TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007   DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Pelatihan Supply Chain Management ISO 28000:2007 sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dan efisiensi operasional suatu perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan risiko yang semakin kompleks. ISO 28000:2007 adalah standar internasional yang memberikan panduan untuk sistem manajemen keamanan rantai pasokan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola potensi risiko yang dapat mengganggu kelancaran alur distribusi barang dan jasa. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan terhadap ancaman, memperkuat kontrol keamanan, dan meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh gangguan dalam rantai pasokan. Pelatihan ini juga membantu membangun kepercayaan dengan mitra bisnis dan pelanggan, serta memenuhi standar regulasi yang semakin ketat di pasar global. TUJUAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Meningkatkan Kesadaran Keamanan: Memberikan pemahaman tentang pentingnya mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko yang dapat mengganggu kelancaran rantai pasokan, seperti ancaman terorisme, bencana alam, atau gangguan lainnya. Memperkuat Keamanan Rantai Pasokan: Membekali peserta dengan pengetahuan untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan keamanan yang efektif, serta menciptakan sistem kontrol untuk menjaga integritas dan kestabilan operasional. Mengurangi Risiko: Membantu perusahaan untuk menilai, mencegah, dan memitigasi risiko yang berpotensi merusak kelancaran distribusi barang dan layanan. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan dan Mitra Bisnis: Meningkatkan reputasi perusahaan dengan memenuhi standar internasional yang dapat memberikan kepercayaan lebih kepada pelanggan dan mitra bisnis. Mematuhi Regulasi Internasional: Menyediakan pengetahuan tentang bagaimana memenuhi standar dan regulasi internasional dalam manajemen keamanan rantai pasokan, memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Pengenalan ISO 28000:2007 Definisi dan tujuan ISO 28000 Pentingnya standar ISO 28000 dalam rantai pasokan Manfaat penerapan ISO 28000 bagi perusahaan Prinsip Dasar Manajemen Keamanan Rantai Pasokan Konsep dasar manajemen keamanan rantai pasokan Identifikasi dan pemetaan risiko dalam rantai pasokan Pendekatan berbasis risiko dalam manajemen keamanan Struktur dan Persyaratan ISO 28000:2007 Struktur standar ISO 28000 Persyaratan utama dalam ISO 28000 Pemenuhan persyaratan keamanan dan kebijakan terkait Identifikasi dan Penilaian Risiko Teknik identifikasi risiko dalam rantai pasokan Metode penilaian dan analisis risiko Strategi mitigasi risiko Desain dan Implementasi Sistem Keamanan Penyusunan kebijakan keamanan dan prosedur operasional Rencana aksi untuk menghadapi ancaman dan risiko Sistem pengendalian dan pengawasan keamanan rantai pasokan Audit dan Evaluasi Sistem Keamanan Teknik audit dalam ISO 28000 Prosedur evaluasi dan pemantauan sistem keamanan Tindak lanjut setelah audit dan evaluasi Peningkatan Berkelanjutan dalam Manajemen Keamanan Pendekatan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) Proses perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen keamanan Pengembangan dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan Studi Kasus dan Aplikasi Praktis Studi kasus penerapan ISO 28000 pada perusahaan Diskusi dan analisis tantangan dalam implementasi ISO 28000 Persiapan Sertifikasi ISO 28000 Langkah-langkah persiapan untuk sertifikasi ISO 28000 Kriteria dan proses sertifikasi Keuntungan dari mendapatkan sertifikasi ISO 28000 Kesimpulan dan Penutupan Ringkasan materi pelatihan Tanya jawab dan diskusi Penutupan dan pembagian sertifikat pelatihan (jika ada) PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ISO 28000 ; 2007 Manajer dan Staf Rantai Pasokan (Supply Chain Manager & Staff) Mereka yang terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan alur distribusi barang dan jasa akan mendapat manfaat besar dari pemahaman tentang bagaimana mengelola dan mengurangi risiko dalam rantai pasokan. Manajer Keamanan dan Risiko (Security & Risk Managers) Pihak yang bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko keamanan, termasuk ancaman fisik atau siber yang dapat memengaruhi operasi rantai pasokan, perlu mengikuti pelatihan ini untuk memahami standar yang relevan. Tim Kepatuhan dan Audit Internal Tim yang bertugas untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar internasional, termasuk ISO, perlu memahami ISO 28000 untuk melakukan audit yang efektif dan memastikan bahwa sistem manajemen keamanan rantai pasokan sesuai dengan persyaratan. Pemasok dan Mitra Bisnis Pemasok atau mitra bisnis yang terlibat dalam jaringan rantai pasokan suatu perusahaan juga perlu memahami standar keamanan ini agar mereka dapat berkolaborasi dalam menciptakan rantai pasokan yang aman dan terjamin. Direktur dan Eksekutif Pihak eksekutif yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan strategis dalam perusahaan perlu memahami pentingnya ISO 28000 untuk membuat kebijakan yang mendukung manajemen risiko yang efektif dan meningkatkan keamanan rantai pasokan. Konsultan dan Profesional Keamanan Konsultan yang memberikan layanan terkait keamanan, manajemen risiko, atau kepatuhan di perusahaan juga membutuhkan pelatihan ini untuk dapat memberikan saran dan implementasi yang sesuai dengan standar ISO 28000. Petugas Pengadaan (Procurement Officers) Petugas yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa juga harus memahami prinsip-prinsip keamanan dalam rantai pasokan untuk memastikan bahwa proses pengadaan berjalan lancar dan aman. Pihak yang Terlibat dalam Pengiriman dan Logistik Pihak yang mengelola pengiriman dan logistik barang, termasuk transportasi dan distribusi, perlu memahami bagaimana mengelola risiko yang berkaitan dengan keamanan dan kelancaran operasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Supply Chain Management Iso 28000 ; 2007 Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Sistem Keamanan Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT

TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT

TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Pelatihan Document Control and Logistic Management memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan dokumen serta rantai pasok dalam suatu organisasi. Dengan sistem dokumentasi yang terstruktur, perusahaan dapat memastikan bahwa setiap dokumen tersimpan, diakses, dan diperbarui dengan aman serta sesuai standar. Sementara itu, manajemen logistik yang baik membantu dalam pengelolaan arus barang, persediaan, dan distribusi sehingga operasional berjalan lancar dan biaya dapat ditekan. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pemahaman tentang kepatuhan regulasi, manajemen risiko, serta penggunaan teknologi terkini untuk mengoptimalkan proses kerja. Dengan tenaga kerja yang terlatih, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan administratif, dan menciptakan sistem kerja yang lebih efektif. TUJUAN PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Memahami Prinsip Document Control – Membantu peserta memahami standar, regulasi, dan prosedur dalam pengelolaan dokumen agar lebih terstruktur, aman, dan mudah diakses. Meningkatkan Efisiensi Administrasi – Mengurangi risiko kehilangan atau kesalahan dalam pengelolaan dokumen dengan sistem yang lebih tertata. Optimalisasi Manajemen Logistik – Memastikan pengelolaan persediaan, distribusi, dan pengiriman barang berjalan efisien untuk mendukung kelancaran operasional. Meningkatkan Kepatuhan terhadap Regulasi – Membantu peserta memahami regulasi terkait dokumentasi dan logistik guna memastikan kepatuhan terhadap standar industri. Menerapkan Teknologi dalam Document Control dan Logistik – Menggunakan perangkat lunak dan sistem manajemen modern untuk meningkatkan efektivitas kerja. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT I. Pendahuluan Pengenalan Pelatihan Tujuan pelatihan Pentingnya Document Control dan Logistic Management dalam organisasi Overview dan Konsep Dasar Definisi dan ruang lingkup Document Control Definisi dan ruang lingkup Logistic Management II. Document Control Prinsip Dasar Document Control Tujuan dan pentingnya pengendalian dokumen Klasifikasi dokumen: Internal, Eksternal, Rahasia Proses Pengelolaan Dokumen Penciptaan, pengeditan, dan revisi dokumen Penyimpanan dan pengarsipan dokumen Sistem pengendalian revisi dan distribusi dokumen Teknologi dalam Document Control Penggunaan perangkat lunak Document Management System (DMS) Otomatisasi alur kerja dan pengarsipan digital Kepatuhan terhadap Regulasi Standar dan peraturan terkait pengelolaan dokumen (ISO, HIPAA, dll.) Audit dan pelaporan dokumen III. Logistic Management Dasar-Dasar Manajemen Logistik Pengertian dan komponen logistik (persediaan, transportasi, pergudangan) Proses aliran barang dari pemasok ke konsumen Perencanaan dan Pengelolaan Persediaan Teknik perencanaan persediaan yang efisien Sistem pengelolaan inventaris dan pemantauan stok Sistem Distribusi dan Transportasi Pemilihan moda transportasi yang tepat Rute distribusi yang efisien Pengelolaan Pergudangan Pengelolaan ruang gudang dan sistem penyimpanan barang Teknologi dalam manajemen gudang (WMS – Warehouse Management System) Teknologi dalam Logistic Management Sistem manajemen rantai pasok (SCM – Supply Chain Management) Penggunaan perangkat lunak logistik dan pelacakan barang secara real-time Evaluasi Kinerja Logistik Key Performance Indicators (KPI) dalam manajemen logistik Analisis biaya dan pengoptimalan proses logistik IV. Integrasi Document Control dan Logistic Management Hubungan antara Document Control dan Logistic Management Pentingnya dokumentasi dalam setiap proses logistik Pengelolaan dokumen terkait persediaan, pengiriman, dan penerimaan barang Membangun Sistem Terpadu Integrasi sistem Document Control dan Logistic Management untuk efisiensi Penggunaan teknologi untuk mendukung integrasi kedua sistem V. Studi Kasus dan Diskusi Studi Kasus Pengelolaan Dokumen dan Logistik Analisis kasus nyata dan solusi yang diterapkan Diskusi Kelompok Pembahasan tantangan dan solusi praktis dalam implementasi VI. Penutupan Kesimpulan Rangkuman materi pelatihan Tanya Jawab Sesi diskusi dan klarifikasi Evaluasi dan Umpan Balik Peserta Pengisian evaluasi pelatihan Umpan balik untuk pengembangan pelatihan berikutnya PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN DOCUMENT CONTROL AND LOGISTIC MANAGEMENT Manajer dan Staf Logistik Manajer Logistik, Koordinator Gudang, dan Staf Pengiriman yang terlibat langsung dalam perencanaan, distribusi, dan pengelolaan persediaan barang. Mereka perlu memahami bagaimana mengelola aliran barang dan dokumentasi terkait secara efisien. Staf Document Control Pengelola Dokumentasi, Staf Administrasi, dan Koordinator Dokumen yang bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan dokumen berjalan dengan sistematis, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tim IT dan Sistem Informasi Pengembang dan Administrator Sistem yang mengelola perangkat lunak Document Management System (DMS) dan sistem manajemen logistik, serta yang bertugas dalam mengintegrasikan teknologi untuk mendukung operasional pengelolaan dokumen dan logistik. Staf Keuangan dan Akuntansi Staf Akuntansi dan Keuangan yang perlu memantau dan mengelola laporan dan dokumen terkait transaksi logistik, persediaan, serta pengeluaran yang berhubungan dengan pengadaan dan distribusi barang. Pihak Manajemen dan Eksekutif Manajer Operasional dan Eksekutif Senior yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, termasuk dalam pengelolaan dokumen dan proses logistik. Staf Produksi dan Pengadaan Manajer Produksi dan Tim Pengadaan yang terlibat dalam koordinasi dan pengelolaan alur bahan baku dan barang jadi, serta dokumentasi yang terkait dengan proses tersebut. Tim Kualitas dan Kepatuhan Auditor Internal, Tim Kepatuhan, dan Manajer Kualitas yang bertanggung jawab memastikan seluruh proses dokumentasi dan logistik sesuai dengan standar kualitas dan regulasi industri yang berlaku. Pihak Pengelola Proyek Manajer Proyek dan Koordinator Proyek yang bekerja dengan dokumen proyek dan harus memastikan semua informasi proyek terkait logistik dan dokumentasi dikelola dengan baik. Supplier dan Vendor Pemasok dan Mitra Bisnis yang berhubungan dengan proses pengiriman barang dan dokumen pengadaan yang memerlukan pemahaman sistem pengelolaan dokumen dan logistik yang efektif. Pekerja Magang atau Baru Bergabung di Bidang Logistik dan Administrasi Individu yang baru mulai berkarir dalam pengelolaan logistik dan dokumen, yang memerlukan pemahaman dasar dan keterampilan praktis terkait kedua bidang ini. Pemateri/ Trainer Pelatihan Document Control And Logistic Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Distribusi Dan Transportasi Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Logistic Management Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND

TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND   DESKRIPSI TRAINING SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Pelatihan Supply Chain Management (SCM) berbasis ISO 28000:2007 yang diselenggarakan oleh TUV Rheinland memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan rantai pasokan bagi perusahaan. Standar ini dirancang untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko keamanan dalam seluruh rantai pasokan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. Dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi potensi gangguan, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Selain itu, pelatihan ini juga membantu meningkatkan kepercayaan mitra bisnis dan pelanggan, karena menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan dan keberlanjutan rantai pasokan. TUJUAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Memahami Standar ISO 28000:2007 – Memberikan pemahaman mendalam tentang persyaratan dan prinsip manajemen keamanan dalam rantai pasokan. Identifikasi dan Mitigasi Risiko – Membantu organisasi dalam mengenali, menilai, dan mengelola risiko keamanan yang dapat mengganggu kelancaran rantai pasokan. Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi – Mengoptimalkan sistem keamanan dan operasional agar rantai pasokan lebih tangguh dan efisien. Meningkatkan Kepatuhan Regulasi – Memastikan perusahaan memenuhi standar internasional dan persyaratan hukum terkait keamanan rantai pasokan. Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan – Meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata pelanggan, mitra bisnis, dan regulator melalui implementasi sistem keamanan yang terstruktur. Mendukung Keberlanjutan Bisnis – Mengurangi gangguan operasional akibat ancaman keamanan, sehingga meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND 1. Pengenalan ISO 28000:2007 Latar belakang dan sejarah standar ISO 28000 Tujuan dan manfaat penerapan standar dalam rantai pasokan Prinsip dasar manajemen keamanan rantai pasokan 2. Persyaratan dan Struktur ISO 28000:2007 Konteks organisasi dan ruang lingkup standar Peran kepemimpinan dan tanggung jawab manajemen Perencanaan sistem manajemen keamanan rantai pasokan Dukungan dan sumber daya dalam implementasi 3. Identifikasi dan Manajemen Risiko Keamanan Metode identifikasi ancaman dan kerentanan dalam rantai pasokan Strategi mitigasi dan pengendalian risiko keamanan Studi kasus gangguan dalam rantai pasokan dan cara penanganannya 4. Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan Proses pengendalian operasional untuk mencegah risiko Manajemen insiden dan respons terhadap gangguan keamanan Evaluasi kinerja dan pengukuran efektivitas sistem 5. Audit dan Kepatuhan terhadap ISO 28000:2007 Proses audit internal dan eksternal Dokumentasi dan pencatatan yang diperlukan Strategi untuk meningkatkan kepatuhan dan perbaikan berkelanjutan 6. Studi Kasus dan Best Practices Implementasi ISO 28000 di berbagai industri Tantangan dan solusi dalam penerapan standar Diskusi interaktif dan latihan praktik 7. Sertifikasi dan Langkah Implementasi di Perusahaan Proses sertifikasi oleh TUV Rheinland Roadmap penerapan ISO 28000 di organisasi Rencana aksi untuk mengintegrasikan SCM yang aman dan efisien PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) ISO 28000 : 2007 BY TUV RHEINLAND Manajer dan Supervisor Supply Chain – Bertanggung jawab atas kelancaran, keamanan, dan efisiensi rantai pasokan dalam perusahaan. Tim Keamanan dan Manajemen Risiko – Mengelola risiko keamanan dalam rantai pasokan serta menerapkan kebijakan mitigasi ancaman. Profesional Logistik dan Transportasi – Menangani pengiriman barang, distribusi, dan penyimpanan untuk memastikan keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi. Manajer Operasional dan Produksi – Mengawasi operasional perusahaan yang bergantung pada pasokan bahan baku dan distribusi produk jadi. Petugas Kepatuhan dan Audit Internal – Memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar keamanan rantai pasokan dan persyaratan sertifikasi. Manajer Pembelian dan Pengadaan – Mengelola hubungan dengan pemasok dan memastikan mereka menerapkan standar keamanan yang sesuai. Profesional dari Industri Manufaktur, Retail, dan Distribusi – Perusahaan yang bergantung pada rantai pasokan yang kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang kuat. Konsultan dan Penyedia Jasa Keamanan Rantai Pasokan – Memberikan layanan konsultasi terkait implementasi ISO 28000 dan peningkatan keamanan logistik. Tim Manajemen Krisis dan Keberlanjutan Bisnis – Bertanggung jawab atas strategi pemulihan bisnis dalam menghadapi gangguan rantai pasokan. Pihak yang Ingin Memperoleh Sertifikasi ISO 28000 – Organisasi atau individu yang ingin memahami proses sertifikasi dan implementasi standar ini. Pemateri/ Trainer Pelatihan Supply Chain Management (Scm) Iso 28000 : 2007 By Tuv Rheinland Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Keamanan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Rantai Pasok Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Rantai Pasok Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)…
Read more


