencanaan implementasi di perusahaan Penutupan Ringkasan materi Tanya jawab dan klarifikasi Sertifikat dan evaluasi pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLIERS EVALUATION Tim Pengadaan (Procurement) Mereka yang terlibat langsung dalam pemilihan, negosiasi, dan hubungan dengan pemasok. Pelatihan ini penting untuk memastikan mereka dapat melakukan evaluasi pemasok dengan tepat untuk memperoleh pemasok yang berkualitas. Manajer Pengadaan (Procurement Manager) Sebagai pemimpin tim pengadaan, mereka membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang cara mengevaluasi kinerja pemasok untuk membuat keputusan yang strategis dan mengelola risiko. Tim Kualitas (Quality Control/Quality Assurance) Mereka bertanggung jawab memastikan bahwa produk atau layanan dari pemasok memenuhi standar kualitas. Pelatihan ini membantu mereka memahami kriteria kualitas dalam evaluasi pemasok dan bagaimana menilai kinerja pemasok dalam hal ini. Manajer Rantai Pasokan (Supply Chain Manager) Pelatihan ini juga penting bagi mereka yang mengelola aliran barang dan bahan baku, karena evaluasi pemasok yang baik dapat meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan mengurangi potensi gangguan. Tim Keuangan dan Akuntansi (Finance & Accounting Team) Mereka yang terlibat dalam evaluasi biaya dan harga dari pemasok. Pelatihan ini membantu mereka memahami aspek ekonomis dari evaluasi pemasok, seperti perbandingan harga dan nilai yang ditawarkan oleh pemasok. Manajer Produksi (Production Manager) Mereka yang bergantung pada pemasok untuk bahan baku atau komponen dalam proses produksi. Evaluasi pemasok yang efektif dapat membantu memastikan ketersediaan bahan yang tepat waktu dan dengan kualitas yang diinginkan. Tim Sumber Daya Manusia (HR) Dalam beberapa kasus, tim HR juga perlu memahami evaluasi pemasok, terutama jika mereka berurusan dengan pemasok layanan eksternal seperti outsourcing atau penyedia layanan pelatihan. Tim Legal dan Kepatuhan (Legal and Compliance Team) Mereka yang memastikan pemasok mematuhi peraturan dan standar hukum. Pelatihan ini membantu mereka dalam memahami kriteria kepatuhan yang harus dievaluasi selama proses pemilihan pemasok. Manajer Pengembangan Bisnis (Business Development Manager) Mereka yang bertugas mencari peluang kemitraan jangka panjang dengan pemasok dan ingin memahami bagaimana mengevaluasi pemasok yang dapat memberikan nilai strategis bagi perusahaan. Tim Manajemen Risiko (Risk Management Team) Mereka yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko dalam hubungan dengan pemasok. Pelatihan ini membantu mereka memahami risiko yang mungkin timbul dari pemasok yang tidak berkinerja baik. Pemateri/ Trainer Pelatihan Suppliers Evaluation Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Risiko Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Penilaian Kinerja Pemasok Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal…
Read more