June 5, 2025 0
TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT

TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT

TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT Pelatihan Project Procurement & Risk Management sangat penting untuk meningkatkan kemampuan profesional dalam mengelola proyek dengan lebih efektif dan efisien. Dalam setiap proyek, pengelolaan pengadaan (procurement) yang tepat memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan tersedia sesuai waktu, biaya, dan kualitas yang ditentukan. Sementara itu, manajemen risiko yang baik memungkinkan tim proyek untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proyek. Dengan pelatihan ini, peserta akan dilengkapi dengan keterampilan praktis dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan risiko dan pengadaan, sehingga dapat meminimalkan kegagalan dan meningkatkan kesuksesan proyek secara keseluruhan. Pelatihan ini juga membantu memperkuat komunikasi dan koordinasi antar tim proyek, yang sangat krusial dalam mencapai tujuan proyek. TUJUAN PELATIHAN PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT Memahami Konsep Dasar Pengadaan dan Manajemen Risiko: Memberikan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar pengadaan dan bagaimana mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola risiko dalam proyek. Meningkatkan Kemampuan Perencanaan Pengadaan: Peserta diharapkan mampu merencanakan proses pengadaan dengan lebih efisien, memilih pemasok atau kontraktor yang tepat, serta mengelola kontrak dengan baik. Mengidentifikasi dan Mengelola Risiko Proyek: Peserta dapat mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi jalannya proyek, serta mengembangkan strategi mitigasi untuk meminimalkan dampak negatifnya. Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Proyek: Dengan pengetahuan yang didapat, peserta diharapkan dapat mengelola proyek dengan lebih baik, mengurangi biaya dan waktu, serta memastikan hasil proyek sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi Tim: Peserta diharapkan dapat berkomunikasi lebih efektif dengan semua pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk tim internal dan pihak eksternal seperti pemasok dan kontraktor. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT 1. Pengenalan Pengadaan Proyek (Project Procurement) Definisi dan tujuan pengadaan dalam proyek Proses dan siklus pengadaan proyek Jenis-jenis kontrak dalam pengadaan (fixed-price, cost-reimbursable, time and materials) Prinsip dasar pengadaan yang efektif dan efisien Peran pengadaan dalam keberhasilan proyek 2. Perencanaan Pengadaan Proyek Identifikasi kebutuhan pengadaan dalam proyek Penyusunan rencana pengadaan Strategi pengadaan: Make or Buy Decision Pemilihan vendor dan pemasok Proses pemilihan kontraktor: evaluasi dan seleksi 3. Manajemen Kontrak dalam Pengadaan Proyek Pengertian dan pentingnya kontrak dalam proyek Jenis kontrak yang digunakan dalam pengadaan proyek Penyusunan dan negosiasi kontrak Manajemen perubahan dalam kontrak Pengendalian kinerja kontraktor dan pemasok 4. Pengenalan Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management) Definisi dan tujuan manajemen risiko proyek Pentingnya identifikasi risiko dalam proyek Proses manajemen risiko: Identifikasi, Analisis, Evaluasi, Mitigasi, dan Monitoring 5. Identifikasi dan Penilaian Risiko Teknik-teknik identifikasi risiko (brainstorming, checklist, wawancara) Kategorisasi risiko: risiko teknis, risiko finansial, risiko lingkungan, risiko hukum, dll. Analisis kualitatif dan kuantitatif risiko Penyusunan matriks risiko dan penilaian dampak serta probabilitas risiko 6. Strategi Mitigasi dan Respon terhadap Risiko Strategi pengelolaan risiko: menghindari, mengurangi, mentransfer, atau menerima risiko Penyusunan rencana mitigasi risiko Manajemen risiko dalam situasi darurat atau perubahan yang tidak terduga 7. Monitoring dan Pengendalian Risiko dalam Proyek Pemantauan risiko sepanjang siklus hidup proyek Evaluasi efektivitas rencana mitigasi risiko Pengelolaan risiko yang berkelanjutan selama eksekusi proyek Penggunaan perangkat lunak untuk manajemen risiko proyek 8. Keterkaitan Pengadaan dan Manajemen Risiko dalam Proyek Dampak pengadaan terhadap manajemen risiko Strategi mitigasi risiko yang melibatkan pengadaan Bagaimana pengadaan dapat mempengaruhi keberhasilan pengelolaan risiko 9. Studi Kasus dan Simulasi Penerapan konsep pengadaan dan manajemen risiko dalam studi kasus nyata Diskusi kelompok tentang solusi yang tepat untuk pengelolaan risiko dalam proyek Evaluasi dan perencanaan strategi mitigasi berdasarkan kasus yang diberikan 10. Penutupan dan Evaluasi Kesimpulan dari pelatihan Evaluasi keterampilan yang telah dipelajari Diskusi dan tanya jawab Rencana tindak lanjut dan pengembangan keterampilan lebih lanjut PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PROJECT PROCUREMENT & RISK MANAGEMENT Manajer Proyek (Project Managers) Manajer proyek bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan proyek. Pelatihan ini membantu mereka memahami cara mengelola pengadaan dan risiko dalam proyek, serta bagaimana mengintegrasikan keduanya untuk memastikan kesuksesan proyek. Anggota Tim Proyek (Project Team Members) Anggota tim proyek yang terlibat dalam proses pengadaan dan pengelolaan risiko dapat memperoleh wawasan penting mengenai pengadaan barang dan jasa, serta cara mengidentifikasi dan menangani risiko dalam tugas mereka sehari-hari. Procurement Officers/Penyelia Pengadaan Pegawai yang fokus pada pengadaan barang dan jasa dalam proyek perlu memahami berbagai jenis kontrak, proses pengadaan, serta cara mengelola risiko terkait pengadaan untuk memastikan kelancaran jalannya proyek. Manajer Risiko (Risk Managers) Profesional yang mengelola risiko dalam suatu organisasi atau proyek akan mendapatkan pelatihan ini untuk memperdalam keterampilan mereka dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi risiko yang dapat menghambat proyek. Konsultan dan Pengelola Kontrak Konsultan yang terlibat dalam pengelolaan proyek dan kontrak akan mendapatkan manfaat dalam memahami berbagai strategi mitigasi risiko yang berkaitan dengan pengadaan dan manajemen proyek. Pemasok dan Kontraktor Pemasok atau kontraktor yang berhubungan langsung dengan proses pengadaan dalam proyek akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang harapan klien dan cara mengelola risiko dalam kontrak yang mereka kelola. Tim Keuangan Proyek (Project Finance Team) Anggota tim keuangan yang bertugas mengelola anggaran dan pembiayaan proyek perlu memahami risiko finansial dalam pengadaan dan bagaimana mengelola pengeluaran yang terkait dengan pengadaan serta risiko biaya yang dapat mempengaruhi kelancaran proyek. Manajer Sumber Daya Manusia (HR Managers) Manajer SDM yang terlibat dalam alokasi tenaga kerja dan pengelolaan sumber daya manusia dalam proyek dapat memahami risiko terkait dengan pengelolaan tenaga kerja dan peran mereka dalam proses pengadaan. Pengambil Keputusan Tingkat Eksekutif Eksekutif dan pemimpin organisasi yang terlibat dalam pengambilan keputusan strategis akan mendapatkan wawasan mengenai pentingnya manajemen pengadaan dan risiko dalam menjaga keberhasilan proyek jangka panjang. Pengelola Portofolio Proyek (Project Portfolio Managers) Mereka yang mengelola portofolio proyek dalam suatu organisasi perlu memahami bagaimana mengelola risiko pada tingkat portofolio dan memastikan bahwa pengadaan dalam portofolio tersebut terkelola dengan baik untuk mendukung tujuan organisasi. Pemateri/ Trainer Pelatihan Project Procurement & Risk Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengadaan Proyek Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun…
Read more


June 4, 2025 0
TRAINING E - TENDER

TRAINING E – TENDER

  TRAINING E – TENDER   DESKRIPSI TRAINING E – TENDER Pelatihan e-tendering sangat penting dalam era digital ini, terutama bagi organisasi atau perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dengan adanya pelatihan ini, para peserta dapat memahami cara mengoperasikan sistem e-tender yang berbasis teknologi informasi, yang memungkinkan mereka untuk melakukan lelang secara online dengan mudah dan cepat. Proses pengadaan yang sebelumnya memakan waktu dan rawan penyalahgunaan dapat lebih terstruktur dan transparan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai peraturan dan tata cara yang harus diikuti dalam sistem e-tender, sehingga mengurangi potensi kesalahan atau penyimpangan. Melalui pelatihan e-tendering, peserta diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam mendukung proses bisnis yang lebih efektif dan efisien. TUJUAN PELATIHAN E – TENDER Tujuan pelatihan e-tendering adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam mengoperasikan sistem e-tender secara efektif dan efisien. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai prosedur pengadaan barang dan jasa secara elektronik, yang mencakup cara melakukan registrasi, mengelola tender, hingga proses evaluasi penawaran. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kesalahan dan penyalahgunaan dalam proses pengadaan, serta mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan pelatihan e-tendering, peserta diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kompetisi antar penyedia barang dan jasa untuk mendapatkan hasil yang optimal. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN E – TENDER Pengenalan E-Tendering Definisi dan konsep dasar e-tendering Pentingnya e-tendering dalam pengadaan barang/jasa Manfaat e-tendering bagi penyedia dan pengguna Peraturan dan Kebijakan Terkait E-Tendering Regulasi dan undang-undang pengadaan elektronik Kebijakan pemerintah terkait e-tendering Etika dan tata cara pengadaan yang baik (Good Procurement Practices) Persiapan Sistem E-Tendering Registrasi pengguna (pemerintah dan penyedia barang/jasa) Pengaturan akun dan peran pengguna dalam sistem e-tender Persyaratan teknis dan infrastruktur pendukung Proses Pelaksanaan E-Tender Prosedur pembuatan dan penerbitan dokumen tender Pengumuman tender secara elektronik Pendaftaran peserta tender Pengajuan dan evaluasi penawaran Pengelolaan Tender Elektronik Pengelolaan dan pemantauan tahapan tender Penanganan perubahan atau klarifikasi tender Pengendalian dokumen tender dalam sistem Evaluasi Penawaran Proses evaluasi penawaran secara elektronik Kriteria dan metode evaluasi dalam e-tendering Prosedur penetapan pemenang tender Keamanan dan Integritas Sistem E-Tendering Keamanan data dan informasi dalam e-tendering Perlindungan hak privasi peserta Sistem audit dan pelaporan untuk memastikan transparansi Studi Kasus dan Simulasi Praktik Praktik langsung penggunaan platform e-tendering Simulasi proses pengajuan tender dan evaluasi penawaran Diskusi studi kasus pengadaan yang menggunakan e-tendering Tanya Jawab dan Diskusi Menjawab pertanyaan peserta mengenai materi pelatihan Diskusi mengenai tantangan dan solusi dalam implementasi e-tendering Penutupan dan Evaluasi Pelatihan Ringkasan materi Penilaian pelatihan dan feedback dari peserta Sertifikat dan tindak lanjut pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN E – TENDER Penyelenggara Pengadaan (Pemerintah) Pejabat Pengadaan: Mereka yang bertanggung jawab dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi proses pengadaan barang/jasa di instansi pemerintah. Panitia Lelang: Anggota tim yang menangani proses tender, termasuk evaluasi penawaran dan pemilihan penyedia barang/jasa. Penyedia Layanan Sistem Pengadaan Elektronik (LPSE): Petugas yang mengelola dan memelihara sistem e-tendering di instansi pemerintah. Penyedia Barang dan Jasa Perusahaan Penyedia Barang/Jasa: Pengusaha atau perusahaan yang ingin mengikuti tender pengadaan untuk menawarkan produk atau layanan mereka. Pelatihan ini membantu mereka dalam memahami cara mendaftar, mengajukan penawaran, serta mengikuti proses evaluasi tender secara elektronik. Manajer Pengadaan: Profesional yang bertanggung jawab dalam mengelola dan memonitor proses tender dari sisi penyedia barang/jasa. Pengawas dan Auditor Auditor Internal dan Eksternal: Mereka yang memeriksa dan memastikan bahwa proses pengadaan berlangsung sesuai dengan prosedur yang benar dan transparan, serta mencegah adanya penyimpangan dalam proses tender. Konsultan dan Penasihat Pengadaan Konsultan Pengadaan: Profesional yang memberikan nasihat kepada instansi pemerintah atau perusahaan dalam merancang, melaksanakan, dan mengelola proses pengadaan barang/jasa, termasuk yang berbasis e-tendering. Pihak yang Terlibat dalam Pengelolaan Anggaran dan Keuangan Manajer Keuangan dan Anggaran: Mereka yang bertugas dalam merencanakan dan mengelola anggaran pengadaan, serta mengawasi penggunaan dana dalam proses tender. Pengguna Sistem E-Tendering Administrator Sistem: Mereka yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemeliharaan sistem e-tendering untuk memastikan bahwa platform berjalan lancar dan aman. Pemateri/ Trainer Pelatihan E – Tender Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pelaksanaan E-Tender Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pengelolaan Tender Elektronik Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Pengelolaan Tender Elektronik Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis…
Read more