June 1, 2025 0
TRAINING STRATEGIC WAY OF SELLING

TRAINING STRATEGIC WAY OF SELLING

  PELATIHAN STRATEGIC WAY OF SELLING DESKRIPSI PELATIHAN STRATEGIC WAY OF SELLING Pelatihan Strategic Way of Selling  memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan penjualan. Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, kemampuan menjual produk atau jasa dengan efektif adalah faktor kunci untuk mencapai kesuksesan. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang strategi penjualan yang terbukti berhasil dalam mengidentifikasi peluang, menjalin hubungan yang kuat dengan pelanggan, dan menghasilkan penjualan yang lebih besar. Melalui pelatihan ini, para profesional penjualan dapat memahami cara mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, mengkomunikasikan manfaat produk atau jasa secara efektif, dan menangani tantangan penjualan dengan lebih percaya diri. Dengan menguasai “Strategic Way of Selling 100 Kata,” individu dan perusahaan dapat meningkatkan produktivitas penjualan, memperluas pangsa pasar, dan mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini adalah investasi penting bagi siapa saja yang ingin berhasil dalam dunia penjualan yang dinamis. TUJUAN PELATIHAN STRATEGIC WAY OF SELLING Meningkatkan Keterampilan Penjualan: Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan penjualan peserta, termasuk kemampuan untuk mengidentifikasi peluang penjualan, mengatasi hambatan, dan menutup penjualan dengan sukses. Memahami Kebutuhan Pelanggan: Salah satu fokus utama pelatihan ini adalah membantu peserta memahami dengan baik kebutuhan dan keinginan pelanggan mereka. Ini membantu dalam menciptakan solusi yang sesuai dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Mengembangkan Strategi Penjualan yang Efektif: Peserta akan belajar tentang berbagai strategi penjualan yang telah terbukti berhasil dalam berbagai situasi bisnis. Mereka akan dapat mengembangkan pendekatan yang tepat untuk setiap pelanggan dan situasi penjualan. Meningkatkan Hubungan dengan Pelanggan: Pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu peserta membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan pelanggan. Hubungan yang baik dengan pelanggan dapat membantu dalam mempertahankan dan memperluas bisnis. Meningkatkan Hasil Penjualan: Tujuan akhir dari pelatihan ini adalah meningkatkan hasil penjualan. Peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi peluang, mengatasi penolakan, dan menghasilkan penjualan yang lebih besar dan lebih menguntungkan. Meningkatkan Kepercayaan Diri: Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berinteraksi dengan pelanggan dan menjalankan proses penjualan. Kepercayaan diri yang tinggi dapat membantu peserta menjadi penjual yang lebih efektif. Mengoptimalkan Kinerja Tim Penjualan: Bagi perusahaan, pelatihan ini dapat membantu dalam meningkatkan kinerja tim penjualan secara keseluruhan. Tim penjualan yang terlatih dengan baik cenderung mencapai target penjualan lebih konsisten. MATERI PELATIHAN STRATEGIC WAY OF SELLING Pengenalan Penjualan Strategis Definisi penjualan strategis Peran strategi penjualan dalam bisnis Mengapa penjualan strategis penting Memahami Pelanggan dan Kebutuhan Mereka Segmentasi pelanggan Identifikasi kebutuhan pelanggan Membangun profil pelanggan ideal Mengembangkan Penawaran yang Menguntungkan Produk dan layanan yang ditawarkan Menyusun penawaran yang menarik Memahami nilai tambah produk atau layanan Strategi Komunikasi dan Presentasi Teknik komunikasi yang efektif Membangun argumen penjualan yang kuat Presentasi produk atau layanan dengan persuasif Menangani Penolakan dan Keberatan Strategi mengatasi penolakan Cara menangani keberatan pelanggan Meningkatkan keterampilan negosiasi Manajemen Waktu dan Prioritas Perencanaan waktu untuk penjualan Menentukan prioritas penjualan Mengelola siklus penjualan dengan efisien Membangun Hubungan Pelanggan Pentingnya hubungan pelanggan Membangun dan memelihara hubungan yang kuat Strategi retensi pelanggan Analisis Pasar dan Persaingan Memahami pasar dan pesaing Strategi penetapan harga Identifikasi peluang di pasar Teknologi Dalam Penjualan Penggunaan alat dan perangkat lunak penjualan Analisis data penjualan Meningkatkan efisiensi dengan teknologi Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Mengatasi rasa takut penolakan Meningkatkan kepercayaan diri dalam penjualan Memotivasi diri untuk mencapai target penjualan Penjualan Online dan Media Sosial Strategi penjualan online Pemanfaatan media sosial dalam penjualan Mengelola reputasi online Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja Penjualan Metrik penjualan kunci Evaluasi hasil penjualan Perbaikan berkelanjutan dalam strategi penjualan Studi Kasus dan Latihan Kasus penjualan aktual Latihan peran dan simulasi penjualan Analisis studi kasus keberhasilan penjualan Perencanaan Strategi Penjualan Pribadi Mengembangkan rencana penjualan pribadi Menetapkan target dan tindakan konkret Memonitor dan mengevaluasi kemajuan PESERTA PELATIHAN STRATEGIC WAY OF SELLING Tenaga Penjualan: Salesperson: Salesperson di berbagai industri yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam menjual produk atau jasa. Sales Manager: Manajer penjualan yang ingin memimpin dan mengembangkan tim penjualan mereka dengan lebih efektif. Pengusaha dan Pemilik Bisnis: Pengusaha: Pengusaha yang ingin memahami strategi penjualan yang dapat membantu mereka mengembangkan bisnis mereka. Pemilik Usaha Kecil: Pemilik bisnis kecil yang ingin meningkatkan penjualan mereka dan bersaing di pasar. Profesional Pemasaran: Marketer: Profesional pemasaran yang ingin memahami cara berkomunikasi dengan pelanggan dengan lebih baik dan mendukung upaya penjualan. Manajer Produk: Manajer Produk: Manajer produk yang ingin memahami cara menjual produk mereka dengan lebih efektif kepada pelanggan dan mitra bisnis. Tim Layanan Pelanggan: Tim Layanan Pelanggan: Anggota tim layanan pelanggan yang ingin belajar cara memberikan dukungan yang lebih baik kepada pelanggan dalam konteks penjualan. Pemimpin Bisnis: Direksi Eksekutif: Pemimpin tingkat eksekutif yang ingin memahami strategi penjualan untuk mengarahkan organisasi mereka ke arah yang lebih menguntungkan. Profesional di Berbagai Industri: Berbagai Profesi: Profesional dari berbagai industri seperti teknologi, perbankan, real estat, konsultasi, dan banyak lainnya yang ingin meningkatkan keterampilan penjualan mereka. Mahasiswa dan Calon Enterpreneur: Mahasiswa Bisnis: Mahasiswa yang tertarik untuk memulai karir di bidang penjualan atau bisnis dan ingin memperoleh pemahaman awal tentang strategi penjualan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Strategic Way Of Selling Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Analisis Pasar Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Strategic Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026…
Read more


May 31, 2025 0
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Company

About Us

Contact Us

Products

Services

Blog

Features

Analytics

Engagement

Builder

Publisher

Help

Privacy Policy

Terms

Conditions

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created with Royal Elementor Addons