June 4, 2025 0
TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

  TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA   DESKRIPSI TRAINING ASPEK PERPAJAKAN DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA Pelatihan aspek perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelaku pengadaan dalam mematuhi peraturan pajak yang berlaku. Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap permasalahan perpajakan, seperti pemotongan dan pelaporan pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dengan pelatihan ini, peserta dapat memahami kewajiban perpajakan yang timbul dalam setiap tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Selain itu, pelatihan ini juga membantu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat berujung pada sanksi administratif atau hukum, serta memastikan proses pengadaan berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Pemahaman yang baik terhadap perpajakan dalam pengadaan akan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang ada, mengurangi risiko hukum, dan mendukung tercapainya pengelolaan keuangan negara yang lebih baik. TUJUAN PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Meningkatkan Pemahaman: Memberikan pengetahuan tentang peraturan perpajakan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh penyedia barang/jasa dan pengguna anggaran. Mengurangi Risiko Kesalahan Perpajakan: Membantu peserta menghindari kesalahan dalam pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak yang dapat menimbulkan sanksi atau denda. Meningkatkan Kepatuhan Pajak: Mendorong para pihak yang terlibat dalam pengadaan untuk mematuhi peraturan perpajakan yang ada, sehingga tercipta tata kelola yang baik dan transparan. Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Anggaran: Mengoptimalkan penggunaan anggaran dengan menghindari pemborosan akibat kesalahan perpajakan, serta mendukung efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Mencegah Potensi Penyalahgunaan: Mengedukasi peserta untuk mengenali potensi penyalahgunaan dalam praktik perpajakan di bidang pengadaan barang dan jasa, sehingga dapat dihindari. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Pengenalan Umum tentang Perpajakan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Definisi dan ruang lingkup pengadaan barang dan jasa Peran perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa Tujuan dan pentingnya kepatuhan perpajakan dalam pengadaan Peraturan Perpajakan yang Relevan dalam Pengadaan Barang dan Jasa Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pengadaan barang dan jasa Ketentuan perpajakan terkait kontrak pengadaan Pajak yang Timbul dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pajak Penghasilan (PPh) atas pengadaan barang dan jasa PPh Pasal 21, 22, dan 23 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pajak Daerah yang relevan dalam pengadaan Prosedur Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Pemotongan dan penyetoran PPh oleh pihak yang berwenang Tata cara pelaporan PPN dalam transaksi pengadaan Dokumen yang diperlukan untuk pemotongan dan pelaporan pajak Peran dan Kewajiban Penyedia Barang/Jasa dalam Pajak Kewajiban penyedia barang/jasa terkait PPN dan PPh Hak dan kewajiban penyedia dalam hal faktur pajak dan bukti potong Kewajiban Pengguna Anggaran dalam Kepatuhan Perpajakan Peran pengguna anggaran dalam mematuhi peraturan perpajakan Pengawasan terhadap kewajiban perpajakan dalam kontrak pengadaan Tanggung jawab dalam penyetoran dan pelaporan pajak Penyelesaian Masalah Perpajakan dalam Pengadaan Penyelesaian sengketa perpajakan dalam pengadaan Sanksi administratif dan hukum dalam pelanggaran perpajakan Strategi mitigasi risiko perpajakan Studi Kasus dan Simulasi Praktis Simulasi pemotongan dan penyetoran pajak dalam pengadaan Pembahasan studi kasus terkait permasalahan perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa Best Practices dalam Pengelolaan Pajak di Pengadaan Barang dan Jasa Tips untuk memastikan kepatuhan pajak dalam pengadaan Praktik terbaik dalam pengelolaan pajak di sektor pengadaan Tanya Jawab dan Diskusi Sesi tanya jawab untuk mengatasi kebingungan atau pertanyaan spesifik peserta Diskusi mengenai isu perpajakan terkini dalam pengadaan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA Pejabat Pengadaan Pejabat yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengadaan barang dan jasa, seperti pejabat pengadaan, pokja pengadaan, dan unit layanan pengadaan (ULP). Penyedia Barang/Jasa Perusahaan atau individu yang menyediakan barang/jasa, baik itu penyedia yang sudah berpengalaman maupun yang baru dalam bidang pengadaan. Mereka perlu memahami kewajiban perpajakan yang timbul dalam setiap transaksi pengadaan. Staf Keuangan dan Akuntansi Tim keuangan dan akuntansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran dan laporan keuangan terkait pengadaan barang dan jasa, agar mereka dapat memastikan kepatuhan perpajakan dalam setiap transaksi. Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengguna anggaran yang memiliki tanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan anggaran, serta memastikan bahwa setiap transaksi pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Konsultan Pajak Konsultan pajak yang memberikan nasihat dan layanan terkait kewajiban perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa, serta membantu memastikan kepatuhan perpajakan di setiap tahap pengadaan. Auditor Internal dan Eksternal Auditor yang bertugas mengawasi dan memeriksa kepatuhan terhadap aturan perpajakan dalam proses pengadaan barang dan jasa untuk memastikan tidak ada penyimpangan. Pemeriksa dan Pengawas Pengadaan Pejabat pengawas yang bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dan kepatuhan dokumen pengadaan, termasuk kewajiban perpajakan yang timbul selama proses pengadaan. Pihak yang Terlibat dalam Proses Penyusunan Anggaran Pihak yang berperan dalam perencanaan anggaran, agar mereka memahami dampak perpajakan terhadap anggaran yang disusun dalam pengadaan barang dan jasa. Penyedia Layanan Pendidikan dan Pelatihan Pihak yang menyelenggarakan pelatihan terkait pengadaan dan perpajakan, agar dapat menyampaikan materi yang tepat dan relevan kepada peserta pelatihan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Aspek Perpajakan Pengadaan Barang Dan Jasa Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Pengadaan Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Pelaporan Pajak Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September :…
Read more


June 3, 2025 0
TRAINING SUPPLIERS EVALUATION

TRAINING SUPPLIERS EVALUATION

  TRAINING SUPPLIERS EVALUATION   DESKRIPSI TRAINING SUPPLIERS EVALUATION Pelatihan evaluasi pemasok (supplier evaluation) sangat penting untuk memastikan kualitas produk atau layanan yang diterima oleh perusahaan. Dengan melibatkan proses evaluasi yang sistematis, perusahaan dapat menilai kinerja pemasok dalam hal kualitas, harga, waktu pengiriman, dan kepatuhan terhadap peraturan. Hal ini tidak hanya membantu dalam memilih pemasok yang tepat, tetapi juga memperkuat hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pemasok. Pelatihan ini memungkinkan tim pengadaan untuk lebih memahami kriteria evaluasi yang objektif dan efektif, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih tepat, mengurangi risiko kerugian, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan pemahaman yang baik, perusahaan juga dapat melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pengadaan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas dan daya saing. TUJUAN PELATIHAN SUPPLIERS EVALUATION Tujuan pelatihan evaluasi pemasok (supplier evaluation) adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta mengenai pentingnya proses evaluasi dalam memilih pemasok yang tepat. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu menilai kinerja pemasok secara objektif berdasarkan kriteria yang relevan seperti kualitas, harga, ketepatan waktu pengiriman, dan kepatuhan terhadap standar dan peraturan. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat keputusan yang lebih baik dalam pemilihan dan pengelolaan pemasok, serta memperkuat hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pemasok. Dengan demikian, tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, dan mendukung kualitas produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan. MATERI PELATIHAN SUPPLIERS EVALUATION Pendahuluan Definisi dan pentingnya evaluasi pemasok Tujuan pelatihan dan manfaatnya bagi perusahaan Pengenalan terhadap proses pengadaan dan hubungan dengan pemasok Kriteria Evaluasi Pemasok Kualitas produk atau layanan Harga dan nilai ekonomis Waktu pengiriman dan keandalan Kepatuhan terhadap standar dan peraturan Responsivitas dan komunikasi Keberlanjutan dan dampak lingkungan Proses Evaluasi Pemasok Langkah-langkah dalam proses evaluasi Teknik dan alat yang digunakan untuk evaluasi (misalnya, survei, wawancara, dan audit) Penentuan bobot dan skor untuk setiap kriteria Metode Penilaian Kinerja Pemasok Evaluasi berbasis kuantitatif vs. kualitatif Analisis data dan pembuatan laporan evaluasi Penilaian berkelanjutan dan audit pemasok Membangun Hubungan dengan Pemasok Strategi untuk membangun kemitraan jangka panjang Komunikasi yang efektif dengan pemasok Penanganan masalah dan penyelesaian sengketa Manajemen Risiko dalam Evaluasi Pemasok Identifikasi risiko yang terkait dengan pemasok Strategi mitigasi risiko dalam memilih dan mengevaluasi pemasok Mengelola pemasok yang berkinerja rendah Peran Teknologi dalam Evaluasi Pemasok Penggunaan perangkat lunak untuk evaluasi dan pemantauan pemasok Integrasi sistem ERP dan alat analitik dalam pengadaan Studi Kasus dan Diskusi Analisis studi kasus dari perusahaan yang telah berhasil dalam evaluasi pemasok Diskusi kelompok mengenai tantangan dan solusi dalam proses evaluasi pemasok Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Menyusun strategi evaluasi pemasok yang efektif Langkah-langkah untuk melakukan evaluasi secara berkala Evaluasi hasil pelatihan dan perencanaan implementasi di perusahaan Penutupan Ringkasan materi Tanya jawab dan klarifikasi Sertifikat dan evaluasi pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SUPPLIERS EVALUATION Tim Pengadaan (Procurement) Mereka yang terlibat langsung dalam pemilihan, negosiasi, dan hubungan dengan pemasok. Pelatihan ini penting untuk memastikan mereka dapat melakukan evaluasi pemasok dengan tepat untuk memperoleh pemasok yang berkualitas. Manajer Pengadaan (Procurement Manager) Sebagai pemimpin tim pengadaan, mereka membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang cara mengevaluasi kinerja pemasok untuk membuat keputusan yang strategis dan mengelola risiko. Tim Kualitas (Quality Control/Quality Assurance) Mereka bertanggung jawab memastikan bahwa produk atau layanan dari pemasok memenuhi standar kualitas. Pelatihan ini membantu mereka memahami kriteria kualitas dalam evaluasi pemasok dan bagaimana menilai kinerja pemasok dalam hal ini. Manajer Rantai Pasokan (Supply Chain Manager) Pelatihan ini juga penting bagi mereka yang mengelola aliran barang dan bahan baku, karena evaluasi pemasok yang baik dapat meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan mengurangi potensi gangguan. Tim Keuangan dan Akuntansi (Finance & Accounting Team) Mereka yang terlibat dalam evaluasi biaya dan harga dari pemasok. Pelatihan ini membantu mereka memahami aspek ekonomis dari evaluasi pemasok, seperti perbandingan harga dan nilai yang ditawarkan oleh pemasok. Manajer Produksi (Production Manager) Mereka yang bergantung pada pemasok untuk bahan baku atau komponen dalam proses produksi. Evaluasi pemasok yang efektif dapat membantu memastikan ketersediaan bahan yang tepat waktu dan dengan kualitas yang diinginkan. Tim Sumber Daya Manusia (HR) Dalam beberapa kasus, tim HR juga perlu memahami evaluasi pemasok, terutama jika mereka berurusan dengan pemasok layanan eksternal seperti outsourcing atau penyedia layanan pelatihan. Tim Legal dan Kepatuhan (Legal and Compliance Team) Mereka yang memastikan pemasok mematuhi peraturan dan standar hukum. Pelatihan ini membantu mereka dalam memahami kriteria kepatuhan yang harus dievaluasi selama proses pemilihan pemasok. Manajer Pengembangan Bisnis (Business Development Manager) Mereka yang bertugas mencari peluang kemitraan jangka panjang dengan pemasok dan ingin memahami bagaimana mengevaluasi pemasok yang dapat memberikan nilai strategis bagi perusahaan. Tim Manajemen Risiko (Risk Management Team) Mereka yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko dalam hubungan dengan pemasok. Pelatihan ini membantu mereka memahami risiko yang mungkin timbul dari pemasok yang tidak berkinerja baik. Pemateri/ Trainer Pelatihan Suppliers Evaluation Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Risiko Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Penilaian Kinerja Pemasok Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal…
Read more


June 1, 2025 0
TRAINING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

TRAINING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

TRAINING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT   DESKRIPSI TRAINING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Pelatihan Strategic Supply Chain Management (SSCM) sangat penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika pasar yang semakin kompleks. Dengan pelatihan ini, para profesional dapat memahami cara merancang, mengelola, dan mengoptimalkan rantai pasokan secara efektif, yang berkontribusi pada efisiensi operasional dan pengurangan biaya. Selain itu, pelatihan ini membantu perusahaan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan strategis, seperti pemilihan mitra, alokasi sumber daya, dan pengelolaan risiko. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru dan analisis data yang akurat, perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, mempercepat respons terhadap permintaan pasar, dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. TUJUAN PELATIHAN STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Meningkatkan Kemampuan Strategis: Membekali peserta dengan pengetahuan untuk merencanakan dan mengelola rantai pasokan yang mendukung tujuan jangka panjang perusahaan. Optimalisasi Proses Operasional: Membantu peserta memahami cara mengoptimalkan aliran barang, informasi, dan uang agar dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya operasional. Pengelolaan Risiko: Mengajarkan cara mengidentifikasi dan mengelola berbagai risiko yang mungkin terjadi dalam rantai pasokan, seperti gangguan pasokan atau fluktuasi permintaan. Pemanfaatan Teknologi: Meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi informasi dan sistem analitik untuk meningkatkan visibilitas dan pengendalian atas rantai pasokan. Meningkatkan Kolaborasi: Membantu peserta memahami pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam rantai pasokan, seperti pemasok, distributor, dan pelanggan, untuk menciptakan nilai bersama. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMEN Pengenalan Supply Chain Management (SCM) Definisi dan konsep dasar SCM Pentingnya supply chain dalam konteks bisnis modern Rantai pasokan global dan lokal Strategic Supply Chain Management Hubungan antara strategi bisnis dan strategi rantai pasokan Analisis dan perencanaan jangka panjang dalam SCM Pengembangan model dan desain rantai pasokan strategis Peran Teknologi dalam SCM Penggunaan sistem informasi dan teknologi dalam pengelolaan rantai pasokan Internet of Things (IoT), big data, dan blockchain dalam SCM Otomatisasi dan analitik untuk pengambilan keputusan strategis Optimisasi Proses dalam Supply Chain Teknik untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional Just-in-Time (JIT), Lean, dan Six Sigma dalam rantai pasokan Pengelolaan persediaan dan distribusi yang efektif Manajemen Risiko dalam Supply Chain Identifikasi dan analisis risiko dalam rantai pasokan Strategi mitigasi risiko dan keberlanjutan pasokan Pengelolaan gangguan pasokan (supply chain disruptions) Kolaborasi dan Kemitraan dalam Supply Chain Membangun hubungan yang kuat dengan pemasok dan mitra bisnis Negosiasi dan manajemen kontrak dalam rantai pasokan Kolaborasi lintas fungsi (marketing, produksi, distribusi) Pengelolaan Kinerja Rantai Pasokan Key Performance Indicators (KPIs) dalam SCM Pengukuran dan evaluasi kinerja rantai pasokan Benchmarking dan continuous improvement Sustainable Supply Chain Management Prinsip dan praktik dalam rantai pasokan berkelanjutan Integrasi tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam SCM Inovasi dan pengelolaan dampak lingkungan dalam supply chain PESERTA TRAINING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Manajer dan Pemimpin Supply Chain Manajer atau pemimpin yang bertanggung jawab atas operasional dan strategi rantai pasokan di perusahaan. Pimpinan Departemen Logistik Profesional yang memimpin departemen logistik dan distribusi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi. Manajer Pembelian dan Pengadaan Manajer yang terlibat dalam pengadaan bahan baku dan pemilihan pemasok. Staf dan Manajer Operasional Pekerja yang terlibat langsung dalam pengelolaan proses produksi dan pengelolaan persediaan. Analis dan Konsultan Supply Chain Profesional yang bekerja dalam bidang analisis dan konsultasi untuk mengoptimalkan strategi rantai pasokan. Tim Pengembangan Strategi Perusahaan Profesional yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan strategi bisnis, termasuk integrasi rantai pasokan dengan tujuan perusahaan. Pemasok dan Mitra Bisnis Pihak yang bekerja sama dalam rantai pasokan dan perlu memahami bagaimana meningkatkan kolaborasi dan efisiensi bersama. Staf Keuangan dan Akuntansi Profesional yang menangani anggaran, aliran dana, dan pengukuran kinerja keuangan dalam konteks rantai pasokan. Pengambil Keputusan Eksekutif CEO, CFO, dan manajer eksekutif yang perlu memahami bagaimana keputusan rantai pasokan dapat mempengaruhi strategi perusahaan secara keseluruhan. Pemateri/ Trainer Pelatihan Strategic Supply Chain Management Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Manajemen Risiko Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Strategic Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Strategic Offline tahun 2026 ini : Berikut ini adalah biaya investasi pelatihan tahun 2025 : Jakarta : Rp7.500.000,- Bandung : Rp7.500.000,- Jogja : Rp7.000.000,- Surabaya : Rp7.500.000, Bali : Rp8.500.000,- Lombok: Rp9.500.000,- Batam : Rp9.500.000,- Malang : Rp7.500.000,- Biaya investasi dapat berubaha sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan di website ini. Untuk mendapatkan Promo atau Diskon potongan biaya Investasi kami sarankan untuk menghubungi tim marketing pelatihan kami melalui Whatsapp atau email. Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan. Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama): FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara) FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan . Module / Handout FREE Flashdisk Sertifikat FREE Bag or bagpack (Tas Training) Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc) 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner FREE Souvenir Exclusive Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi…
Read more


May 31, 2025 0
TRAINING SHIPPING AGENCY

TRAINING SHIPPING AGENCY

TRAINING SHIPPING AGENCY   DESKRIPSI TRAINING SHIPPING AGENCY Pelatihan shipping agency sangat penting dalam industri logistik dan pengiriman barang, karena dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Dengan adanya pelatihan, para staf dapat memahami prosedur dan regulasi terkait pengiriman barang internasional, termasuk dokumentasi, pemrosesan bea cukai, serta peraturan keselamatan dan keamanan. Pelatihan ini juga membantu dalam mengurangi kesalahan operasional yang dapat berakibat pada keterlambatan atau kerugian finansial. Selain itu, pelatihan ini memastikan bahwa agen pengiriman dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem terbaru dalam dunia pelayaran, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, dan memuaskan bagi klien. Keahlian yang diperoleh juga dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam industri yang semakin kompetitif. TUJUAN PELATIHAN SHIPPING AGENCY Tujuan pelatihan shipping agency adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek operasional dalam industri pengiriman barang, baik secara domestik maupun internasional. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola berbagai proses yang terkait dengan pengiriman, seperti penanganan dokumen, pemrosesan bea cukai, manajemen logistik, serta kepatuhan terhadap regulasi dan standar keselamatan. Selain itu, tujuan lain dari pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan staf agar dapat mengoperasikan sistem dan teknologi terbaru dalam industri pelayaran, mengurangi kesalahan operasional, dan mempercepat waktu pengiriman. Dengan pelatihan yang tepat, agen pengiriman dapat memberikan layanan yang lebih efisien dan dapat diandalkan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN SHIPPING AGENCY Pengenalan Industri Pengiriman Barang Definisi dan peran shipping agency dalam rantai pasokan global Sejarah dan perkembangan industri pengiriman Jenis-jenis pengiriman (domestik, internasional, ekspor, impor) Proses Pengiriman Barang Prosedur pengiriman barang dari pengirim hingga penerima Sistem dan alur dokumen pengiriman Pengelolaan inventaris dan pemantauan pengiriman Regulasi dan Kepatuhan Peraturan internasional dan nasional terkait pengiriman barang Kepatuhan terhadap hukum bea cukai dan peraturan pemerintah Standar keselamatan dan keamanan dalam pengiriman Dokumentasi Pengiriman Jenis-jenis dokumen pengiriman (Bill of Lading, Invoice, Packing List, dll.) Pengelolaan dokumen bea cukai dan dokumen perizinan lainnya Prosedur klaim dan asuransi dalam pengiriman Manajemen Pengiriman Internasional Prosedur impor dan ekspor barang Pengelolaan transportasi lintas negara Proses clearing dan forwarding barang internasional Sistem dan Teknologi dalam Shipping Agency Peran teknologi dalam memudahkan proses pengiriman (misalnya, software manajemen pengiriman) Sistem tracking dan pelacakan pengiriman Pengenalan sistem otomatisasi dan digitalisasi dalam shipping Keamanan dan Keselamatan Pengiriman Protokol keselamatan dalam pengiriman barang berbahaya Peran shipping agency dalam mengatur dan memastikan keamanan pengiriman Penanganan situasi darurat dalam pengiriman barang Manajemen Hubungan Pelanggan Pengelolaan komunikasi dengan klien dan pemangku kepentingan Penyelesaian masalah dan penanganan keluhan pelanggan Meningkatkan kepuasan pelanggan dalam pengiriman Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Shipping Agency Strategi pemasaran untuk shipping agency Analisis pasar dan peluang bisnis dalam industri pengiriman Pengembangan layanan dan diversifikasi produk Studi Kasus dan Simulasi Praktik Analisis kasus nyata dalam shipping agency Simulasi penanganan pengiriman dan pemecahan masalah operasional PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN SHIPPING AGENCY Agen Pengiriman (Shipping Agents) Staf yang bekerja di perusahaan shipping agency, baik yang baru bergabung maupun yang sudah berpengalaman, membutuhkan pelatihan untuk memperdalam pemahaman tentang prosedur pengiriman, regulasi, dan teknologi terbaru. Staf Operasional dan Logistik Mereka yang terlibat dalam manajemen dan pengawasan operasional pengiriman barang, termasuk pengelolaan inventaris, pemrosesan dokumen, dan pengaturan transportasi, perlu pelatihan untuk memastikan pengiriman berjalan lancar. Petugas Bea Cukai Pihak yang bertanggung jawab terhadap peraturan dan pengawasan barang yang masuk dan keluar dari suatu negara, seperti petugas di pelabuhan atau bandara, membutuhkan pelatihan untuk memahami prosedur dan peraturan terkait bea cukai internasional. Manajer dan Supervisor Pengiriman Para manajer atau supervisor yang mengelola tim dalam shipping agency harus memahami keseluruhan proses pengiriman, mulai dari dokumentasi hingga pemecahan masalah, untuk memastikan operasional berjalan efisien. Customer Service dan Staf Penanganan Klaim Staf yang berinteraksi langsung dengan klien dan menangani keluhan serta klaim terkait pengiriman, memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemahaman tentang prosedur penyelesaian masalah. Pengusaha atau Pemilik Bisnis yang Terkait dengan Pengiriman Pemilik perusahaan yang terlibat dalam bisnis ekspor-impor, perdagangan internasional, atau industri pengiriman barang lainnya, perlu memahami prosedur pengiriman yang efisien untuk mengelola operasional perusahaan mereka. Perusahaan Freight Forwarder Perusahaan yang mengatur pengiriman barang untuk kliennya (freight forwarders) membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mengenai sistem dan prosedur pengiriman internasional. Pihak yang Terlibat dalam Pengelolaan Transportasi dan Gudang Staf yang bertanggung jawab atas pengelolaan transportasi dan penyimpanan barang, baik itu di darat, laut, maupun udara, perlu pelatihan agar dapat menyusun rencana pengiriman yang efisien dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Penyedia Asuransi Pengiriman Mereka yang bekerja di perusahaan asuransi pengiriman juga membutuhkan pelatihan untuk memahami jenis risiko yang terkait dengan pengiriman barang serta prosedur klaim yang tepat. Pemateri/ Trainer Pelatihan Shipping Agency Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini. Metode Pelatihan Dokumentasi Pengiriman Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja. Lokasi Pelatihan Manajemen Pengiriman Internasional Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami. Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026 Januari : 16-17 Januari 2026 Februari : 13-14 Februari 2026 Maret : 5-6 Maret 2026 April : 24-25 April 2026 Mei : 21-22 Mei 2026 Juni : 11-12 Juni 2026 Juli : 16-17 Juli 2026 Agustus : 20-21 Agustus 2026 September : 17-18 September 2026 Oktober : 8-9 Oktober 2026 November : 12-13 November 2026 Desember : 17-18 Desember 2026 Selain Jadwal yang sudah kami tentukan tahun ini. Tanggal pelaksanaan pelatihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Sebelum menentukan tanggal pelaksanaan pelatihan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada tim marketing kami. Investasi Training Manajemen Pengiriman Internasional Offline tahun 2026 ini :…
Read more


May 28, 2025 0
TRAINING PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION

TRAINING PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION

TRAINING PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION   DESKRIPSI TRAINING PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION Pelatihan Project Management di fasilitas produksi minyak dan gas sangat penting untuk memastikan keberhasilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan proyek-proyek besar dengan efisiensi tinggi. Industri ini menghadapi tantangan unik, seperti lingkungan yang kompleks, peraturan yang ketat, dan kebutuhan untuk memaksimalkan hasil sambil meminimalkan risiko. Oleh karena itu, pelatihan dalam manajemen proyek yang mencakup perencanaan risiko dan mitigasi sangat diperlukan. Proses perencanaan yang matang dan identifikasi risiko potensial akan membantu mengurangi kecelakaan, kerugian finansial, serta keterlambatan proyek. Mitigasi risiko, seperti pengelolaan sumber daya, keamanan operasional, dan keberlanjutan, merupakan bagian krusial untuk memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu, dalam anggaran, dan sesuai dengan standar keselamatan yang tinggi. TUJUAN PELATIHAN PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION Meningkatkan Kemampuan Manajerial: Membantu peserta memahami prinsip dasar manajemen proyek, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian proyek yang efektif di fasilitas produksi minyak dan gas. Mengidentifikasi dan Mengelola Risiko: Memberikan wawasan tentang cara mengidentifikasi risiko yang mungkin timbul selama siklus hidup proyek, serta cara menganalisis dan menilai dampaknya terhadap keseluruhan proyek. Perencanaan Risiko dan Mitigasi: Mengajarkan teknik untuk merencanakan tindakan mitigasi yang dapat mengurangi atau menghindari dampak negatif dari risiko-risiko yang teridentifikasi, baik itu risiko teknis, keuangan, atau operasional. Meningkatkan Efisiensi Proyek: Dengan keterampilan manajemen risiko yang baik, peserta diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proyek, mengurangi biaya tak terduga, dan memastikan kelancaran operasional dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Meningkatkan Keselamatan dan Keberlanjutan: Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di lokasi proyek dan memastikan keberlanjutan lingkungan dengan memitigasi potensi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. LIST OUTLINE MATERI PELATIHAN PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION 1. Pendahuluan Pengantar tentang industri minyak dan gas Tantangan dalam manajemen proyek di fasilitas produksi minyak dan gas Pentingnya manajemen proyek yang efektif di sektor ini 2. Dasar-Dasar Manajemen Proyek Prinsip dasar manajemen proyek Siklus hidup proyek (Initiation, Planning, Execution, Monitoring & Control, Closure) Struktur organisasi proyek dalam industri minyak dan gas 3. Perencanaan Proyek dalam Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Penyusunan rencana proyek (Scope, Timeline, Budget, Resources) Penentuan tujuan dan deliverables proyek Penyusunan Work Breakdown Structure (WBS) Penjadwalan proyek dengan Gantt Chart dan Critical Path Method (CPM) 4. Identifikasi Risiko dalam Proyek Jenis-jenis risiko dalam proyek minyak dan gas (teknis, keuangan, operasional, keselamatan, lingkungan) Teknik identifikasi risiko (brainstorming, SWOT Analysis, Delphi Method) Penggunaan tools/software untuk analisis risiko 5. Analisis dan Penilaian Risiko Metode analisis risiko: Kualitatif vs Kuantitatif Teknik penilaian risiko (Risk Matrix, Monte Carlo Simulation, Failure Mode Effect Analysis/FMEA) Penilaian dampak dan kemungkinan risiko terhadap proyek 6. Perencanaan Mitigasi Risiko Strategi mitigasi risiko (Avoidance, Reduction, Transfer, Acceptance) Penyusunan rencana mitigasi dan contingency plans Pemantauan dan pengendalian risiko selama siklus proyek 7. Manajemen Sumber Daya dan Keuangan Pengelolaan sumber daya manusia, peralatan, dan bahan dalam proyek Pengendalian anggaran dan biaya proyek Manajemen jadwal dan penyesuaian bila diperlukan 8. Pengelolaan Keselamatan dan Keberlanjutan Penerapan prinsip keselamatan dalam proyek minyak dan gas Standar keselamatan internasional dan regulasi terkait Pengelolaan dampak lingkungan dan sosial dalam proyek 9. Teknologi dan Inovasi dalam Manajemen Proyek Peran teknologi dalam manajemen proyek (software manajemen proyek, IoT, AI, Big Data) Penggunaan teknologi untuk mitigasi risiko Inovasi dalam pengelolaan proyek di industri minyak dan gas 10. Studi Kasus dan Praktik Terbaik Analisis studi kasus dari proyek minyak dan gas yang sukses dan gagal Praktik terbaik dalam manajemen proyek dan mitigasi risiko Diskusi dan pembelajaran dari pengalaman nyata 11. Evaluasi dan Penutupan Pelatihan Penilaian peserta terhadap pemahaman dan penerapan materi Umpan balik untuk peningkatan pelatihan Sertifikasi dan tindak lanjut pasca-pelatihan PESERTA YANG MEMBUTUHKAN PELATIHAN PROJECT MANAGEMENT IN OIL & GAS PRODUCTION FACILITIES, RISK PLANING & MITIGATION Manajer Proyek (Project Managers) Mereka yang bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan proyek di fasilitas produksi minyak dan gas. Pelatihan ini membantu mereka memahami cara mengelola risiko dan mengoptimalkan sumber daya untuk memastikan proyek berjalan lancar. Engineer Proyek (Project Engineers) Profesional teknik yang terlibat dalam pengawasan aspek teknis proyek. Mereka memerlukan pemahaman tentang manajemen proyek dan mitigasi risiko untuk memastikan keberhasilan implementasi teknis di lapangan. Manajer Risiko (Risk Managers) Mereka yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko dalam proyek. Pelatihan ini memberikan keterampilan dalam merencanakan dan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif. Manajer Operasi (Operations Managers) Profesional yang mengelola operasional sehari-hari di fasilitas produksi minyak dan gas. Mereka perlu memahami manajemen proyek untuk memastikan integrasi operasional dengan proyek dan mengurangi risiko operasional. Pengawas Keselamatan (Safety Supervisors/Officers) Profesional yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keamanan di fasilitas. Pelatihan ini penting untuk memahami manajemen risiko terkait dengan keselamatan kerja dan bagaimana mengurangi potensi kecelakaan. Manajer Keuangan (Finance Managers) Mereka yang mengelola anggaran dan pendanaan proyek. Pelatihan ini memberi wawasan tentang pengelolaan biaya proyek dan bagaimana mengelola risiko keuangan yang dapat muncul. Penyedia Jasa Konstruksi dan Kontraktor Profesional yang bekerja untuk perusahaan konstruksi atau penyedia layanan yang terlibat dalam proyek-proyek fasilitas produksi minyak dan gas. Mereka perlu memahami perencanaan risiko dan pengelolaan proyek untuk menjalankan proyek dengan aman dan efisien. Pihak Regulasi dan Pengawas Pemerintah Pemerintah atau lembaga yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatur proyek di sektor energi. Pelatihan ini membantu mereka memahami dinamika risiko dan perencanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Konsultan Manajemen Proyek Konsultan yang memberikan layanan terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan proyek. Pelatihan ini dapat memperkaya keterampilan mereka dalam mengelola proyek besar di sektor minyak dan gas. Tim Pengembangan dan Riset (R&D) Profesional yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan teknologi baru dalam industri minyak dan gas. Pemahaman tentang manajemen proyek dan mitigasi risiko akan membantu mereka dalam implementasi teknologi baru yang lebih efektif dan aman. Pemateri/ Trainer Pelatihan Project Management In Oil & Gas Production Facilities, Risk Planing & Mitigation Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti…
Read more


May 20, 2025 0
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Company

About Us

Contact Us

Products

Services

Blog

Features

Analytics

Engagement

Builder

Publisher

Help

Privacy Policy

Terms

Conditions

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created with Royal Elementor Addons